Ilmuwan Khawatir: Suhu Lingkar Arktika Mencapai yang Tertinggi

BBC

BBC

Kamis, 25 Juni 2020 | 07:20 WIB
Ilmuwan Khawatir: Suhu Lingkar Arktika Mencapai yang Tertinggi
[BBC].

Suara.com - Suhu di Lingkar Arktika besar kemungkinan mencapai rekor pada Sabtu (27/06) mendatang, dengan temperatur diperkirakan menyentuh 38 derajat Celsius di Verkhoyansk, sebuah kota di Siberia, Rusia.

Catatan mengenai temperatur di Lingkar Arktika masih harus diverifikasi, namun tampaknya 18 derajat Celsius lebih tinggi ketimbang suhu rata-rata maksimum harian pada Juni.

Cuaca panas pada musim panas bukan sesuatu yang jarang terjadi di Lingkar Arktika, namun suhu dalam beberapa bulan terakhir mencapai angka yang tinggi secara abnormal.

Kawasan Arktika diyakini mengalami pemanasan dua kali lebih cepat jika dibandingkan dengan rata-rata bagian dunia lainnya.

Verkhoyansk, yang dihuni sekitar 1.300 jiwa, berada di dalam Lingkar Arktika. Tahun ini kota itu mengalami iklim ekstrem, dari rata-rata -42 derajat celsius pada Januari hingga 20 derajat Celsius pada Juni.

Namun, gelombang panas yang muncul terus-menerus di Lingkar Arktika membuat sejumlah ahli meteorologi khawatir. Pada Maret, April, dan Mei, dinas Copernicus Climate Change melaporkan bahwa suhu rata-rata mencapai 10 derajat celsius di atas normal.

Pada awal Juni, sebagian Siberia mencatat 30 derajat celsius. Bulan sebelumnya, di Khatanga, Rusia—terletak di Lingkar Arktika sebelah 72 derajat utara—mencatat rekor suhu bulan Mei sebesar 25,4 derajat celsius.

"Rekor suhu dari tahun ke tahun dipecahkan di berbagai tempat di dunia, namun Arktika memanas lebih cepat ketimbang tempat-tempat lain di dunia," ujar Dr Dann Mitchell, profesor bidang sains atmosfer di Universitas Bristol.

"Dengan demikian, tidak mengejutkan melihat rekor dipecahkan di wilayah ini. Kita akan melihat lebih banyak kejadian seperti ini dalam waktu dekat," imbuhnya.

baca juga

Apakah ini bukti perubahan iklim?

Analisis Simon King, ahli meteorologi BBC Weather

Gelombang panas di Arktika bukan sesuatu yang jarang. Pola cuaca di seluruh dunia dapat sejajar sedemikian rupa sehingga udara panas dibawa jauh ke utara dan udara dingin berpindah dari kutub ke selatan.

Selama beberapa bulan terakhir, tekanan tinggi yang berada di kawasan luas sebelah timur Rusia menjadi dominan. Hal ini mendorong angin selatan membawa udara hangat dari daerah dekat kawasan tropis, sehingga suhu lebih tinggi dari biasanya.

Akan tetapi, pola cuaca yang terus-menerus seperti ini membuat cuaca panas bertahan lama dan intens sehingga mengkhawatirkan. Ini klop dengan yang diyakini para ahli iklim akan terjadi di Arktika terkait perubahan iklim.

Sebagian besar ilmuwan sepakat bahwa lebih dari 30 tahun terakhir, kawasan Arktika memanas dua kali lebih cepat dari rata-rata global.

Infografis di bawah ini menunjukkan bahwa di seluruh dunia, sepanjang periode 1960-2019, suhu udara rata-rata secara umum meningkat sekitar satu derajat celsius.

Meski demikian, jika Anda mendekati Kutub Utara, dengan lintang 90°, merahnya semakin kelam. Ini menunjukkan bagaimana suhu di daerah itu meningkat lebih tinggi dari kawasan lain - sekitar empat derajat celsius.

Mengapa kita harus khawatir dengan pemanasan di Arktika?

Pemanasan cuaca di Arktika berujung pada pencairan permafrost yang tadinya beku di bawah tanah.

Ini membuat para ilmuwan risau karena ketika permafrost mencair, karbondioksida dan metana yang sebelumnya terkunci di bawah tanah akan lepas ke udara.

Pelepasan gas rumah kaca ini bisa mendorong pemanasan yang lebih besar dan permafrost semakin meleleh—atau lebih dikenal sebagai lingkaran setan.

Suhu yang lebih tinggi juga bisa menyebabkan daratan beku di Arktika meleleh lebih cepat, sehingga permukaan air laut meninggi.

Satelit mata-mata ungkap miliaran ton es meleleh di pegunungan Himalaya Gunung es ratusan miliar ton melepaskan diri dari Antarktika Apakah pandemi Covid-19 turut berkontribusi dalam perusakan hutan tropis? Mengapa kebakaran Kutub Utara begitu parah?

