Hasil Tes Cepat dan Kekebalan Tubuh, Bisa Jadi Harapan Melawan Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 19 Agustus 2020 | 07:42 WIB
Hasil Tes Cepat dan Kekebalan Tubuh, Bisa Jadi Harapan Melawan Covid-19
Ilustrasi laboratorium. (Pixabay)

Suara.com - Menurut para ilmuwan, tes yang lebih cepat dikombinasikan dengan respons kekebalan tubuh yang "kuat" terhadap virus Corona (Covid-19), mungkin menawarkan harapan mengekang pandemi.

Tes yang ditunda dan kekurangan pasokan karena Amerika Serikat melampaui kasus 5,4 juta kasus, membuat banyak orang tidak yakin tentang risiko penyebaran virus.

Ketika para ahli terburu-buru mengembangkan vaksin, para ilmuwan hanya memiliki sedikit bukti untuk mengetahui apakah antibodi yang melindungi terhadap Covid-19, bertahan cukup lama untuk mengendalikan virus.

Meski begitu, perkembangan dari para ilmuwan pada Senin (17/8/2020), membawa pandangan optimistis ke kedua sisi. Pasalnya, para ilmuwan mengumumkan SalivaDirect, tes yang tidak memerlukan persediaan khusus dan dapat memberikan hasil dalam waktu kurang dari tiga jam, dapat tersedia untuk umum dalam hitungan minggu.

Tes Antibodi Covid-19. [Shutterstock]
Tes Antibodi Covid-19. [Shutterstock]

"Ini melompati begitu banyak langkah di depan, sehingga membuatnya jauh lebih setuju untuk digunakan sebagai alat pengawasan seperti di sekolah atau universitas," kata Dr. Brett Giroir, koordinator pengujian virus Corona Gedung Putih kepada ABC, Selasa (18/8/2020).

Meskipun banyak yang masih berada pada tahap awal dan belum ditinjau rekan sejawat, sejumlah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa orang yang memiliki gejala ringan, memiliki respons kekebalan yang "kuat" terhadap virus.

Hal ini memberikan bukti bahwa vaksin dapat melindungi orang-orang selama lebih dari waktu yang singkat.

Meskipun belum jelas, tetapi penelitian menunjukkan bahwa perlindungan itu bisa bertahan selama berbulan-bulan.

Di sisi lain, sekolah telah menjadi titik fokus di mana para ilmuwan mempelajari lebih lanjut tentang Covid-19 pada anak muda.

baca juga

Pakar kesehatan yang mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana anak muda tertular dan menyebarkan virus, harus memutuskan bagaimana membawa siswa kembali ke sekolah untuk tahun ajaran baru.

Persepsi umum adalah bahwa anak muda tidak perlu khawatir terinfeksi. Tetapi para ilmuwan telah menemukan bahwa anak muda terinfeksi yang tidak dirawat di rumah sakit, dapat memiliki efek jangka panjang.

"Pada individu yang masih muda dan sehat, yang tidak memerlukan rawat inap tetapi sakit dan cukup bergejala, sehingga harus beristirahat di tempat tidur selama satu atau dua minggu dan kemudian sembuh dari virus, mereka masih memiliki gejala yang tersisa selama berminggu-minggu dan terkadang berbulan-bulan," kata Dr. Anthony Fauci, direktur Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular, seperti dikutip CNN, Rabu (19/8/2020).

Sementara itu, banyak sekolah yang telah melanjutkan belajar tatap muka, dengan cepat melaporkan adanya infeksi.

Di Florida, lebih dari 25 distrik akan memulai pengajaran secara langsung pada akhir minggu. Tiga distrik yaitu Baker, Bradford, dan Martin melaporkan harus melakukan karantina siswa setelah seminggu mengikuti kelas secara bertatap muka. Menurut juru bicara distrik Jennifer DeShazo, Martin telah mengkarantina 292 siswa.

University of North Carolina di Chapel Hill juga secara tiba-tiba memutuskan, minggu ini akan meniadakan kelas sarjana secara langsung di kampus. Setelah sekitar 130 mahasiswa dinyatakan positif Covid-19, pada minggu pertama sejak kelas dimulai.

