Baru Tiga Bulan, Tercatat 5 Juta Serangan Siber Eksploitasi

Dythia Novianty

Selasa, 12 September 2017 | 11:46 WIB
Baru Tiga Bulan, Tercatat 5 Juta Serangan Siber Eksploitasi
Ilustrasi malware. [Shutterstock]

Suara.com - Eksploitasi yang aktif dan berkeliaran bebas di dunia maya kini menjadi ancaman siber pada Q2 2017. Hanya dalam waktu 3 bulan, solusi Kaspersky Lab berhasil memblokir lebih dari lima juta serangan yang melibatkan eksploitasi dari arsip yang bocor di web.

Pertumbuhan eksploitasi tersebut mencapai puncaknya pada akhir kuartal, hal ini menunjukkan skala ancaman siber terus terjadi. Ini adalah temuan utama dari Laporan Kaspersky Lab tentang Malware Q2.

Eksploitasi adalah sejenis malware yang menggunakan bug di perangkat lunak, untuk menginfeksi perangkat dengan kode berbahaya tambahan seperti trojan perbankan, ransomware atau malware untuk spionase siber. Serangan yang dilakukan dengan bantuan eksploitasi termasuk yang paling efektif karena pada umumnya tidak memerlukan interaksi pengguna, dan mereka dapat mengirimkan kode berbahaya tanpa rasa curiga apapun dari pengguna.

Kuartal kedua di tahun 2017 mengalami gelombang besar kerentanan, yang beredar secara bebas, ini karena sejumlah eksploitasi telah bocor di web. Hal ini menyebabkan perubahan signifikan dalam lanskap ancaman siber.

Ditandai oleh aksi yang dilakukan oleh kelompok hacker Shadow Broker yang mempublikasikan arsip "Lost in Translation", yang berisi sejumlah besar eksploitasi untuk berbagai versi Windows.

Sebagian besar kerentanan ini sudah terprediksi sebelumnya dan sudah diamankan oleh Microsoft sebulan sebelum kejadian kebocoran. Tapi publikasi tersebut tetap menyebabkan konsekuensi yang cukup merugikan.

Jumlah rata-rata serangan per hari juga terus meningkat. Sebanyak 82 persen serangan terdeteksi dalam 30 hari terakhir di kuartal ini.

Kerusakan yang ditimbulkan oleh malware yang menggunakan eksploitasi dari arsip tersebut serta jumlah pengguna yang terinfeksi, tidak terhitung lagi jumlahnya. Wabah global ExPetr dan WannaCry menjadi contoh yang paling menonjol. Contoh lainnya adalah kerentanan CVE-2017-0199 di Microsoft Office, yang ditemukan pada awal April.

Jumlah pengguna yang terkena serangan tersebut mencapai puncaknya sebanyak 1,5 juta. Secara keseluruhan, 71 persen serangan terhadap pengguna ini memanfaatkan kerentanan CVE-2017-0199.

baca juga

"Lanskap ancaman Q2 kembali menjadi peringatan bahwa kurangnya kewaspadaan adalah salah satu bahaya siber paling signifikan. Sementara vendor menambal kerentanan secara teratur, tetapi masih saja banyak pengguna yang tidak memperhatikan hal ini, sehingga mengakibatkan serangan berskala besar begitu rentan terkena komunitas kerjahatan siber yang luas," ungkap Alexander Liskin, ahli keamanan di Kaspersky Lab, dalam keterangan resminya.

Statistik ancaman online lainnya di laporan Q2 2017 meliputi, 342,566,061 serangan berbahaya dari sumber online yang terletak di 191 negara pada Q2 2017, berhasil digagalkan. Jumlah ini berkurang dibandingkan periode sebelumnya, di mana terdeteksi 479,528,279 serangan berbahaya dari sumber online yang terletak di 190 negara pada Q1 2017.

Percobaan infeksi oleh malware yang bertujuan mencuri uang melalui akses online ke rekening bank ditemukan di 224,675 komputer milik pengguna. Jumlah ini pun berkurang, dibandingkan dengan Q1 2017 yang hanya ditemukan di 288,000 komputer milik pengguna.

Serangan crypto-ransomware berhasil di blokir pada 246,675 komputer khusus, dibandingkan Q1 2017 yang ditemukan pada 240,799 komputer.
Solusi anti-virus Kaspersky Lab berhasil mendeteksi sebanyak 185,801,8835 objek berbahaya dan unik yang berpotensi membahayakan pada Q2, dibandingkan sebanyak 174,989,956 objek berbahaya dan unik yang berpotensi membahayakan pada Q1.

