Ilmuwan: Pasien Sembuh Corona Bisa Alami Sesak Napas dan Mudah Kelelahan

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Ilmuwan: Pasien Sembuh Corona Bisa Alami Sesak Napas dan Mudah Kelelahan
Ilustrasi sesak napas. [Shutterstock]

Pasien Covid-19 yang sembuh juga dapat mengalami kelelahan selama berminggu-minggu.

Suara.com - Pasien virus Corona (Covid-19) bisa menderita kehabisan napas selama berbulan-bulan bahkan setelah sembuh dari penyakit ini.

Menurut SAGE, panel ahli yang memberi nasihat Nomor 10 dalam keadaan darurat, juga memperingatkan bahwa pasien Covid-19 yang sembuh juga dapat mengalami kelelahan selama berminggu-minggu.

Kekhawatiran tentang efek jangka panjang dari penyakit tersebut dibahas dalam pertemuan SAGE yang berlangsung pada 7 Mei. Hal ini juga menimbulkan kekhawatiran yang dirasakan Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris, setelah ia keluar dari perawatan intensif karena terinfeksi virus Corona.

Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

Masyarakat Inggris yang terpapar virus tersebut juga telah mengungkapkan bahwa mereka merasa kehabisan energi dan kelelahan saat berjalan menaiki tangga.

Para ilmuwan saat ini tidak tahu berapa lama pasien yang terinfeksi virus Covid-19 dapat pulih sepenuhnya. Semakin serius penyakit seseorang, maka semakin lama waktu pulih yang dibutuhkan. Fisioterapis juga memperingatkan pasien dapat kehilangan mobilitas.

Para ahli berpikir kemungkinan pasien yang terpapar akan menjadi kebal terhadap virus setidaknya dalam jangka pendek, tetapi mereka tetap tidak yakin. SAGE menyerukan penelitian untuk menyelidiki efek jangka panjang dari penyakit, yang oleh beberapa ahli disebut sebagai "kecacatan pasca-Covid-19" dan disamakan dengan polio.

Ilustrasi kelelahan. [Shutterstock]
Ilustrasi kelelahan. [Shutterstock]

Dilansir dari Dailymail, Selasa (2/6/2020), dokter mengatakan tidak ada kepastian berapa lama pasien benar-benar pulih dari Covid-19, namun bukti anekdotal menunjukkan bahwa itu bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Salah satu penasihat ilmiah untuk Pemerintah juga mengatakan kepada The Telegraph bahwa sebagian besar pasien Covid-19 yang sembuh tidak dapat kembali ke kehidupan normal.

Simon Stevens, Kepala Eksekutif Layanan Kesehatan Nasional (NHS), pekan lalu memperingatkan bahwa Inggris membutuhkan kebutuhan baru yang substansial untuk rehabilitasi dan aftercare.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa paisen memerlukan perawatan psikologis untuk "sindrom perawatan pasca-intensif". Komentarnya ini diungkapkan ketika NHS meluncurkan rumah sakit pertamanya untuk membantu pasien pulih dari efek jangka panjang penyakit.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS