Astronom: Aktivitas Matahari Lebih Lemah Dibanding Bintang Lain

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 01 Mei 2020 | 13:35 WIB
Astronom: Aktivitas Matahari Lebih Lemah Dibanding Bintang Lain
Ilustrasi Matahari, bintang dan planet-planet di luar angkasa [Shutterstock].

Suara.com - Cahaya Matahari bertanggung jawab untuk mendukung hampir semua kehidupan di Bumi. Dengan plasma panas dan massa sekitar 330.000 kali massa Bumi, aktivitas Matahari justru lebih lemah jika dibandingkan bintang lain.

Tim internasional menyelidiki bintang-bintang yang mirip Matahari. Para astronom mencari bintang-bintang yang berada pada tahap evolusi, usia, suhu permukaan, komposisi, dan periode rotasi yang sama dengan Matahari.

Penampakan Matahari. [Iopscience.iop.org]
Penampakan Matahari. [Iopscience.iop.org]

Kecepatan rotasi adalah kunci utama dalam pemilihan karena terkait medan magnet bintang yang berperan sebagai pendorong utama dalam menghasilkan fluktuasi dalam aktivitas bintang.

Tim ahli menggunakan data dari Observatorium Kepler NASA untuk memperkirakan periode rotasi bintang-bintang. Para astronom memilih bintang-bintang yang berputar setiap 20 hingga 30 hari, kemudian menyempurnakan sampel menggunakan sifat bintang yang diamati oleh teleskop luar angkasa Gaia milik ESA.

Hasil akhir menempatkan 369 bintang yang variasi bintangnya diukur antara tahun 2009 dan 2013. Perbedaan antara fase aktif dan tidak aktif untuk Matahari adalah sekitar 0,07 persen. Beberapa bintang dalam sampel itu mirip dengan Matahari, tetapi sebagian besar perbedaan aktivitasnya lima kali lebih kuat dari Matahari.

"Kami sangat terkejut bahwa sebagian besar bintang seperti Matahari jauh lebih aktif daripada Matahari," ucap astronom Alexander Shapiro dari Max Planck Institute for Solar System Research (MPS), seperti dikutip laman IFL Science.

Para astronom masih tidak yakin alasan mengapa Matahari dan beberapa bintang lainnya tampak berbeda. Untuk menyelidiki lebih lanjut, tim ahli melihat sampel yang lebih luas dari bintang seperti Matahari yang dikeluarkan dari analisis karena rotasinya tidak dapat diukur.

Sebanyak 2.529 bintang yang dianalisis, perubahan aktivitasnya kurang terlihat dan sejalan dengan Matahari. Berdasarkan hal ini, para astronom memiliki dua interpretasi. Pertama, ada faktor-faktor yang belum ditemukan yang memisahkan bintang seperti Matahari menjadi kelompok yang aktif atau yang kurang aktif. Kedua, satu kelompok melewati fase aktivitas tinggi dan aktivitas rendah.

Dari catatan ini, diketahui bahwa Matahari telah lebih atau kurang aktif seperti sekarang selama 9.000 tahun terakhir. Namun jauh di masa lalu, lebih sulit untuk mengukur apakah Matahari berperilaku berbeda dan apakah tingkat aktivitasnya saat ini bersifat sementara. Penelitian ini sendiri telah dipublikasikan di Science.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Sebut 2020 Jadi Tahun Bersuhu Terpanas Satu Dekade Terakhir

Ilmuwan Sebut 2020 Jadi Tahun Bersuhu Terpanas Satu Dekade Terakhir

Tekno | Jum'at, 01 Mei 2020 | 08:30 WIB

Tak Hanya Oumuamua, Ilmuwan Temukan Asteroid Antarbintang Lainnya

Tak Hanya Oumuamua, Ilmuwan Temukan Asteroid Antarbintang Lainnya

Tekno | Sabtu, 25 April 2020 | 14:38 WIB

Astronom Deteksi Ledakan Supernova Paling Terang di Alam Semesta

Astronom Deteksi Ledakan Supernova Paling Terang di Alam Semesta

Tekno | Jum'at, 17 April 2020 | 09:15 WIB

Terkini

Apa HP NFC Paling Murah? Ini 5 Pilihan Cerdas untuk Transaksi Digital

Apa HP NFC Paling Murah? Ini 5 Pilihan Cerdas untuk Transaksi Digital

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 13:30 WIB

Update Harga HP Samsung Galaxy A Series, Spesifikasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan

Update Harga HP Samsung Galaxy A Series, Spesifikasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:07 WIB

Review Panasonic TH-43NX600G: Google TV 4K dengan Kualitas Visual "Real" ala 3D

Review Panasonic TH-43NX600G: Google TV 4K dengan Kualitas Visual "Real" ala 3D

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:21 WIB

Kolaborasi MediaTek dan NVIDIA dalam RTX Spark, Hadirkan Kemampuan AI Lokal di Perangkat Tipis

Kolaborasi MediaTek dan NVIDIA dalam RTX Spark, Hadirkan Kemampuan AI Lokal di Perangkat Tipis

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:09 WIB

Bingung Pilih Smart TV atau Google TV? Simak Perbedaannya sebelum Beli

Bingung Pilih Smart TV atau Google TV? Simak Perbedaannya sebelum Beli

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 10:48 WIB

22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Juni 2026: Bocoran Fitur Rawan Error Plus Amankan Voucher Draft

22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Juni 2026: Bocoran Fitur Rawan Error Plus Amankan Voucher Draft

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:10 WIB

Terpopuler: 3 HP Murah Samsung Paling Laris, Pilihan HP Realme C100 Series Baterai Badak

Terpopuler: 3 HP Murah Samsung Paling Laris, Pilihan HP Realme C100 Series Baterai Badak

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 06:50 WIB

36 Kode Redeem FF Terbaru 3 Juni 2026: Trik Gacha Hemat SG2 Golden & Panen MP40 Cobra

36 Kode Redeem FF Terbaru 3 Juni 2026: Trik Gacha Hemat SG2 Golden & Panen MP40 Cobra

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 06:24 WIB

6 Cara Mengatasi TWS Mati Sebelah, Jangan Buru-Buru Beli Baru

6 Cara Mengatasi TWS Mati Sebelah, Jangan Buru-Buru Beli Baru

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 01:05 WIB

Xiaomi Perkuat Ekosistem AIoT, Hadirkan Watch S5, Buds 6 dan Smart Band 10 Pro

Xiaomi Perkuat Ekosistem AIoT, Hadirkan Watch S5, Buds 6 dan Smart Band 10 Pro

Tekno | Selasa, 02 Juni 2026 | 20:34 WIB