Rata-rata, 17,26 persen komputer di dunia yang tersambung ke Internet, setidaknya pernah menghadapi serangan web yang menggunakan objek berbahaya sekelas malware.

Untuk mengurangi risiko terinfeksi, pengguna disarankan melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti selalu memperbaharui perangkat lunak yang terpasang di PC dan aktifkan fitur pembaruan otomatis jika tersedia.

Kemudian sedapat mungkin, pilihlah vendor perangkat lunak yang memiliki solusi yang handal dalam mengatasi permasalahan kerentanan. Periksa apakah vendor perangkat lunak tersebut memiliki program bounty bug terhadap solusi milik mereka.

Juga gunakan solusi keamanan yang kuat dan pastikan solusi tersebut terus diperbaharui.
Lakukan pemindaian sistem secara teratur untuk memeriksa kemungkinan infeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dituding Jadi Kaki Tangan Intel Rusia, Kaspersky Terlarang di AS

Dituding Jadi Kaki Tangan Intel Rusia, Kaspersky Terlarang di AS

Tekno | Kamis, 13 Juli 2017 | 15:35 WIB

Kaspersky Beri Solusi Hemat Baterai di Perangkat Android

Kaspersky Beri Solusi Hemat Baterai di Perangkat Android

Tekno | Senin, 10 Juli 2017 | 03:48 WIB

Serangan Mobile Malware di Q1/2017 Tercatat Naik Tiga Kali Lipat

Serangan Mobile Malware di Q1/2017 Tercatat Naik Tiga Kali Lipat

Tekno | Selasa, 20 Juni 2017 | 17:16 WIB

Terkini

Tanah Febrie Adriansyah Disita Tim 9, Pengacara: Dibeli 2013, Sebelum Perkara TPPU

Tanah Febrie Adriansyah Disita Tim 9, Pengacara: Dibeli 2013, Sebelum Perkara TPPU

News | Jum'at, 18 September 2026 | 16:06 WIB

Review Lagu Kamu Yang Kutunggu: Bukti Chemistry Romantis Rossa dan Afgan

Review Lagu Kamu Yang Kutunggu: Bukti Chemistry Romantis Rossa dan Afgan

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 16:02 WIB

bank bjb Masuk Fortune Indonesia 100 Tahun 2026, Bukti Konsistensi Transformasi dan Inovasi

bank bjb Masuk Fortune Indonesia 100 Tahun 2026, Bukti Konsistensi Transformasi dan Inovasi

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 16:00 WIB

Ulasan Film Istimewa: Kisah Perjuangan Anak Disabilitas yang Menginspirasi

Ulasan Film Istimewa: Kisah Perjuangan Anak Disabilitas yang Menginspirasi

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 16:00 WIB

Persaingan Ketat di Tengah Persebaya Jadi Energi Positif Gledson Paixao

Persaingan Ketat di Tengah Persebaya Jadi Energi Positif Gledson Paixao

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 16:00 WIB

Lagi! Penembakan di Sekolah Filipina, 2 Orang Tewas

Lagi! Penembakan di Sekolah Filipina, 2 Orang Tewas

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:59 WIB

Guru PPPK Jadi Penuh Waktu, DPR: Jangan Cuma Ubah Status, Tingkatkan Juga Mutu Pendidikan!

Guru PPPK Jadi Penuh Waktu, DPR: Jangan Cuma Ubah Status, Tingkatkan Juga Mutu Pendidikan!

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:58 WIB

10 Tahun Evolusi InstaView, Kulkas Tak Lagi Sekadar Tempat Simpan Makanan

10 Tahun Evolusi InstaView, Kulkas Tak Lagi Sekadar Tempat Simpan Makanan

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 15:51 WIB

Seperti Hilang Arah, 4 Novel Tema Keterasingan Ini Pertanyakan Eksistensi

Seperti Hilang Arah, 4 Novel Tema Keterasingan Ini Pertanyakan Eksistensi

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 15:50 WIB

Bukan Cuma Kesehatan! Muhammadiyah Ungkap Alasan Minta Rokok dan Vape Diberi Label Nonhalal

Bukan Cuma Kesehatan! Muhammadiyah Ungkap Alasan Minta Rokok dan Vape Diberi Label Nonhalal

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:43 WIB

×