Ilmuwan Temukan Bukti Pertama Kematian Akibat Meteorit Jatuh

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 29 April 2020 | 06:32 WIB
Ilmuwan Temukan Bukti Pertama Kematian Akibat Meteorit Jatuh
Ilustrasi meteor sedang memasuki atsmofer Bumi (Shutterstock).

Suara.com - Para ilmuwan berhasil menemukan bukti pertama yang kredibel tentang kematian seseorang akibat meteorit.

Pada 22 Agustus 1888, menurut beberapa dokumen yang ditemukan di Direktorat Jenderal Arsip Negara Kepresidenan Turki, sebuah meteorit jatuh hingga menewaskan satu orang dan melumpuhkan orang lain di tempat yang sekarang bernama Sulaymaniyah di wilayah Kurdistan, Irak.

Menurut para ilmuwan, ini merupakan bukti kematian pertama yang diketahui oleh serangan meteorit dan hal itu menginsyaratkan mungkin ada lebih banyak bukti atau catatan di luar sana.

Menurut NASA, sedikitnya ada 822 kejadian hujan meteor yang mencapai Bumi sejak 1988. Para ilmuwan percaya bahwa kemungkinan rata-rata ada 17 meteor yang jatuh ke permukaan Bumi setiap hari.

Karena itu, para ahli berpikir bahwa seseorang entah di mana mungkin ada yang terbunuh oleh puing-puing luar angkasa tersebut, tetapi anehnya tidak ada catatan sejarah mengenai hal itu.

Bahkan, meteorit raksasa Chelyabinsk yang meledak di atmosfer Bumi pada 2013 dan menghujani permukaan Bumi dengan bongkahan batu seberat hingga 654 kilogram, tidak membunuh siapapun.

Menurut sebuah makalah pada 1951 yang diterbitkan dalam Popular Astronomy, kesulitan untuk memberikan bukti sejarah disebabkan karena kurangnya bukti material yang terlibat dalam kecelakaan itu.

Hingga saat ini, kematian yang disebabkan oleh meteorit jarang terjadi. Satu-satunya korban serangan meteorit yang dikonfirmasi adalah seorang perempuan bernama Ann Hodges, yang sedang tidur siang di rumahnya pada 1954 dan batu meteor jatuh ke atap rumahnya hingga mengenai pinggangnya. Batu tersebut telah dikonfirmasi berasal dari luar angkasa.

Walaupun tidak ada bukti fisik untuk memverifikasi kematian pertama di tahun 1888, para ilmuwan menemukan dokumen yang sangat meyakinkan. Tim ahli menemukan tiga dokumen terpisah yang menggambarkan kejadian tersebut.

baca juga

Dokumen itu telah dipindahkan ke arsip digital dan awalnya ditulis dalam bahasa Turki Utsmani yang sulit diterjemahkan, menjadikannya salah satu alasan mengapa dokumen tersebut baru ditemukan.

Dokumen-dokumen itu berisi surat yang ditulis oleh otoritas lokal yang melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah. Pada 10 Agustus kalender Julian atau 22 Agustus pada kalender Gregorian, dalam surat tersebut tertulis bola api besar terlihat di langit pada sekitar pukul 8.30 malam waktu setempat.

Setelah fenomena tersebut terlihat, meteorit jatuh seperti hujan dari langit selama sekitar 10 menit di sebuah desa kecil yang menewaskan satu orang yang tidak disebutkan namanya dan lainnya cedera lumpuh.

Ilustrasi meteorit. (Shutterstock)
Ilustrasi meteorit. (Shutterstock)

Tidak diketahui berapa ketinggian, kecepatan, ukuran, dan lokasi meteorit jatuh dengan tepat. Tetapi berdasarkan catatan, para ahli percaya bahwa meteorit meluncur dari arah tenggara dan jatuh di sebuah bukit berbentuk piramida di Sulaymaniyah.

"Peristiwa ini adalah laporan pertama yang menyatakan dampak meteor membunuh seorang lelaki, dengan dukungan tiga manuskrip tertulis yang melaporkan suatu peristiwa tersebut," tulis para ilmuwan dalam makalah penelitian, seperti dikutip laman Science Alert, Rabu (29/4/2020).

Tim ilmuwan masih melakukan penelitian lanjutan dan mencari arsip lainnya yang mungkin dapat menjadi bukti pendukung. Keterbatasan akan bahasa dalam arsip tersebut menjadi salah satu hambatan. Karenanya, ilmuwan mengatakan bahwa kolaborasi antara sejarawan, pustakawan, dan penerjemah sangat penting dalam penemuan ini.

Penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Meteoritics & Planetary Science.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kue Gosong Bak Batu Meteor, Warganet: Kenapa Ada Buah Khuldi di Sini?

Kue Gosong Bak Batu Meteor, Warganet: Kenapa Ada Buah Khuldi di Sini?

Lifestyle | Minggu, 19 April 2020 | 12:29 WIB

Heboh Dugaan Meteor Jatuh di Sekitar Merapi, Ini Penjelasan BMKG Yogyakarta

Heboh Dugaan Meteor Jatuh di Sekitar Merapi, Ini Penjelasan BMKG Yogyakarta

Jogja | Senin, 16 Maret 2020 | 11:10 WIB

Lihat Benda Angkasa dan Dentuman di Dekat Merapi, Netizen: Meteor Jatuh

Lihat Benda Angkasa dan Dentuman di Dekat Merapi, Netizen: Meteor Jatuh

Jogja | Senin, 16 Maret 2020 | 08:56 WIB

Ilmuwan Temukan Debu Bintang Tertua dalam Meteorit di Bumi

Ilmuwan Temukan Debu Bintang Tertua dalam Meteorit di Bumi

Tekno | Selasa, 28 Januari 2020 | 14:05 WIB

Meteor Hantam Bumi 790 Ribu Tahun Lalu, Kawah Terpendam Ini Buktinya?

Meteor Hantam Bumi 790 Ribu Tahun Lalu, Kawah Terpendam Ini Buktinya?

Tekno | Sabtu, 11 Januari 2020 | 11:59 WIB

Ilmuwan Temukan Fosil Es di Meteorit Kuno

Ilmuwan Temukan Fosil Es di Meteorit Kuno

Tekno | Senin, 25 November 2019 | 14:01 WIB

Terkini

Rutin Makan Kacang Tanah, Penelitian Ungkap Manfaatnya untuk Daya Ingat

Rutin Makan Kacang Tanah, Penelitian Ungkap Manfaatnya untuk Daya Ingat

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 12:07 WIB

Wardah Calm and Soothe Gel Moisturizer untuk Kulit Apa? Pemilik Wajah Beruntusan Wajib Coba!

Wardah Calm and Soothe Gel Moisturizer untuk Kulit Apa? Pemilik Wajah Beruntusan Wajib Coba!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 12:05 WIB

KPK Usut Dugaan Manipulasi Cukai Rokok PT Djarum, Kerugian Negara Ditaksir Tembus Triliunan

KPK Usut Dugaan Manipulasi Cukai Rokok PT Djarum, Kerugian Negara Ditaksir Tembus Triliunan

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:03 WIB

The Devotion of Suspect X: Bukti Pengorbanan Ekstrem demi Wanita Pujaan

The Devotion of Suspect X: Bukti Pengorbanan Ekstrem demi Wanita Pujaan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 12:00 WIB

Apakah Tarif Listrik PLN November 2026 Naik? Cek Rincian Lengkapnya di Sini

Apakah Tarif Listrik PLN November 2026 Naik? Cek Rincian Lengkapnya di Sini

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:59 WIB

Apakah Sheet Mask Boleh Dipakai Ulang? Ini Penjelasan dan Risikonya

Apakah Sheet Mask Boleh Dipakai Ulang? Ini Penjelasan dan Risikonya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:58 WIB

Raffi Ahmad Shio Apa? Ini Karakteristik, Peruntungan Karier, dan Tantangannya

Raffi Ahmad Shio Apa? Ini Karakteristik, Peruntungan Karier, dan Tantangannya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:58 WIB

Daftar Kontroversi Raffi Ahmad Sejak Terjun ke Dunia Politik, Terbaru Sampai Diboikot

Daftar Kontroversi Raffi Ahmad Sejak Terjun ke Dunia Politik, Terbaru Sampai Diboikot

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:58 WIB

Jangan Sepelekan! 4 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Cat Mobil Baret dan Cara Mencegahnya

Jangan Sepelekan! 4 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Cat Mobil Baret dan Cara Mencegahnya

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:53 WIB

Stop Tunggu Mood, Ini Lima Insight Disiplin Menulis dari J.S. Khairen

Stop Tunggu Mood, Ini Lima Insight Disiplin Menulis dari J.S. Khairen

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:50 WIB

×