Ini Penjelasan Mengapa Suhu Sekitar Terasa Dingin Meski Kemarau

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Rabu, 07 Agustus 2019 | 15:10 WIB
Ini Penjelasan Mengapa Suhu Sekitar Terasa Dingin Meski Kemarau
Dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah. Sebagai ilustrasi [ANTARA].

Suara.com - Belakangan ini, suhu udara di pagi hari terasa lebih dingin meski telah memasuki musim kemarau. Dan peristiwa penurunan suhu ini terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Khususnya Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, yang disebabkan oleh cukup sedikitnya kandungan uap air di atmosfer.

Menurut BMKG, hal ini terlihat dari tutupan awan yang tidak signifikan selama beberapa waktu terakhir. Uap air dan air adalah zat yang cukup efektif dalam menyimpan energi panas, sehingga rendahnya kandungan uap air di atmosfer menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan Bumi ke luar angkasa pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer dan energi yang digunakan untuk meningkatkan suhu atmosfer tidak signifikan.

Hasil foto kamera Realme 3 Pro ketika diuji pada Selasa malam (30/4/2019) di Jakarta. [Suara.com/Tivan Rahmat]
Sebagai ilustrasi suasana malam hari di Jakarta saat musim kemarau. [Suara.com/Tivan Rahmat]

Hal ini menyebabkan suhu udara di Indonesia saat malam hari di musim kemarau relatif lebih rendah dibandingkan saat musim hujan.

Tak hanya itu, faktor lainnya juga datang dari Australia karena pada Juli hingga Agustus negara ini mengalami musim dingin. Mengingat lokasinya berada di Bagian Bumi Selatan (BBS) dengan perjalanan musim berlawanan dengan Bagian Bumi Utara (BBU) yang saat ini mengalami musim panas atau summertime.

"Sifat dari massa udara yang berada di Australia ini dingin dan kering. Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia semakin signifikan," jelas Hary Tirto Djatmiko, Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, kepada Suara.com

Lebih lanjut, suhu dingin di malam hari dan embun beku di daerah dataran tinggi lebih disebabkan oleh kondisi meteorologis dan musim kemarau yang saat ini tengah berlangsung.

Meski musim kemarau, umumnya suhu udara memang menjadi lebih dingin, dan permukaan Bumi lebih kering sehingga panas Matahari lebih banyak terbuang ke angkasa. Selain itu, kandungan air dalam tanah juga menipis dan rendahnya kelembapan udara karena uap air di udara sangat sedikit jumlahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berentetan hingga Gempa Banten, Benarkah Gempa Bisa Menjalar?

Berentetan hingga Gempa Banten, Benarkah Gempa Bisa Menjalar?

Tekno | Selasa, 06 Agustus 2019 | 07:15 WIB

Efek Musim Kemarau, Kualitas Udara Kian Menurun

Efek Musim Kemarau, Kualitas Udara Kian Menurun

News | Senin, 05 Agustus 2019 | 15:30 WIB

Gempa Banten, BMKG Sebut Wajar Jika Ada Warga Masih Mengungsi karena Trauma

Gempa Banten, BMKG Sebut Wajar Jika Ada Warga Masih Mengungsi karena Trauma

News | Sabtu, 03 Agustus 2019 | 19:42 WIB

Terkini

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19 WIB

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:18 WIB

Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil

Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil

Bekaci | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:16 WIB

Cari Kerja Susah Malah Disuruh Wirausaha, Dikira Dagang Gak Pakai Duit?

Cari Kerja Susah Malah Disuruh Wirausaha, Dikira Dagang Gak Pakai Duit?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:15 WIB

×