Murid-murid tiba di lokasi di Brisbane, Australia, Senin (11/5/2020), pada hari pertama bersekolah secara tatap muka setelah mereka beberapa waktu belajar secara daring dari rumah untuk mencegah penyebaran wabah virus corona (COVID-19). (ANTARA/AAP Image/Dan Peled via REUTERS/TM)
Ilustrasi murid-murid hari pertama bersekolah secara tatap muka setelah mereka beberapa waktu belajar secara daring dari rumah untuk mencegah penyebaran wabah virus corona (COVID-19). (ANTARA/AAP Image/Dan Peled via REUTERS/TM)

University of Notre Dame yang dibuka kembali 15 hari yang lalu telah melaporkan 147 orang dinyatakan positif Covid-19. South Bend University juga melaporkan kasus serupa, dengan mengumumkan mahasiswa sarjana akan beralih ke kelas online selama dua minggu ke depan.

"Kami telah melihat peningkatan dramatis dalam jumlah kasus positif Covid-19 dalam minggu-minggu pertama kampus dibuka kembali. Lonjakan kasus ini sangat serius dan kita juga harus mengambil langkah serius untuk mengatasinya," kata John I. Jenkins, rektor salah satu universitas.

Sementara itu, Los Angeles Unified School District mengatakan akan memberikan pengujian Covid-19 secara teratur dan pelacakan kontak untuk semua siswa dan staf, serta untuk keluarga dari mereka yang dites positif.

"Jika kita ingin menjaga agar sekolah tidak menjadi wadah penularan dan kita ingin semua komunitas sekolah tetap aman, kita perlu melakukan uji coba dan penelusuran di sekolah," kata Inspektur Austin Beutner.

Di sisi lain, kematian akibat Covid-19 yang tampak membawa ras juga disoroti. Menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal JAMA Network Open, jika pasien virus Corona berkulit hitam diberi akses yang sama ke perawatan rumah sakit seperti pasien kulit putih, tingkat kematiannya di rumah sakit tampaknya akan berbeda.

Penelitian tidak menemukan perbedaan angka kematian di antara pasien kulit hitam dan kulit putih, yang dirawat di rumah sakit karena infeksi virus Corona, setelah disesuaikan dengan faktor sosiodemografi dan klinis.

Dr. Baligh Yehia dari Ascension Health di Missouri dan rekannya mempelajari 11.210 pasien virus Corona dewasa antara Februari dan Mei di 92 rumah sakit yang ada di 12 negara bagian.

Para ahli tidak menemukan perbedaan statistik dalam risiko kematian antara pasien kulit hitam dan kulit putih, setelah disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, status asuransi, komorbiditas, dan tempat perawatan.

Dari 11.210 pasien, sebanyak 37,3 persen berkulit hitam. Pasien kulit hitam lebih muda, didominasi oleh perempuan dan umumnya memiliki asuransi Medicaid daripada pasien kulit putih.

Pasien kulit hitam juga lebih cenderung memiliki kondisi kesehatan lain seperti asma, kanker, penyakit ginjal kronis, gagal jantung kongestif, diabetes, hipertensi, dan obesitas.

Warga Afrika Selatan mengenakan masker ketika wabah virus corona.[Anadolu Agency]
Ilustrasi masyarkat kulit hitam mengenakan masker ketika wabah virus corona.[Anadolu Agency]

Sekitar 63,7 persen pasien di rawat di rumah sakit dan 39,4 persen di antaranya berkulit hitam. Setelah menyesuaikan faktor luar, tim menemukan bahwa kematian 19,2 persen terjadi di antara pasien kulit hitam dan 23,1 persen di antara pasien kulit putih dengan angka kematian keseluruhan adalah 20,3 persen.

Para ilmuwan mencatat bahwa di seluruh Amerika Serikat, orang kulit hitam mengalami tingkat kasus Covid-19 dan tingkat kematian yang lebih tinggi.

