Komputer Jadi Terlalu Cerdas, Facebook Cabut Sambungan Listrik

Liberty Jemadu

Selasa, 01 Agustus 2017 | 06:07 WIB
Komputer Jadi Terlalu Cerdas, Facebook Cabut Sambungan Listrik
Ilustrasi robot dengan sistem kecerdasan buatan (Shutterstock).

Suara.com - Facebook dikabarkan telah mematikan paksa salah satu sistem kecerdasan buatannya setelah para teknisinya menemukan bahwa sistem komputer tersebut berkomunikasi dalam bahasa baru yang tak bisa dipahami oleh manusia.

Insiden itu memantik kekhawatiran akan potensi bahaya sistem kecerdasan buatan atau artificial inteligence (AI), seperti yang sudah diperingatkan oleh para pakar serta inovator seperti fisikawan Stephen Hawking, pendiri Microsoft, Bill Gates, dan CEO Tesla Elon Musk.

Peristiwa ini juga mengingatkan pada Skynet, sistem komputer jahat pada film "Terminator" yang mampu memicu perang nuklir dan menghancurkan peradaban manusia.

Seperti yang diwartakan Tech Times awal pekan ini, insiden itu memaksa tim teknisi Facebook mencabut sambungan listrik dari sistem AI itu, untuk mencegahnya menjadi terlalu cerdas dan tak bisa dikendalikan lagi.

Memang, sistem AI Facebook itu tidak seperti Skynet yang sudah mampu mencuri kendali komputer di seluruh dunia. Tetapi AI itu membuat para pakar khawatir karena ia mulai berkomunikasi menggunakan bahasa yang tak dipahami manusia.

Bob: "I can can I I everything else."

Alice: "Balls have zero to me to me to me to me to me to me to me to me to."

Baris percakapan di atas, tak ada artinya bagi manusia, meski kelihatannya menggunakan kata-kata dalam bahasa Inggris. Itu adalah conton percakapan mesin-mesin AI Facebook.

Awalnya sistem-sistem AI ini dibikin Facebook untuk bernegosiasi dengan manusia dan diajarkan untuk berbahasa Inggris sederhana. Tetapi belakangan, mereka menggunakan bahasa baru yang hanya dipahami oleh sistem-sistem AI itu saja.

Menurut para teknisi dan insinyur Facebook, sistem AI itu memang tak dibatasi untuk hanya menggunakan bahasa Inggris dan karenanya diduga sistem-sistem kecerdasan itu menciptakan bahasa sendiri, yang membuat sistem-sistem itu berkomunikasi lebih mudah dan cepat.

Melihat perkembangan yang tak terduga ini, para teknisi dan peneliti Facebook mematikan sistem AI itu dan kemudian melakukan pengaturan ulang agar sistem-sistem tersebut hanya boleh berbicara dalam bahasa Inggris.

Keputusan itu, menurut beberapa peneliti, sangat penting karena ketika AI berkomunikasi dalam bahasa atau sandi yang tak lagi bisa dipahami manusia maka manusia tak akan lagi bisa mengendalikan komputer dan kecerdasannya. Dengan kata lain, kecerdasan AI akan berkembang pesat tanpa bisa dikendalikan manusia.

Potensi bahaya AI sudah lama disuarakan oleh sejumlah peneliti pengusaha. Yang terbaru adalah Elon Musk, ketika dalam sebuah percakapan di Twitter mengkritik bos Facebook, Mark Zuckerberg, yang dia nilai tak menyadari bahaya AI.

"Saya pernah berbicara dengan Mark soal ini dan dari percakapan itu saya tahu pemahaman dia soal AI terbatas," tulis Musk dalam akun Twitternya.

Sementara pada awal Juli ini, dalam sebuah pertemuan dengan gubernur-gubernur di Amerika Serikat, Musk kembali menegaskan pentingnya membuat regulasi yang mengatur AI. Ia bahwa memperingatkan bahwa jika manusia telat mengatur soal pengembangan AI, maka bukan tidak mungkin manusia akan diperlakukan seperti kucing peliharaan oleh komputer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR Siapkan Jalur Cepat Pembentukan UU, Pembahasan Dibatasi Satu Masa Sidang

DPR Siapkan Jalur Cepat Pembentukan UU, Pembahasan Dibatasi Satu Masa Sidang

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:41 WIB

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Bill Gates Beri Peringatan Keras: 20 Tahun ke Depan Bakal Jadi Masa Paling Mencekam!

Bill Gates Beri Peringatan Keras: 20 Tahun ke Depan Bakal Jadi Masa Paling Mencekam!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Local Media Summit 2026 Dimulai, Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Era AI

Local Media Summit 2026 Dimulai, Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Era AI

Foto | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Indonesia dan Singapura Luncurkan Project NUSA dan Korika Demi Kedaulatan AI

Indonesia dan Singapura Luncurkan Project NUSA dan Korika Demi Kedaulatan AI

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Nezar Patria: Tantangan di Era AI Bukan Lagi Akses Informasi, tetapi Kedalamannya

Nezar Patria: Tantangan di Era AI Bukan Lagi Akses Informasi, tetapi Kedalamannya

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Waspada Modus Baru, Data Konsumen Diubah Pakai AI untuk Ajukan Paylater

Waspada Modus Baru, Data Konsumen Diubah Pakai AI untuk Ajukan Paylater

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Bahaya Deepfake AI: Dari Manipulasi Wajah Sultan hingga Krisis Kepercayaan

Bahaya Deepfake AI: Dari Manipulasi Wajah Sultan hingga Krisis Kepercayaan

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:45 WIB

Kemenekraf: AI Bisa Dorong Inovasi Produk dan Lahirkan Talenta Digital di Indonesia

Kemenekraf: AI Bisa Dorong Inovasi Produk dan Lahirkan Talenta Digital di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Terkini

Don't Disturb Me Farming: Love-Hate yang Dibalut Pertanian dan Peternakan

Don't Disturb Me Farming: Love-Hate yang Dibalut Pertanian dan Peternakan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:00 WIB

Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI

Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 15:59 WIB

KP2MI - Barantin Teken MoU, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran di Bandara dan Pelabuhan

KP2MI - Barantin Teken MoU, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran di Bandara dan Pelabuhan

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:59 WIB

Mutasi Besar-besaran Polri, 264 Perwira Bergeser: Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Mutasi Besar-besaran Polri, 264 Perwira Bergeser: Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:58 WIB

5 Hair Oil Terbaik untuk Atasi Rambut Rontok Mulai Rp40 Ribuan Biar Lebat Kembali!

5 Hair Oil Terbaik untuk Atasi Rambut Rontok Mulai Rp40 Ribuan Biar Lebat Kembali!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:58 WIB

Suket Penyetaraan SMA Gibran Tak Sah, Demokrat Pelajari Serius Pertimbangan Hukum MA

Suket Penyetaraan SMA Gibran Tak Sah, Demokrat Pelajari Serius Pertimbangan Hukum MA

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Ulasan On Your Wedding Day: Ketika Melepaskan Menjadi Cara untuk Mencintai

Ulasan On Your Wedding Day: Ketika Melepaskan Menjadi Cara untuk Mencintai

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Komisaris Krakatau Steel Tiba-tiba Mundur

Komisaris Krakatau Steel Tiba-tiba Mundur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 15:52 WIB

Atasi Tekstur Kasar: 5 Refining Serum untuk Kulit Wajah Mulus

Atasi Tekstur Kasar: 5 Refining Serum untuk Kulit Wajah Mulus

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:50 WIB

×