Ilmuwan Teliti Daya Tahan Antibodi Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 23 Juni 2020 | 18:15 WIB
Ilmuwan Teliti Daya Tahan Antibodi Covid-19
Ilustrasi tes antibodi. [Greg Baker/AFP]

Suara.com - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa antibodi Covid-19 dapat menghilang dalam waktu dua hingga tiga bulan, di antara pasien yang terinfeksi tetapi tidak mengalami gejala apapun.

Hal ini menunjukkan bahwa kekebalan jangka panjang yang substansial tidak mungkin terjadi pada pasien-pasien tersebut. Namun, ini tidak berarti bahwa pasien tersebut bisa terinfeksi untuk kedua kalinya, setidaknya dalam jangka pendek.

Dilaporkan dalam jurnal Nature Medicine, para ilmuwan dari Chongqing Medical University di China, membandingkan tanggapan kekebalan terhadap Covid-19, antara pasien tanpa gejala dan pasien bergejala di Kota Chongqing antara Januari dan Februari tahun ini.

Ilustrasi ilmuwan. [Pixabay/felixioncool]
Ilustrasi ilmuwan. [Pixabay/felixioncool]

Selama sakit, kadar antibodi spesifik virus ditemukan secara signifikan lebih rendah pada kelompok tanpa gejala dibandingkan pada kelompok yang memiliki gejala. Hal ini menunjukkan pasien tanpa gejala mengeluarkan lebih sedikit respons imun.

Para ahli juga menemukan bahwa pelepasan virus—ketika tubuh melepaskan virus, siap untuk berpotensi menginfeksi orang lain—terjadi selama 19 hari pada pasien tanpa gejala, dibandingkan dengan 14 hari pada pasien dengan gejala. Ini menunjukkan bahwa beberapa pasien tanpa gejala dapat berpotensi menular sedikit lebih lama daripada yang lain.

Delapan minggu setelah penyakitnya sembuh, kadar antibodi penetralisir berkurang 81 persen pada pasien tanpa gejala, dibandingkan dengan 62 persen pada pasien yang memiliki gejala.

Pasien tanpa gejala juga memiliki kadar yang lebih rendah dari 18 pro- dan anti-inflammatory cytokines, yang menunjukkan respons kekebalan yang lebih lemah.

Para ahli yang tidak terlibat langsung dalam penelitian mengatakan temuan ini tidak mengejutkan dan sebagian besar sejalan dengan apa yang sudah diketahui tentang infeksi ringan dari penyebab apapun, meskipun penelitian ini menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa ilmuwan.

Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

"Ini sangat menunjukkan bahwa kekebalan mungkin berkurang dalam beberapa bulan infeksi untuk sebagian besar orang. Kami membutuhkan penelitian yang lebih besar dengan tindak lanjut yang lebih lama pada lebih banyak populasi, tetapi temuan ini menunjukkan bahwa kami tidak dapat bergantung pada pasien yang terbukti infeksi atau pada tes antibodi sebagai bukti kuat kekebalan jangka panjang," ucap Profesor Liam Smeeth, Profesor Epidemiologi Klinis di London School of Hygiene dan Tropical Medicine, seperti dikutip IFL Science, Selasa (23/6/2020).

baca juga

Penelitian lain yang dipublikasikan di Nature pada pekan lalu menemukan bahwa beberapa antibodi penetral yang ditemukan di antara pasien tanpa gejala di tingkat yang lebih rendah, sebenarnya adalah yang paling kuat.

Ini mengisyaratkan bahwa kadar antibodi yang lebih rendah masih akan melindungi tubuh pasien dari kemungkinan terinfeksi lagi dalam jangka pendek, meskipun pertanyaan besar tentang kekebalan jangka panjang masih belum terjawab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Covid-19 Bisa Sebabkan Pasien Sehat Mengalami Diabetes?

Covid-19 Bisa Sebabkan Pasien Sehat Mengalami Diabetes?

Tekno | Selasa, 23 Juni 2020 | 15:55 WIB

Keren! Ilmuwan Teliti Cara Deteksi Covid-19 dengan Tes Air Liur

Keren! Ilmuwan Teliti Cara Deteksi Covid-19 dengan Tes Air Liur

Health | Selasa, 23 Juni 2020 | 14:50 WIB

Sembuh Covid-19, Pria Lebih Banyak Hasilkan Antibodi Ketimbang Perempuan

Sembuh Covid-19, Pria Lebih Banyak Hasilkan Antibodi Ketimbang Perempuan

Health | Selasa, 23 Juni 2020 | 14:30 WIB

Cegah Penularan pada Manusia, Mink Terinfeksi Covid-19 Dimusnahkan

Cegah Penularan pada Manusia, Mink Terinfeksi Covid-19 Dimusnahkan

Tekno | Selasa, 23 Juni 2020 | 12:35 WIB

Sanggahan Ilmuwan: Kelelawar Mungkin Bukan Penyebar COVID-19

Sanggahan Ilmuwan: Kelelawar Mungkin Bukan Penyebar COVID-19

Tekno | Selasa, 23 Juni 2020 | 06:10 WIB

Penelitian: Teknologi Nano Bisa Lindungi Paru-paru dari Virus Corona

Penelitian: Teknologi Nano Bisa Lindungi Paru-paru dari Virus Corona

Tekno | Senin, 22 Juni 2020 | 17:00 WIB

Terkini

Modus Baru! Keripik Singkong Isi Vape Kokain Rp34,9 Miliar Digagalkan di Bakauheni

Modus Baru! Keripik Singkong Isi Vape Kokain Rp34,9 Miliar Digagalkan di Bakauheni

Lampung | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:32 WIB

Kasus Pemerasan Pemalang, KPK Geledah Kantor Kabag Umum hingga Rumah ASN

Kasus Pemerasan Pemalang, KPK Geledah Kantor Kabag Umum hingga Rumah ASN

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:30 WIB

OJK Waspadai Risiko Kripto, AI, dan Pencucian Uang di Sektor Perbankan

OJK Waspadai Risiko Kripto, AI, dan Pencucian Uang di Sektor Perbankan

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29 WIB

Mengenal "Venus" Lewat Buku Anak yang Cerdas, Lucu, dan Menghibur

Mengenal "Venus" Lewat Buku Anak yang Cerdas, Lucu, dan Menghibur

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Percepat Penyaluran Pembiayaan Koperasi, LPDB Siapkan Innovative Credit Scoring

Percepat Penyaluran Pembiayaan Koperasi, LPDB Siapkan Innovative Credit Scoring

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:24 WIB

Eks CEO Smart Axiata Masuk Komisaris XLSMART, Bawa Pengalaman Transformasi Jaringan

Eks CEO Smart Axiata Masuk Komisaris XLSMART, Bawa Pengalaman Transformasi Jaringan

Tekno | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda

Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:15 WIB

KNPRI Kumpulkan 80 Tanda Tangan, Desak DPR Proses Pemakzulan Gibran

KNPRI Kumpulkan 80 Tanda Tangan, Desak DPR Proses Pemakzulan Gibran

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Tak Hanya Kawal Bansos, Agen Perlinsos Banyumas Bantu Anak dari Keluarga Miskin Akses Pendidikan

Tak Hanya Kawal Bansos, Agen Perlinsos Banyumas Bantu Anak dari Keluarga Miskin Akses Pendidikan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:14 WIB

Bawaslu Sulsel 4.192 Kali Cegah Pelanggaran Pemilu

Bawaslu Sulsel 4.192 Kali Cegah Pelanggaran Pemilu

Sulsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13 WIB

×