Bos Tesla: Wawasan Bos Facebook Soal AI Masih Dangkal!

Liberty Jemadu

Rabu, 26 Juli 2017 | 17:24 WIB
Bos Tesla: Wawasan Bos Facebook Soal AI Masih Dangkal!
Ilustrasi kecerdasan buatan (Shutterstock).

Suara.com - Dua pengusahan visioner Amerika Serikat, Elon Musk dan Mark Zuckerberg, sedang terlibat dalam perang kata-kata di ruang publik. Yang diperdebatkan oleh dua pengusaha dua itu adalah tentang manfaat serta mudarat teknologi kecerdasan buatan atau artificial inteligence (AI).

Musk, pengusaha di balik mobil listrik Tesla dan pendiri perusahaan antariksa SpaceX, pada Selasa (25/7/2017), menyebut Zuckerberg, pemuda yang mendirikan Facebook, memiliki wawasan yang dangkal soal AI. Dua hari sebelumnya Zuckerberg menuding Musk sebagai orang yang terlalu pesimistis dan tak bertanggung jawab.

Perdebatan antara keduanya menyoroti perpecahan di komunitas teknologi tentang apakah AI akan membawa lebih banyak manfaat atau sebaliknya justru memberi kutukan bagi umat manusia.

Musk berada pada sisi yang menilai AI akan berbahaya bagi manusia. Ia khawatir mesin dan robot akan menjadi terlalu pintar, sehingga manusia nantinya menjadi binatang peliharaan robot.

Sementara Zuckerberg berada di sisi yang berseberangan. Ia yakin AI justru akan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia. Facebook sendiri adalah salah salah satu investor terbesar di AS yang mendukung pengembangan AI.

"Khususnya soal AI, saya sungguh optimistis," kata Zuckerberg ketika menggelar sebuah acara tanya-jawab via video live pada Minggu (23/7/2017).

"Dan menurut saya orang yang pesimistis dan yang berusaha untuk membesar-besarkan skenario (bahwa AI bisa memicu) kiamat - saya tak memahami mereka. Menurut saya pola pikir itu sangat negatif dan tak bertanggung jawab," imbuh Zuckerberg.

Musk, ketika dimintai komentar soal pandangan Zuckerberg itu di Twitter, bercerita bahwa ia pernah berdiskusi soal AI dengan Zuckerberg dan dari diskusi itu ia mengatahui bahwa pemahaman Zuckerberg soal AI "masih terbatas".

Sekitar setahun lalu Musk sendiri ikut ambil bagian dalam mendirikan sebuah perusahaan riset yang bertujuan untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan yang bisa membantu manusia, bukan untuk merugikan manusia.

"Jika kita ingin menciptakan kecerdasan buatan digital super, yang melampaui kemampuan kita dalam segala hal, maka sangat penting untuk memastikan bahwa kecerdasan itu ramah pada manusia," ujar Musk dalam sebuah konferensi di California, AS.

Tetapi menurut Musk, bahkan ketika sebuah mesin atau robot yang memiliki kecerdasan super sudah diatur untuk ramah pada manusia, ia berpeluang akan memperlakukan tuannya seperti binatang peliharaan - atau dalam bahasa Musk, manusia akan diperlakukan layaknya "kucing peliharaan."

"Saya tak ingin diperlakukan seperti kucing peliharaan," tegas Musk.

Dalam sebuah pertemuan dengan gubernur-gubernur Amerika Serikat pada bulan ini, Musk memperingatkan bahwa AI lebih merupakan masalah ketimbang solusi. AI bisa mengancam peradaban manusia.

Ia memperingatkan bahwa mesin cerdas bisa memicu perang atau bahkan membunuh orang di jalanan. Karenanya ia mendesak agar pemerintah-pemerintah di dunia mulai membuat regulasi yang mengatur pengembangan AI.

Adapun Zuckerberg pada 2016 lalu telah menciptakan sebuah pelayan pribadi bernama "Jarvis", mirip asisten digital tokoh Tony Stark dalam film Iron Man. Jarvis kini dioperasikan di kediaman pribadi Zuckerberg. (AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bill Gates Beri Peringatan Keras: 20 Tahun ke Depan Bakal Jadi Masa Paling Mencekam!

