Kominfo Temukan 300 Hoaks Selama Februari 2019

Liberty Jemadu
Kominfo Temukan 300 Hoaks Selama Februari 2019
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara berbicara di Universitas Gadjah Mada, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/2/2019). [Antara/Andreas Fitri Atmoko]

Hoaks di Tanah Air didominasi oleh isu politik menjelang pemilu pada April mendatang.

Suara.com - Sebanyak lebih dari 300 informasi hoaks berhasil terdeteksi pada Februari 2019, demikian dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang, NTT, Selasa (26/3/2019).

"Penyebaran hoaks sangat cepat saat ini. Pada Februari jumlah hoaks yang menyebar mencapai 300an," kata Rudiantara dalam kuliah umum tersebut.

Rudiantara mengatakan pada Januari 2019, jumlah hoaks yang berhasil dicatat oleh Kemenkominfo mencapai 175. Penyebaran hoaks kata Rudiantara meningkat dari sebelumnya hanya tujuh persen menjadi 13 persen dan didominasi isu politik jelang Pemilu 2019.

"Hoaks yang menyebar itu bervariasi, mulai dari hoaks tentang Pak Joko Widodo dan juga ada hoaks tentang Pak Prabowo," tuturnya.

Dalam kesempatan kuliah umum itu ia juga memberikan contoh atau ciri-ciri hoaks yang sering menyebar di media sosial semacam WhatsApp, Facebook, atau Twitter.

"Ciri-ciri hoaks itu yang pertama tidak jelas siapa yang mengirim, karena suka diambil dari postingan yang akunnya tidak jelas juga," ujar dia.

Kemudian mengatasnamakan kelompok atau golongan tertentu yang paling banyak lagi tertulis ajakan "ayo viralkan" atau "ayo sebarkan".

"Jika menerima hal-hal seperti itu jangan diteruskan. Di samping itu menerima informasi hoaks saja kita rugi, karena saat membuka video otomatis pulsa kita tersedot karena harus membayarnya," ujar dia.

Karena itu ia mengajak semua mahasiswa di kota itu untuk bersama-sama memberantas hoaks dengan tidak ikut menyebarkannya kepada sesama teman atau sekitarnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS