Facebook Hapus Iklan Politik Donald Trump yang Gunakan Simbol Nazi

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 19 Juni 2020 | 17:17 WIB
Facebook Hapus Iklan Politik Donald Trump yang Gunakan Simbol Nazi
Presiden AS, Donald Trump, dalam sebuah konferensi pers harian soal Covid-19 di Gedung Putih, Kamis (23/4/2020) ia mengemukakan agar disinfektan disuntikan ke tubuh manusia untuk mengobati Covid-19 [AFP/Mendel Ngan]

Suara.com - Facebook, pada Kamis (18/6/2020), menghapus postingan dan iklan politik yang diunggah oleh tim kampanye Donald Trump karena konten-konten tersebut mengandung simbol Nazi. Facebook diketahui memiliki aturan yang melarang konten berisi kebencian terorganisir.

Langkah itu diambil Facebook setelah dikritik habis-habisan, bahkan oleh karyawannya sendiri, karena membiarkan Presiden Donald Trump menyebarkan konten berisi kebencian, yang memantik kekerasan, serta hoaks di platform media sosial tersebut.

Konten milik tim kampanye Trump yang dihapus itu berisi sebuah foto segitiga merah berlis hitam, simbol yang digunakan Nazi kepada tahanan Yahudi di kamp-kamp konsentrasi di era Perang Dunia II.

"Gerombolan garis kiri berbahaya menguasai jalan-jalan kita dan menyebabkan kekacauan. Mereka menghancurkan dan menjarah kota-kota kita - sungguh gila. Tolong tulis nama kamu dan dukunglah presiden kita dan keputusannya untuk mendeklarasikan ANTIFA sebagai organisasi teroris," bunyi pesan dalam iklan tersebut.

Trump dan para pendukungnya menuding Antifa sebagai pelaku penjarahan dan pemicu kerusuhan dalam demo-demo Black Lives Matter beberapa waktu belakangan, setelah kematian warga kulit hitam bernama George Floyd akibat kekejaman polisi kulit putih di Minneapolis.

Antifa sendiri, kelompok aktivis kiri yang menentang fasisme serta ideologi supremasi kulit putih di Amerika Serikat, membantah tudingan itu. Para analis berkali-kali mengatakan tak ada bukti bahwa Antifa melakukan penjarahan dan kerusuhan di AS.

Bend the Arc, organisasi aktivis Yahudi progresif di AS, adalah pihak pertama yang mengenali simbol tersebut. Organisasi itu lalu mengumbarnya di Twitter.

"Presiden Amerika Serikat berkampanye menggunakan simbol kamp konsentrasi Nazi... Trump dan RNC (Komite Nasional Partai Republik) menggunakannya untuk mencemarkan nama baik ribuan demonstran," protes Bend the Arc di Twitter, Rabu (17/6/2020).

"Menggunakan simbol itu untuk menyerang lawan politik adalah sangat keterlaluan. Tim kampanye presiden harus belajar sejarah, tidak ada alasan untuk menggunakan simbol-simbol terkait Nazi," kritik Jonathan Greenblatt, CEO Anti-Demation League, organisasi Yahudi internasional.

Baca Juga: Dihina Donald Trump, Begini Tanggapan John Bolton tentang Bukunya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI