Temuan Ini Bisa Prediksi Tsunami di Indonesia

Dythia Novianty | Suara.com

Senin, 27 April 2020 | 06:30 WIB
Temuan Ini Bisa Prediksi Tsunami di Indonesia
Ilustrasi tsunami (Shutterstock)

Suara.com - Longsoran tanah yang berada di bawah air berusia sejak jutaan tahun lalu, memungkinkan para ilmuwan Inggris untuk mengidentifikasi potensi risiko tsunami baru di Indonesia.

Tim peneliti, yang dipimpin oleh Universitas Heriot-Watt di Edinburgh, mengatakan temuan itu memperingatkan masyarakat yang tinggal di pesisir Indonesia tanpa peringatan tsunami atau sistem mitigasi, bisa berisiko dari tsunami yang ditimbulkan oleh tanah longsor serupa.

Area berisiko termasuk situs yang diusulkan untuk ibukota Indonesia baru di pulau Kalimantan. Lebih dari 4.000 orang di seluruh negeri telah meninggal dalam dua tahun terakhir sendirian dari tsunami Teluk Palu dan Anak Krakatau.

Episentrum tsunami pada 2004 yang menewaskan sekitar 230.000 orang di beberapa negara berbeda, berada di lepas pantai pulau Sumatra, Indonesia, sebagai yang paling parah terkena dampaknya.

Sekarang, para ilmuwan yang memeriksa dasar laut di Selat Makassar antara pulau-pulau Kalimantan dan Sulawesi, telah menemukan bukti 19 tanah longsor kuno yang menurut mereka dapat membantu memprediksi risiko tsunami saat ini.

Sebagian besar tsunami disebabkan oleh gempa bumi yang besar, tetapi tanah longsor bawah laut juga dapat memicu gelombang yang menghancurkan, seperti yang terjadi pada 2018 di Sulawesi.

Peneliti Rachel Brackenridge mengatakan telah menemukan bukti tanah longsor kapal selam yang terjadi lebih dari 2,5 juta tahun. Longsoran tanah ini terjadi setiap 160.000 tahun atau lebih dan ukurannya sangat beragam.

"Tanah longsor terbesar terdiri dari 600 kilometer kubik sedimen, sedangkan yang terkecil yang kami identifikasi adalah lima kilometer kubik,” kata Brackenridge dilansir laman Metro.co.uk, Senin (27/4/2020).

Puing-puing yang dihasilkan oleh tanah longsor terbesar yang diidentifikasi akan memenuhi Sydney Sydney 1.000 kali lipat. Brackenridge mengatakan bahwa tim memetakan di bawah dasar laut menggunakan data seismik.

"Kita bisa melihat dasar laut yang berlapis dan teratur, lalu ada sedimen besar yang tampak semrawut. Kita dapat mengetahui dari karakteristik internal bahwa sedimen ini tumpah ke lereng dengan cara yang cepat dan bergejolak. Ini seperti longsoran bawah laut," terangnya.

Sementara itu, Uisdean Nicholson, memimpin penelitian di Universitas Heriot-Watt, mengatakan arus kuat yang mengalir melalui selat dapat menjelaskan peristiwa prasejarah dan potensi longsor lebih lanjut di bawah air.

"Arus bertindak sebagai sabuk konveyor, mengangkut sedimen dari Delta Mahakam dan membuangnya di lereng benua bagian atas ke selatan, membuat dasar laut lebih curam, lebih lemah dan lebih mungkin untuk runtuh. Kami memperkirakan peristiwa tsunamigenik terbesar, yang menggantikan 100 kilometer kubik, terjadi setiap 500.000 tahun," jelasnya.

Indonesia memiliki langkah-langkah mitigasi, dia menambahkan, dan peringatan dini di berbagai tempat di Indonesia. Sayangnya, tidak pada daerah yang akan terkena dampak gelombang tsunami yang ditimbulkan oleh tanah longsor ini.

Haerudin, lelaki berusia 39 tahun warga Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, korban tsunami. [Suara.com/Muhamad Yasir]
Haerudin, lelaki berusia 39 tahun warga Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, korban tsunami. [Suara.com/Muhamad Yasir]

Menurtunya, termasuk kota Balikpapan dan Samarinda, yang memiliki populasi gabungan lebih dari 1,6 juta orang. Peristiwa semacam itu dapat dikonsentrasikan dan diperkuat oleh Teluk Balikpapan, situs yang dipilih untuk ibu kota baru Indonesia.

