Ditemukan Spesies Baru Kelelawar, Sepupu Jauh Penyebab Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 24 April 2020 | 14:09 WIB
Ditemukan Spesies Baru Kelelawar, Sepupu Jauh Penyebab Covid-19
Ilustrasi kelelawar. [Kelelawar].

Suara.com - Para ilmuwan menemukan empat spesies baru kelelawar Afrika yang sementara waktu disebut sebagai kelelawar berhidung daun (leaf-nosed bats).

Meski belum dideskripsikan dengan baik, kelelawar ini diketahui sebagai sepupu kelelawar tapal kuda (horseshoe bats) yang disebut sebagai sumber wabah Covid-19.

Empat spesies baru kelelawar ini disebut berhidung daun karena lipatan kulit di sekitar lubang hidung hewan itu yang berfungsi sebagai radah makanan saat berburu.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ZooKeys ini menyebutkan bahwa kelelawar tersebut tinggal di seluruh Afrika, Asia, dan Australasia. Namun, kelelawar di Afrika yang paling jarang diteliti karena konflik politik di daerah tersebut.

Para ahli mencoba untuk melihat lebih dekat garis keturunan kelelawar Afrika dan melakukan studi genetik yang didasarkan pada spesimen museum yang telah dikumpulkan. Hasil menyebutkan bahwa dalam beberapa kasus yang sebelumnya dianggap sebagai spesies kelelawar yang tersebar luas ternyata adalah beberapa spesies yang berbeda secara genetik namun terlihat serupa.

Meskipun tidak terkait langsung dengan pandemi Covid-19, kelelawar berhidung daun diketahui membawa jenis virus Corona lainnya yang masih belum diteliti secara mendalam.

Spesies Baru Kelelawar. [B.D. Patterson, Field Museum/Eurekalert]
Spesies Baru Kelelawar. [B.D. Patterson, Field Museum/Eurekalert]

"Kelelawar berhidung daun yang ditemukan ini tidak membawa penyakit yang bermasalah hari ini, tetapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Dan kita masih kekurangan wawasan tentang jumlah spesies kelelawar yang ada," ucap Terry Demos, seorang peneliti di laboratorium Patterson dan penulis utama penelitian ini, seperti dilansir laman IFL Science, Jumat (24/4/2020).

Ada lebih dari 1.400 spesies kelelawar tetapi seperempatnya hanya ditemukan dalam 15 tahun terakhir. Kesenjangan dalam catatan ekologis ini menunjukkan bahwa manusia masih minim dengan pengetahuan tentang kelelawar, seperti bagaimana spesies berevolusi, tempat tinggal, hingga hubungan dengan dunia di sekitarnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Duga Virus Corona Covid-19 Sudah Ada Sejak September 2019

Peneliti Duga Virus Corona Covid-19 Sudah Ada Sejak September 2019

Health | Sabtu, 18 April 2020 | 13:17 WIB

Selain Corona Covid-19, Studi Temukan Kelelawar AS Bisa Sebabkan Virus Lain

Selain Corona Covid-19, Studi Temukan Kelelawar AS Bisa Sebabkan Virus Lain

Health | Sabtu, 18 April 2020 | 09:00 WIB

Ilmuwan Klaim Anjing Liar Pemakan Kelelawar Picu Penularan Corona Covid-19

Ilmuwan Klaim Anjing Liar Pemakan Kelelawar Picu Penularan Corona Covid-19

Health | Jum'at, 17 April 2020 | 16:20 WIB

Temuan Peneliti, Ternyata Ada 6 Virus Corona Baru di Tubuh Kelelawar

Temuan Peneliti, Ternyata Ada 6 Virus Corona Baru di Tubuh Kelelawar

Health | Kamis, 16 April 2020 | 13:58 WIB

Anjing Liar Bisa Tularkan Virus Corona Covid-19, Begini Dugaan Peneliti!

Anjing Liar Bisa Tularkan Virus Corona Covid-19, Begini Dugaan Peneliti!

Health | Rabu, 15 April 2020 | 19:02 WIB

Bukan Kelelawar, Peneliti Sebut Virus Corona Bisa Saja Berasal dari Ular

Bukan Kelelawar, Peneliti Sebut Virus Corona Bisa Saja Berasal dari Ular

Health | Kamis, 09 April 2020 | 13:45 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×