Studi: Orang Melanesia Miliki Gen Manusia Purba Misterius

Liberty Jemadu

Jum'at, 04 November 2016 | 07:17 WIB
Studi: Orang Melanesia Miliki Gen Manusia Purba Misterius
Anak-anak ras Melanesia di Papua Nugini (Shutterstock).

Suara.com - Orang-orang Melanesia, sebuah kawasan yang terletak di Pasifik Selatan, memiliki gen-gen dari spesies manusia purba tak dikenal, demikian hasil sebuah penelitian yang dibeberkan dalam konferensi American Society of Human Genetics di Kanada pada pertengahan Oktober lalu.

Pakar statistik genetika dari University of Texas, Ryan Bohlender, mengatakan bahwa spesies hominid tak dikenal itu bukanlah Neanderthal atau Denisovans, dua spesies manusia purba yang jejak DNA-nya masih berbekas pada manusia modern.

Neanderthal dan Denisovan sendiri adalah spesies hominid yang bermigrasi dari Afrika sekitar 300.000 tahun silam dan menetap di Eropa dan Asia Barat.

Menurut Bohlender manusia purba yang meninggalkan jejak genetika pada masyarakat Melanesia adalah spesies yang bahkan memproduksi Neanderthal dan Denisovan.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada jurnal Science pada Maret lalu, ditemukan bukti bahwa nenek moyang kita berkawin campur dengan Neanderthal dan Denisovan sekitar ratusan ribu tahu lalu. Gen-gen Denisovan dan Neanderthal yang kawin dengan nenek moyang manusia modern masih bisa dilacak pada orang-orang Eropa, Asia, dan Melanesia.

Para peneliti yakin bahwa gen-gen purba ini turut menentukan beberapa beberapa ciri unik dari manusia modern, semisal warna kulit, tingkat metabolisme, hingga tingginya risiko terhadap depresi.

Sementara studi Bohlender bersama timnya ini berusaha mengetahui jumlah DNA Denisovan dan Neanderthal yang masih dimiliki oleh manusia modern.

Pada awal penelitian mereka menciptakan sebuah model komputer untuk mengukur jumlah DNA Neanderthal dan Denisovan pada manusia modern, termasuk orang-orang di Melanesia. Berdasarkan hitungan program komputer itu, orang-orang Melanesia memiliki 1,1 persen DNA Denisovan.

Jumlah ini lebih kecil dari penelitian-penelitian sebelumnya, yang memperkirakan bahwa orang-orang Melanesia masih memiliki 3 sampai 6 persen DNA Denisovan.

Hasil hitungan Bohlender juga menemukan bahwa 2,74 persen dari DNA orang-orang di Pasifik Selatan berasal dari Neanderthal.

Temuan ini memantik dugaan pada Bohlender dan timnya, bahwa nenek moyang orang-orang Melanesia pernah kawin silang dengan satu jenis manusia purba misterius, selain Neanderthal dan Denisovan.

Dugaan ini menambah misteri asal-usul orang-orang Melanesia, yang tampilan fisiknya juga masih membingungkan para ilmuwan. Orang-orang Melanesia rata-rata memiliki kulit gelap seperti orang Afrika, tetapi seperempat dari populasi mereka memiliki rambut pirang.

Bohlender dan timnya mengatakan bahwa perlu penelitian lebih lanjut dan lengkap agar misteri ini lebih terang-benderang. (Phys.org)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perubahan Iklim dan Letusan Gunung Jadi Penyebab Punahnya Hobbit Flores

Perubahan Iklim dan Letusan Gunung Jadi Penyebab Punahnya Hobbit Flores

Tekno | Rabu, 10 Desember 2025 | 13:47 WIB

Rahasia Perbedaan Wajah Neanderthal dan Manusia Modern Akhirnya Terungkap

Rahasia Perbedaan Wajah Neanderthal dan Manusia Modern Akhirnya Terungkap

Tekno | Minggu, 16 November 2025 | 11:36 WIB

Sulawesi Mengubah Sejarah Migrasi Manusia Purba

Sulawesi Mengubah Sejarah Migrasi Manusia Purba

Tekno | Rabu, 13 Agustus 2025 | 06:18 WIB

Museum Bukuran Jadi Pusat Konservasi Fosil dan Benda Purbakala

Museum Bukuran Jadi Pusat Konservasi Fosil dan Benda Purbakala

Foto | Kamis, 10 Juli 2025 | 19:57 WIB

DNA Manusia Purba dari Afrika Utara Ungkap Sejarah Tersembunyi Gurun Sahara, Apa Itu?

DNA Manusia Purba dari Afrika Utara Ungkap Sejarah Tersembunyi Gurun Sahara, Apa Itu?

News | Selasa, 08 April 2025 | 22:46 WIB

Apakah Manusia Prasejarah Benar-Benar Tinggal di Gua?

Apakah Manusia Prasejarah Benar-Benar Tinggal di Gua?

Tekno | Kamis, 23 Januari 2025 | 16:45 WIB

Museum Manusia Purba Sangiran, Destinasi Wisata Edukatif yang Diakui UNESCO

Museum Manusia Purba Sangiran, Destinasi Wisata Edukatif yang Diakui UNESCO

Your Say | Rabu, 18 Desember 2024 | 18:45 WIB

Apakah Neanderthal dan Homo Sapiens Spesies yang Sama?

Apakah Neanderthal dan Homo Sapiens Spesies yang Sama?

Tekno | Senin, 16 Desember 2024 | 15:53 WIB

Penemuan Homo Juluensis, Manusia Purba Berkepala Besar Terbaru

Penemuan Homo Juluensis, Manusia Purba Berkepala Besar Terbaru

Tekno | Selasa, 10 Desember 2024 | 13:30 WIB

Kapan Manusia Mulai Mengenakan Pakaian?

Kapan Manusia Mulai Mengenakan Pakaian?

Tekno | Kamis, 05 Desember 2024 | 18:45 WIB

Terkini

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:55 WIB

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Banten | Rabu, 02 September 2026 | 23:50 WIB

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Bogor | Rabu, 02 September 2026 | 23:42 WIB

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:36 WIB

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 23:13 WIB

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

News | Rabu, 02 September 2026 | 22:05 WIB

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

Video | Rabu, 02 September 2026 | 21:50 WIB

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

Jawa Tengah | Rabu, 02 September 2026 | 21:29 WIB

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

News | Rabu, 02 September 2026 | 21:20 WIB

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 21:17 WIB

×