Bill Gates Beri Peringatan Keras: 20 Tahun ke Depan Bakal Jadi Masa Paling Mencekam!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Local Media Summit 2026 Dimulai, Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Era AI

Local Media Summit 2026 Dimulai, Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Era AI

Foto | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Indonesia dan Singapura Luncurkan Project NUSA dan Korika Demi Kedaulatan AI

Indonesia dan Singapura Luncurkan Project NUSA dan Korika Demi Kedaulatan AI

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Nezar Patria: Tantangan di Era AI Bukan Lagi Akses Informasi, tetapi Kedalamannya

Nezar Patria: Tantangan di Era AI Bukan Lagi Akses Informasi, tetapi Kedalamannya

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Waspada Modus Baru, Data Konsumen Diubah Pakai AI untuk Ajukan Paylater

Waspada Modus Baru, Data Konsumen Diubah Pakai AI untuk Ajukan Paylater

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Bahaya Deepfake AI: Dari Manipulasi Wajah Sultan hingga Krisis Kepercayaan

Bahaya Deepfake AI: Dari Manipulasi Wajah Sultan hingga Krisis Kepercayaan

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:45 WIB

Kemenekraf: AI Bisa Dorong Inovasi Produk dan Lahirkan Talenta Digital di Indonesia

Kemenekraf: AI Bisa Dorong Inovasi Produk dan Lahirkan Talenta Digital di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

AI Claude Diduga Dipakai Houthi Kembangkan Rudal dengan Jangkauan 2.000 Km

AI Claude Diduga Dipakai Houthi Kembangkan Rudal dengan Jangkauan 2.000 Km

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:29 WIB

Dunia Makin Terkoneksi: Kecerdasan Buatan Diproyeksi Hapus Hambatan Bahasa Lintas Negara

Dunia Makin Terkoneksi: Kecerdasan Buatan Diproyeksi Hapus Hambatan Bahasa Lintas Negara

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

AI Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan, Ini Solusi NEC Indonesia

AI Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan, Ini Solusi NEC Indonesia

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Terkini

Bahlil: Pertamina Selalu Diremehkan!

Bahlil: Pertamina Selalu Diremehkan!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:28 WIB

DPR Soroti Perundungan di Sekolah hingga Kampus, Pemerintah Diminta Segera Bergerak

DPR Soroti Perundungan di Sekolah hingga Kampus, Pemerintah Diminta Segera Bergerak

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:25 WIB

3 Urutan Skincare Malam Skintific untuk Tampilan Glass Skin, Wajah Bening Bercahaya

3 Urutan Skincare Malam Skintific untuk Tampilan Glass Skin, Wajah Bening Bercahaya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Gen Z Suka Code-Mixing, Memperkaya atau Justru Merusak Bahasa Indonesia?

Gen Z Suka Code-Mixing, Memperkaya atau Justru Merusak Bahasa Indonesia?

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Stasiun BNI City Makin Padat, Akses Pejalan Kaki dari Kawasan Karet Mulai Dibangun

Stasiun BNI City Makin Padat, Akses Pejalan Kaki dari Kawasan Karet Mulai Dibangun

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Alasan Kain Mikrofiber Sebaiknya Tidak Digunakan Lagi Setelah Terjatuh

Alasan Kain Mikrofiber Sebaiknya Tidak Digunakan Lagi Setelah Terjatuh

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Raih Medali Emas Panahan, Daffa Indika dan Dimas Maulana Kompak Angin Jadi Tantangan

Raih Medali Emas Panahan, Daffa Indika dan Dimas Maulana Kompak Angin Jadi Tantangan

Surakarta | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:08 WIB

Dikeroyok Perguruan Silat hingga 7 Tahun Koma, Kompol Aditia Menghembuskan Nafas Terakhir

Dikeroyok Perguruan Silat hingga 7 Tahun Koma, Kompol Aditia Menghembuskan Nafas Terakhir

Jawa Tengah | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:08 WIB

Jakarta Running Festival dan Konser Kanye West Beri Dampak Ekonomi Rp625 Miliar

Jakarta Running Festival dan Konser Kanye West Beri Dampak Ekonomi Rp625 Miliar

Video | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Prabowo Panggil Yusril Bahas Definisi Korupsi, Revisi UU Tipikor Mengemuka

Prabowo Panggil Yusril Bahas Definisi Korupsi, Revisi UU Tipikor Mengemuka

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:03 WIB

×