Kepolisian Dubai Gunakan AI Buat Prediksi Kejahatan

Dythia Novianty

Senin, 26 Desember 2016 | 11:40 WIB
Kepolisian Dubai Gunakan AI Buat Prediksi Kejahatan
Ilustrasi aksi kepolisian Dubai. [Shutterstock]

Suara.com - Gaya prediksi kejahatan di film Minority Report akan direalisasikan dalam bentuk software AI terbaru diluncurkan di Dubai.

Space Imaging Timur Tengah mengumumkan pasukan Kepolisian Dubai telah menggunakan software Prediksi Kejahatan yang memiliki kemampuan menganalisa pola dari database polisi dan mencoba menemukan kapan dan dimana peristiwa yang mungkin akan terjadi.

Perangkat lunak menggunakan 'algoritma canggih' untuk membuat prediksi, dan menurut perusahaan, data yang dihasilkan 'sangat akurat'. Menurut SIME, teknologi dapat mengingatkan tim patroli yang lokasinya lebih membutuhkan banyak perhatian, untuk mencegah aksi tindak kejahatan.

"Perangkat lunak unik ini cerdas memiliki kemampuan secara akurat membedakan pola rumit dari perilaku kriminal di suatu lokasi yang tampaknya tidak berhubungan dan kemudian memprediksi probabilitas terjadinya sebuah tindak kejahatan," kata Spandan Kar, Kepala Divisi GIS SIME.

"Kami yakin bahwa analisis yang tepat bila dikombinasikan dengan pengetahuan dan naluri polisi berpengalaman, akan membuat kekuatan yang tangguh untuk mencegah kejahatan," tuturnya lagi.

Ide untuk menggunakan kecerdasan buatan telah memicu kontroversi dalam beberapa bulan terakhir, karena beberapa telah mengklaim hal itu mungkin datang dengan konsekuensi yang tidak diinginkan, atau bahkan beroperasi dengan bias rasial.

Pada September lalu, peneliti menerbitkan sebuah laporan mengatakan bahwa teknik ini akan memiliki dampak positif pada pencegahan kejahatan. Tapi, mereka memperingatkan hal itu juga bisa menempatkan jutaan pekerjaan beresiko.

Prediksi berasal dari bagian utama dari penelitian yang disebut 'Artificial Intelligence dan Life in 2030' oleh para peneliti di Stanford University. Mereka mengatakan bahwa 'prediksi kepolisian' akan sangat diandalkan pada tahun 2030.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran mesin, yang memungkinkan komputer belajar sendiri, telah digunakan, dan dapat memiliki implikasi besar untuk memerangi kejahatan.

baca juga

Peneliti memperingatkan, polisi bisa menggunakan metode ini untuk menangkap penjahat, bisa juga menimbulkan arogansi.

AI juga bisa menyebabkan hilangnya jutaan pekerjaan, meskipun para peneliti mengatakan bahwa itu akan menciptakan jenis baru pekerjaan.

"Tapi pekerjaan baru yang akan muncul lebih sulit dibayangkan daripada pekerjaan yang ada yang kemungkinan akan hilang," tulis para peneliti tersebut. [Daily Mail]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengintip Mobil "Supercar" Milik Kepolisian Dubai

Mengintip Mobil "Supercar" Milik Kepolisian Dubai

Video | Senin, 09 Juni 2014 | 16:02 WIB

Terkini

Pedagang Bendera Musiman di Jogja Gigit Jari, Instansi Pilih Stok Lama

Pedagang Bendera Musiman di Jogja Gigit Jari, Instansi Pilih Stok Lama

Jogja | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:19 WIB

Ajak Demo Turunkan Presiden Lewat TikTok, Wanita di Ciamis Diciduk Polisi

Ajak Demo Turunkan Presiden Lewat TikTok, Wanita di Ciamis Diciduk Polisi

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:17 WIB

Apa Penyebab Wangi Parfum Tidak Tahan Lama di Kulit Kering? Ini 5 Tips agar Awet

Apa Penyebab Wangi Parfum Tidak Tahan Lama di Kulit Kering? Ini 5 Tips agar Awet

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:17 WIB

Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat

Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat

Surakarta | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Ledakan Dekat Hotel yang Bikin Pemain Vietnam Tak Bisa Tidur Pulas Bukan Ulah Suporter Indonesia

Ledakan Dekat Hotel yang Bikin Pemain Vietnam Tak Bisa Tidur Pulas Bukan Ulah Suporter Indonesia

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:09 WIB

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:05 WIB

Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan

Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan

Jogja | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Menkomdigi Tegaskan Konten Eben Martono di Ajang GIIAS Langgar UU PDP, Bisa Dipidana

Menkomdigi Tegaskan Konten Eben Martono di Ajang GIIAS Langgar UU PDP, Bisa Dipidana

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:59 WIB

5 Lip Tint Tahan Lama Lebih dari 8 Jam, Bibir Lembap Seharian

5 Lip Tint Tahan Lama Lebih dari 8 Jam, Bibir Lembap Seharian

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:58 WIB

Putusan MK soal MBG Sarat Kompromi Politik, Bukan Murni Pertimbangan Hukum

Putusan MK soal MBG Sarat Kompromi Politik, Bukan Murni Pertimbangan Hukum

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:56 WIB

×