Lab Antariksa Cina Jatuh Awal April, Akankah Hantam Indonesia?

Liberty Jemadu

Jum'at, 30 Maret 2018 | 05:00 WIB
Lab Antariksa Cina Jatuh Awal April, Akankah Hantam Indonesia?
Modul antariksa Cina, Tiangong-1 [AFP/Jiuquan Space Centre].

Suara.com - Laboratorium antariksa Cina, Tiangong-1, diperkirakan akan jatuh ke Bumi pada awal April besok dan wilayah Indonesia berisiko dihantam oleh wahana berbobot 8,5 ton, meski peluangnya sangat kecil.

Diluncurkan ke luar angkasa pada 2011, Tiangong-1 sebenarnya dirancang hanya untuk beroperasi hingga 2013. Tetapi setelah masa operasinya diperpanjang, modul tersebut mulai tak berfungsi optimal, dan Cina kehilangan kendali atasnya sejak 2016 lalu.

Alhasil Tiangong-1, yang berarti istana langit, dipastikan akan jatuh ke Bumi sekitar 1 atau 2 April mendatang, demikian kata Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Seperti yang dipantau Suara.com di situs Pemantauan benda jatuh antariksa Lapan, Kamis malam (29/3/2018), Tiangong-1 kini berada di ketinggian 196,82 kilometer dari permukaan laut.

"Berdasarkan kondisi kerapatan atmosfer yang dipengaruhi aktivitas matahari saat ini, diprakirakan Tiangong-1 akan jatuh sekitar 1-2 April 2018," tulis Thomas di akun Facebook resmiya.

"Dengan semakin rendahnya (posisi Tiangong-1), perkiraan waktunya akan semakin baik," jelas dia dalam obrolan dengan Suara.com via pesan pendek.

Ia menjelaskan bahwa objek antariksa seperti Tiangong-1 akan disebut jatuh ketika ketinggian sudah mencapai 120km. Dalam beberapa menit objek akan pecah dan terbakar. Pecahannya yq2akan jatuh di sepanjang orbit, pada rentang jarak puluhan sampai ratusan kilometer.

"Belum diketahui ukuran puing-puing yang akan jatuh ke Bumi. Sebagian besar akan terbakar habis di atmosfer," beber Thomas.

Sebelumnya jaringan pengawasan benda antariksa Amerika Serikat, Tiangong-1 akan jatuh di satu titik antara kordinat 43 derajat lintang utara dan 43 derajat lintang selatan. Indonesia termasuk dalam kawasan yang berpeluang dihantam Tiangong-1 dalam area ini.

"Melihat luasnya daerah yang dilintasi, peluangnya kecil jatuh di Indonesia. Tetapi masih ada kemungkinan juga jatuh di wilayah Indonesia," jelas Thomas lebih lanjut.

Peluang puing-puing wahana antariksa itu mengenai manusia memang sangat kecil, kurang dari satu berbanding 1 triliun. Sejauh ini baru ada satu laporan orang tewas akibat puing antariksa, yakni ketika Lottie Williams di Tusla, Oklahoma, AS dihantam sebuah logam sepanjang 6 inci dari roket Delta II pada 1997 silam.

Selain puing-puingnya, yang berbahaya dari Tiangong-1 adalah zat kimia beracun hydrazine yang dikandungnya. Jika terpapar pada mahluk hidup, maka zat itu bisa sangat berbahaya.

Jatuhnya puing antariksa ke Bumi sebenarnya sudah biasa. Pada 1991 silam, wahana antariksa Uni Soviet bernama Salyut 7 dan Cosmos 1686 jatuh ke Bumi. Dua wahana yang masih tersambung itu, dengan bobot total 40 ton, pecah di atas Argentina. Puing-puingnya bertebaran di atas kota Capitan Bermudez.

Pada 1979 sebuah stasiun antariksa Amerika Serikat bernama Skylab juga jatuh ke Bumi. Pecahan puing-puingnya berceceran di sekitar Perth, Australia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lengkapi Stasiun Luar Angkasa Tiangong, China Luncurkan Satelit Komunikasi Baru

Lengkapi Stasiun Luar Angkasa Tiangong, China Luncurkan Satelit Komunikasi Baru

Tekno | Jum'at, 15 Juli 2022 | 12:04 WIB

Terkini

43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard

43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard

Tekno | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:04 WIB

47 Kode Redeem FF Terbaru 13 Juni 2026: Panen 200 DM Gratis dan SG2

47 Kode Redeem FF Terbaru 13 Juni 2026: Panen 200 DM Gratis dan SG2

Tekno | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:51 WIB

3 HP AI Harga 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Fitur Pintar Melimpah Buat Dana Mepet

3 HP AI Harga 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Fitur Pintar Melimpah Buat Dana Mepet

Tekno | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:35 WIB

Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global

Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:58 WIB

Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G

Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:24 WIB

Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global

Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:57 WIB

7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega

7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:16 WIB

4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026

4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:43 WIB

HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits

HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:59 WIB

Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN

Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:47 WIB