"Langkah kami selanjutnya adalah mengukur risiko di daerah ini dengan membangun berbagai model numerik kejadian tanah longsor dan generasi tsunami. Ini dapat membantu kami memprediksi ukuran ambang yang menyebabkan tsunami berbahaya dan membantu menginformasikan strategi mitigasi apa pun,” kata Nicholson.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Canggih, Alat Tes Covid-19 Ini Bisa Diagnosis Kurang dari 2 Jam

Canggih, Alat Tes Covid-19 Ini Bisa Diagnosis Kurang dari 2 Jam

Tekno | Minggu, 26 April 2020 | 06:30 WIB

Empat Orang Ini Mengaku Penjelajah Waktu

Empat Orang Ini Mengaku Penjelajah Waktu

Tekno | Kamis, 23 April 2020 | 12:33 WIB

Ilmuwan Sebut Wabah Pertama Covid-19 Mungkin Tersebar Lebih Awal

Ilmuwan Sebut Wabah Pertama Covid-19 Mungkin Tersebar Lebih Awal

Tekno | Rabu, 22 April 2020 | 12:00 WIB

Diuji ke Manusia Besok, Vaksin Covid-19 Ditargetkan Tersedia September

Diuji ke Manusia Besok, Vaksin Covid-19 Ditargetkan Tersedia September

Tekno | Rabu, 22 April 2020 | 10:59 WIB

Ilmuwan Turki Gandeng AS Kembangkan Proyek Obat Virus Corona

Ilmuwan Turki Gandeng AS Kembangkan Proyek Obat Virus Corona

Tekno | Selasa, 21 April 2020 | 07:00 WIB

Covid-19 Belum Usai, Ilmuwan Sebut Dunia Waspadai Pandemi Lain

Covid-19 Belum Usai, Ilmuwan Sebut Dunia Waspadai Pandemi Lain

Tekno | Senin, 20 April 2020 | 12:00 WIB

Terkini

3 HP POCO Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Terbaru Ada C81 Pro dengan Baterai Jumbo

3 HP POCO Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Terbaru Ada C81 Pro dengan Baterai Jumbo

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:38 WIB

Telkomsel Digiland Run 2026 Sold Out, 12.500 Peserta Nikmati Lari Berbasis 5G dan AI

Telkomsel Digiland Run 2026 Sold Out, 12.500 Peserta Nikmati Lari Berbasis 5G dan AI

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:05 WIB

Indosat Gandeng NVIDIA, Gaspol AI Nasional

Indosat Gandeng NVIDIA, Gaspol AI Nasional

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:55 WIB

28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Mei 2026: Trik F2P Bobol Event TOTS Dapat Pemain Meta

28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Mei 2026: Trik F2P Bobol Event TOTS Dapat Pemain Meta

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:10 WIB

27 Kode Redeem FF Terbaru 6 Mei 2026: Intip Emote Sepeda Ninja dan Jadwal Lelang Evo Eclipse

27 Kode Redeem FF Terbaru 6 Mei 2026: Intip Emote Sepeda Ninja dan Jadwal Lelang Evo Eclipse

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:10 WIB

Terpopuler: 13 HP Infinix Murah RAM Besar, Bocoran Fitur iPhone 18 Pro Beredar

Terpopuler: 13 HP Infinix Murah RAM Besar, Bocoran Fitur iPhone 18 Pro Beredar

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:10 WIB

Redmi Watch 6 Meluncur di Pasar Global: Harga Sejutaan, Baterai Tahan Lama

Redmi Watch 6 Meluncur di Pasar Global: Harga Sejutaan, Baterai Tahan Lama

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 05:30 WIB

40 Kode Redeem FC Mobile Aktif 5 Mei 2026, Hadiah Pemain MLS hingga Gems Gratis

40 Kode Redeem FC Mobile Aktif 5 Mei 2026, Hadiah Pemain MLS hingga Gems Gratis

Tekno | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:05 WIB

71 Kode Redeem FF Max Terbaru 5 Mei 2026: Raih Item Gintama dan Gloo Wall Gratis

71 Kode Redeem FF Max Terbaru 5 Mei 2026: Raih Item Gintama dan Gloo Wall Gratis

Tekno | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng

5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng

Tekno | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:45 WIB