Dalam penelitian ini, kematian bagi orang kulit hitam yang dapat mengakses perawatan rumah sakit tidak berbeda antara pasien kulit hitam dan kulit putih setelah disesuaikan dengan faktor sosiodemofrafi dan komordibitas. Untuk itu, para ilmuwan menyerukan penelitian tambahan tentang kematian akibat virus Corona berdasarkan ras.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Klaim Siap Temukan Bukti Kehidupan Alien Cerdas

Ilmuwan Klaim Siap Temukan Bukti Kehidupan Alien Cerdas

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2020 | 08:47 WIB

Ahli: Vaksin yang Sudah Ada Mungkin Berpengaruh pada Pasien Covid-19

Ahli: Vaksin yang Sudah Ada Mungkin Berpengaruh pada Pasien Covid-19

Health | Rabu, 12 Agustus 2020 | 16:34 WIB

Nekad! Belum Teruji, Putin Klaim Beri Vaksin Covid-19 ke Anaknya

Nekad! Belum Teruji, Putin Klaim Beri Vaksin Covid-19 ke Anaknya

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2020 | 12:46 WIB

Awalnya Dikira Dinosaurus Terkecil, Ternyata Fosil Spesies Ini

Awalnya Dikira Dinosaurus Terkecil, Ternyata Fosil Spesies Ini

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2020 | 19:15 WIB

Tanpa Persetujuan FDA, Ilmuwan Gunakan Vaksin DIY untuk Covid-19

Tanpa Persetujuan FDA, Ilmuwan Gunakan Vaksin DIY untuk Covid-19

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2020 | 16:00 WIB

Lapisan Es Utuh Terakhir di Kanada Pecah, Menumpuk Jadi Seukuran Salatiga

Lapisan Es Utuh Terakhir di Kanada Pecah, Menumpuk Jadi Seukuran Salatiga

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2020 | 13:11 WIB

Terkini

5 HP OPPO Rp2 Jutaan RAM Besar di September 2026

5 HP OPPO Rp2 Jutaan RAM Besar di September 2026

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 12:10 WIB

Cast Iron vs Stainless Steel: Mana yang Lebih Baik untuk Memasak?

Cast Iron vs Stainless Steel: Mana yang Lebih Baik untuk Memasak?

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 12:05 WIB

Pertamina UMK Academy 2026 Resmi Dimulai, Lebih Dari 1.500 Pelaku Usaha Terpilih

Pertamina UMK Academy 2026 Resmi Dimulai, Lebih Dari 1.500 Pelaku Usaha Terpilih

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 12:04 WIB

Review Film Hope: Teror Misterius Makhluk Asing di Wilayah Perbatasan Korea

Review Film Hope: Teror Misterius Makhluk Asing di Wilayah Perbatasan Korea

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 12:00 WIB

Apa Manfaat Cleansing Cream Viva? Cek Harga dan Review Pembeli

Apa Manfaat Cleansing Cream Viva? Cek Harga dan Review Pembeli

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 11:58 WIB

LRT Kelapa Gading-Manggarai Ditargetkan Beroperasi Bulan Ini: Waktu Tempuh Cuma 28 Menit

LRT Kelapa Gading-Manggarai Ditargetkan Beroperasi Bulan Ini: Waktu Tempuh Cuma 28 Menit

News | Jum'at, 11 September 2026 | 11:54 WIB

Diduga Terlibat Aksi Penipuan Daring, Imigrasi Pontianak Ciduk 31 WNA Asal Malaysia dan Taiwan

Diduga Terlibat Aksi Penipuan Daring, Imigrasi Pontianak Ciduk 31 WNA Asal Malaysia dan Taiwan

News | Jum'at, 11 September 2026 | 11:53 WIB

Ajax Amsterdam: Maarten Paes Gila

Ajax Amsterdam: Maarten Paes Gila

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 11:52 WIB

Dari Rutinitas ke Gaya Hidup, Skincare Kini Makin Dekat dengan Generasi Digital

Dari Rutinitas ke Gaya Hidup, Skincare Kini Makin Dekat dengan Generasi Digital

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 11:52 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Tembus Rp 235,6 Triliun per Juli 2026, Setara 0,91% PDB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Tembus Rp 235,6 Triliun per Juli 2026, Setara 0,91% PDB

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 11:51 WIB

×