Suara.com - Tiga astronot dari tiga negara yang berbeda meluncur menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dari Kazakhstan, Rabu (6/7/2016). Menaiki roket Rusia, Soyuz, ketiganya melakukan perjalanan dua hari menuju ISS, demikian sebagaimana ditayangkan dalam siaran televisi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).
Astronot NASA, Kathleen "Kate" Rubins, kosmonot Rusia Anatoly Ivanishin, dan astronot Jepang Takuya Onishi diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur Kazakhstan.
Ketiganya diperhitungkan akan tiba di ISS pada hari Jumat untuk menjalani misi selama empat bulan. ISS mengorbit setinggi 400 km di atas permukaan Bumi.
Rubins, Ivanishin, dan Onishi akan bergabung dengan astronot NASA sekaligus komandan ISS Jeff Williams, serta dua kosmonot Rusia yang sudah berada di stasiun angkasa tersebut sejak bulan Maret.
Peluncuran tersebut menandai debut capsul angkasa Rusia, Soyuz generasi kedua. Saat ini, Soyuz menjadi satu-satunya kendaraan yang bisa membawa para astronot dan kosmonot dari dan menuju ISS. Proyek pengadaan Soyuz yang dikerjakan 15 negara menelan anggaran sebesar 100 miliar Dolar AS.
NASA berharap bisa terus menerbangkan para astronot dari AS pada tahun 2018 dengan kapsul yang tengah dikembangkan oleh pabrik pembuat pesawat Boeing Co. dan perusahaan Space Exploration Technologies atau SpaceX. (Reuters)