Hilangnya es putih di daratan Arktika, menurut BBC Weather, juga membuat tanah dan laut menyerap panas. Hal ini menyebabkan lebih banyak pemanasan.

Dampak kebakaran hutan juga menjadi perhitungan. Musim panas lalu, kebakaran hutan merajalela di sejumlah bagian Arktika. Meski peristiwa tersebut jamak terjadi pada musim panas, suhu yang tinggi dan angin kencang membuat kebakaran hutan saat itu begitu parah.

Kebakaran hutan biasanya dimulai pada awal Mei, memuncak pada Juli dan Agustus.

Akan tetapi, pada akhir April tahun ini, kebakaran hutan di Krasnoyarsk, Siberia, 10 kali lebih besar jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menurut menteri Rusia di bidang kedaruratan.

Apakah tahun ini akan menjadi tahun terpanas?

2020 belum berakhir dan siap menjadi calon tahun terpanas.

Jarang sekali sebagian besar Eropa utara dan Asia mengalami musim semi yang hangat dan awal musim panas dengan suhu 10 derajat celsius lebih tinggi ketimbang biasanya di beberapa area.

Sejauh ini 2016 adalah tahun terpanas, namun jaraknya "sangat dekat" dengan 2020.

Tentu saja, ini bukan kejutan.

"Kita membuat kacau keseimbangan energi planet ini," kata Prof Chris Rapley dari University College London (UCL).

Tahun demi tahun, khalayak Bumi memecahkan rekor suhu tertinggi, kata ilmuwan bidang iklim itu.

"Ini adalah pesan peringatan dari Bumi. Abaikan, dan kita akan menanggung bahayanya."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa

Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas

Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 10:09 WIB

Pendiri Telegram Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Terorisme Rusia

Pendiri Telegram Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Terorisme Rusia

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:10 WIB

Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?

Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:34 WIB

Intelijen Rusia Disinyalir Bantu Iran Hancurkan Pangkalan Militer AS Tanpa Menyentuh

Intelijen Rusia Disinyalir Bantu Iran Hancurkan Pangkalan Militer AS Tanpa Menyentuh

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:16 WIB

Paradoks Ekspor Bioenergi Indonesia ke Rusia di Tengah Transisi Energi

Paradoks Ekspor Bioenergi Indonesia ke Rusia di Tengah Transisi Energi

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 13:45 WIB

Perang Iran Belum Selesai, Trump Kini Tantang Rusia dan China hingga Ancam Putin

Perang Iran Belum Selesai, Trump Kini Tantang Rusia dan China hingga Ancam Putin

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:30 WIB

Rusia Rekrut Warga Miskin Jadi Tentara Perang, Dijanjikan Uang Melimpah

Rusia Rekrut Warga Miskin Jadi Tentara Perang, Dijanjikan Uang Melimpah

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:06 WIB

Minyak Mentah Rusia Tiba di Indonesia, Bahlil: Jangan Tanya Harganya

Minyak Mentah Rusia Tiba di Indonesia, Bahlil: Jangan Tanya Harganya

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:11 WIB

Terkini

Spanduk 10 Meter 'Belum Merdeka dari Asap' Bentang di CFD Jembatan Ampera

Spanduk 10 Meter 'Belum Merdeka dari Asap' Bentang di CFD Jembatan Ampera

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:51 WIB

Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga

Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:50 WIB

AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship

AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:47 WIB

3 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Dapur Menurut Feng Shui, Bikin Rezeki Seret

3 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Dapur Menurut Feng Shui, Bikin Rezeki Seret

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:45 WIB

4 Ide OOTD Y2K Revival Style ala Natty KISS OF LIFE, Timeless dan Stylish!

4 Ide OOTD Y2K Revival Style ala Natty KISS OF LIFE, Timeless dan Stylish!

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi

Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Merdeka dari Gaya Hidup Konsumtif: Gen Z Siap Tinggalkan Budaya Checkout?

Merdeka dari Gaya Hidup Konsumtif: Gen Z Siap Tinggalkan Budaya Checkout?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Puluhan Ton Ikan Mati Tiap Bulan, Sungai Batanghari Makin Sekarat

Puluhan Ton Ikan Mati Tiap Bulan, Sungai Batanghari Makin Sekarat

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Modal Asing Banjiri IHSG, BBRI Jadi Buruan Utama Jelang Uji Level IHSG 6.500

Modal Asing Banjiri IHSG, BBRI Jadi Buruan Utama Jelang Uji Level IHSG 6.500

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Demi Jegal Pesaing, Kabel Optik Diputus, Internet Warga Pademangan Terganggu

Demi Jegal Pesaing, Kabel Optik Diputus, Internet Warga Pademangan Terganggu

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:19 WIB

×