Teruji Sudah: Plastik Bisa Didaur Ulang Tak Terbatas

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 31 Mei 2018 | 14:53 WIB
Teruji Sudah: Plastik Bisa Didaur Ulang Tak Terbatas
Sampah plastik bisa didaur ulang tanpa batas [Shutterstock].

Suara.com - Berdasar keterangan Science.org, pada 2017 hanya sekitar 10 persen plastik berhasil didaur ulang.  Rupanya, untuk mengolah kembali dibutuhkan proses degradasi dan serangkaian reaksi kimia yang menjadikan proses kurang efisien. Inilah hambatannya.

Plastik berkemampuan bisa terurai atau biodegradable memang populer beberapa tahun terakhir. Sayangnya, proses ini hanya sukses jika ada mikroba yang tepat. Ujung-ujungnya, malah menumpuk di atas permukaan tanah atau mengambang di lautan.

Michael Shaver, pakar kimia polimer di University of Edinburgh, Skotlandia menyatakan bahwa polimer adalah rantai panjang molekul kecil, yang disebut monomer, dan terhubung satu sama lain seperti manik-manik pada tali.

Monomer yang membutuhkan suhu ekstrem atau terlalu banyak zat kimia untuk menjalin sebuah polimer bukan tergolong materi praktis. Karena polimer yang dihasilkan harus stabil hingga suhu yang cukup tinggi tidak membuatnya rusak.

"Gambarannya, bila kopi panas dituangkan ke cangkir yang terbuat dari hasil daur ulang ini rantai polimernya tidak rusak dan plastik tidak meleleh," imbuhnya.

Selaras pandangan Shaver, Jianbo Zhu, pakar polimer  kimia dari Colorado State University di Fort Collins, Amerika Serikat, beserta beberapa rekannya melakukan serangkaian penelitian untuk menciptakan polimer yang dapat dipecah menjadi molekul awal.

Sayangnya, plastik karya tim mereka terlalu lunak dan peka suhu sehingga kurang bisa digunakan untuk penggunaan sehari-hari.

Lalu dibuatlah pengujian berikutnya, di mana mereka memperkuat molekul agar lebih kuat. Hasilnya bisa kaku atau anti leleh dengan cara mengubah rantai polimer lebih tahan panas. Kemudian saat terkena bahan kimia ringan tertentu atau panas yang cukup tinggi, polimer terdegradasi kembali menjadi monomer.

Siklus ini berhasil dilakukan beberapa kali, dan membuktikan pernyataan bahwa polimer bisa didaur ulang tanpa batas.

baca juga

"Kuncinya adalah mencampur dua bentuk monomer yang berbeda untuk menciptakan plastik yang lebih kuat," jelas Zhu.  "Karena setiap monomer yang terikat pada bentuk tertentu, tidak semuanya memiliki bentuk serupa, meskipun terbuat dari susunan kimia yang sama. Untuk itu mesti dicampur."

Kelak, susunan polimer plastik jenis ini bakal digunakan untuk pembuatan produk-produk yang bisa didaur ulang tanpa batas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Upaya Kementerian PUPR Kurangi Sampah Plastik di Labuan Bajo

Ini Upaya Kementerian PUPR Kurangi Sampah Plastik di Labuan Bajo

Bisnis | Sabtu, 28 April 2018 | 15:35 WIB

Yuk, Buktikan Cinta Pada Bumi dengan Kurangi Sampah Plastik

Yuk, Buktikan Cinta Pada Bumi dengan Kurangi Sampah Plastik

Lifestyle | Kamis, 19 April 2018 | 15:30 WIB

Tahun 2050, Sampah Plastik di Laut Lebih Banyak Daripada Ikan

Tahun 2050, Sampah Plastik di Laut Lebih Banyak Daripada Ikan

Lifestyle | Kamis, 19 April 2018 | 11:59 WIB

Terkini

BRI Jadi Penggerak KUR Perumahan, Pemerintah Beri Apresiasi untuk Program 3 Juta Rumah

BRI Jadi Penggerak KUR Perumahan, Pemerintah Beri Apresiasi untuk Program 3 Juta Rumah

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:19 WIB

Mayoritas Depot Air Minum Isi Ulang Tak Kantongi Sertifikat Layak, Bahkan Tercemar E-Coli

Mayoritas Depot Air Minum Isi Ulang Tak Kantongi Sertifikat Layak, Bahkan Tercemar E-Coli

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:16 WIB

Synology DP5200 Hadirkan AI dan Skalabilitas Tinggi untuk Tantang Dominasi Sistem Tape Tradisional

Synology DP5200 Hadirkan AI dan Skalabilitas Tinggi untuk Tantang Dominasi Sistem Tape Tradisional

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:16 WIB

Modifikasi Yamaha XSR 155 Bergaya Jubei Yagyu Milik Ladies Biker yang Curi Perhatian

Modifikasi Yamaha XSR 155 Bergaya Jubei Yagyu Milik Ladies Biker yang Curi Perhatian

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:15 WIB

IHSG Mulai Terbang Pada Rabu Pagi, Masih Bergerak ke Level 6.100

IHSG Mulai Terbang Pada Rabu Pagi, Masih Bergerak ke Level 6.100

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:13 WIB

BPR BKK Jateng Buka Akses Kredit bagi Calon PMI ke Korea Selatan, Peluang Kerja Tak Lagi Terhambat

BPR BKK Jateng Buka Akses Kredit bagi Calon PMI ke Korea Selatan, Peluang Kerja Tak Lagi Terhambat

Jawa Tengah | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:12 WIB

Resmi Latih Italia, Roberto Mancini Dibuat Frustasi oleh Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia

Resmi Latih Italia, Roberto Mancini Dibuat Frustasi oleh Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:09 WIB

Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret

Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:59 WIB

Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun

Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:58 WIB

BUKA Kantongi Pendapatan Rp 4 T di Semester I 2026, Ditopang Segmen Gaming

BUKA Kantongi Pendapatan Rp 4 T di Semester I 2026, Ditopang Segmen Gaming

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:58 WIB

×