Misi Baru, Ilmuwan Pinta NASA Targetkan Encelandus Jadi Tujuan Berikutnya

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 08 April 2020 | 12:00 WIB
Misi Baru, Ilmuwan Pinta NASA Targetkan Encelandus Jadi Tujuan Berikutnya
Logo NASA. [Shutterstock]

Suara.com - Pada Juni 2019 lalu, NASA mengincar bulan terbesar Saturnus, Titan, untuk misi menganalisa permukaan, memeriksa lokasi, hingga mengamati cuaca Titan dengan mengirimkan pendarat mirip drone.

Terbaru, para ilmuwan sekarang meminta NASA untuk menargetkan bulan terbesar keenam Saturnus, Enceladus, untuk mencari tanda-tanda kehidupan.

Enceladus sebagian besar diselimuti oleh es, membuat satelit alami ini menjadi salah satu benda langit paling reflektif di tata surya. Pada 2005, wahana antariksa Cassini mulai melakukan beberapa penerbangan lintas di Enceladus, yang berhasil mengungkapkan permukaan dan lingkungannya secara lebih rinci.

Selama misi tersebut, Cassini mengungkapkan bahwa Enceladus memiliki lautan yang tersembunyi di bawau kerak esnya. Penyelidikan ini juga menemukan bahwa Enceladus mengeluarkan plume atau semburan yang mengandung bahan dari lautan itu ke luar angkasa. Semburan tersebut adalah alasan utama mengapa para ilmuwan ingin mengirim pesawat luar angkasa khusus untuk misi mengunjungi Enceladus.

"Enceladus adalah satu-satunya lingkungan layak huni yang saat ini dikonfirmasi di luar Bumi, itu satu-satunya dunia yang memenuhi persyaratan kanonik untuk dapat dihuni," ucap Amanda Hendrix, seorang ilmuwan planet di Planetary Science Institute, seperti dikutip laman Space.com, Rabu (8/4/2020).

Dalam presentasinya yang dikoordinasikan oleh National Academy of Sciences pada 31 Maret, Hendrix mengatakan bahwa langkah selanjutnya adalah mencari tanda kehidupan di material laut Enceladus. Ilmuwan memperkirakan itu bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan, mengingat bulan itu mengeluarkan material lautnya ke luar angkasa.

Alasan paling utama yang membedakan Enceladus dari objek langit yang memiliki laut dan es lainnya di tata surya adalah semburan di dekat kutub selatan Enceladus. Dengan semburan itu, para ilmuwan tidak perlu membangun pesawat luar angkasa yang dapat mendarat dan menembus cangkang es untuk mempelajari lautan yang tersembunyi.

"Ini adalah pendapat pribadi saya, tetapi jika kita mencari tanda kehidupan di tata surya dan kita memiliki lautan di luar sana yang memuntahkan isinya sendiri ke luar angkasa, itu membuatnya menjadi semakin mudah bagi kita," tambah Hendrix.

Pesawat antariksa yang bertugas eksplorasi planet Saturnus, Cassini. [Shutterstock]
Pesawat antariksa yang bertugas eksplorasi planet Saturnus, Cassini. [Shutterstock]

Meskipun semburan Enceladus membuat lautnya lebih mudah diakses oleh wahana antariksa, tetapi bagian dalam bulan tetap terisolasi. Sehingga jika memang ada kehidupan di dalam lautnya yang tersembunyi, para ilmuwan tetap harus mengirimkan pesawat luar angkasa untuk memeriksa bagian dalam.

baca juga

Walau begitu, para ilmuwan menilai misi ke Enceladus patut dilakukan, terlepas dari apa hasil penemuan nanti. Misi ini tentu akan memberikan penemuan-penemuan baru tentang Enceladus.

Para ilmuwan berpendapat bahwa Enceladus harus menjadi target untuk putaran berikutnya dari ukuran misi yang sama seperti misi Dragonfly ke Titan, misi Juno ke Jupiter, dan misi New Horizons ke Pluto serta Sabuk Kuiper.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

NASA Ungkap Rencana Bikin Markas di Bulan

NASA Ungkap Rencana Bikin Markas di Bulan

Tekno | Selasa, 07 April 2020 | 11:30 WIB

Begini Cara NASA Temukan Ide Kreatif Perangi Virus Corona

Begini Cara NASA Temukan Ide Kreatif Perangi Virus Corona

Tekno | Senin, 06 April 2020 | 12:45 WIB

Mantan Astronot NASA Sebut COVID-19 Lebih Berbahaya daripada Misi Antariksa

Mantan Astronot NASA Sebut COVID-19 Lebih Berbahaya daripada Misi Antariksa

Tekno | Senin, 06 April 2020 | 10:36 WIB

NASA Kerahkan Pegawainya Bantu Lawan COVID-19

NASA Kerahkan Pegawainya Bantu Lawan COVID-19

Tekno | Minggu, 05 April 2020 | 12:28 WIB

Canggih! Temani Robot Perseverance di Mars, NASA Akan Kirim Mini Helikopter

Canggih! Temani Robot Perseverance di Mars, NASA Akan Kirim Mini Helikopter

Tekno | Sabtu, 04 April 2020 | 07:35 WIB

Pesan Rahasia Ini Dibawa Robot Penjelajah NASA ke Mars

Pesan Rahasia Ini Dibawa Robot Penjelajah NASA ke Mars

Tekno | Jum'at, 03 April 2020 | 12:30 WIB

Terkini

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:23 WIB

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:05 WIB

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:27 WIB

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:25 WIB

×