Bintang Raksasa Betelgeuse Meredup Lagi, Ada Apa?

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 20 Agustus 2020 | 11:00 WIB
Bintang Raksasa Betelgeuse Meredup Lagi, Ada Apa?
Ilustrasi taburan bintang di langit. [Shutterstock]

Suara.com - Bintang raksasa Betelgeuse sempat meredup beberapa waktu lalu. Setelah putaran pertama peredupan dan bercahaya kembali, Betelgeuse kini mulai meredup sekali lagi. Peredupan baru ini tidak konsisten dengan siklus variasi kecerahan Betelgeuse saat ini.

Betelgeuse berada 700 tahun cahaya di konstelasi Orion dan salah satu bintang paling terang di langit.

Betelgeuse menjadi salah satu bintang yang paling menarik karena umurnya sangat tua, sekitar 8 hingga 8,5 juta tahun dan berada di ambang pintu kematian untuk sebuah bintang.

Bintang itu diperkirakan memiliki 10 hingga 25 kali massa Matahari dan menjalani sebagian besar masa hidupnya sebagai bintang masif berwarna biru-putih yang ganas.

Betelgeuse. [NASA]
Betelgeuse. [NASA]

Betelgeuse telah kehabisan hidrogen beberapa waktu lalu dan sekarang bintang itu menggabungkan helium menjadi karbon dan oksigen.

Setelah helium habis, Betelgeuse akan memadukan unsur-unsur yang lebih berat dan menyebabkan penumpukan besi di inti, pada akhirnya akan menyebabkan bintang menjadi supernova.

Peristiwa peredupannya yang berlangsung antara September 2019 dan Februari 2020 dijuluki sebagai Great Fainting dan memang dramatis, karena meredupkan kecerahan bintang hingga hampir 25 persen.

Untuk saat ini, para astronom cukup yakin bahwa itu hanya "bersin". Betelgeuse mengeluarkan sekumpulan bahan yang sebagian akan meredupkannya selama beberapa waktu, bukan hal aneh bagi bintang dengan usia seperti itu.

"Kami melihat ini sepanjang waktu dan itu adalah bagian normal dari siklus hidup bintang. Betelgeuse sesekali akan melepaskan material dari permukaannya, yang akan mengembun di sekitar bintang sebagai debu," kata Emily Levesque, astronom dari Universitas Washington, seperti dikutip Science Alert, Kamis (20/8/2020).

baca juga

Saat mendingin dan menghilang, dia menambahkan, butiran debu akan menyerap sebagian cahaya yang menuju ke arah Bumi.

Meski begitu, peristiwa peredupan baru kali ini juga perlu diselidiki. Meskipun peredupannya tidak sedramatis Great Fainting, peristiwa ini tidak konsisten dengan siklus variabilitas bintang.

Puncak kecerahan Betelgeuse berikutnya akan terjadi pada Agustus dan September 2020. Oleh karena itu, seharusnya Betelgeuse mengalami tingkat kecerahan secara bertahap sepanjang tahun.

Kecerahan bintang sebenarnya agak sulit dilacak karena posisi Betelgeuse di langit bergerak di belakang Matahari dari Mei hingga awal Agustus.

Namun, Solar and Terrestrial Relations Observatory (STEREO) NASA berada di orbit Matahari yang berada di belakang Bumi. Dengan kata lain, wahana antariksa itu bisa mengawasi Betelgeuse untuk sementara waktu. Sejak Mei hingga Juli, ketika STEREO mengamatinya, bintang itu tidak bersinar lagi.

"Anehnya, alih-alih terus meningkatkan atau meratakan kecerahan, Betelgeuse telah menurun ~ 0,5 mag dari pertengahan Mei hingga pertengahan Juli," tulis Andrea Dupree dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics dalam Astronomer's Telegram.

Logo NASA. [Shutterstock]
Logo NASA. [Shutterstock]

Kabar baiknya, Betelgeuse sekali lagi terlihat di langit Bumi sehingga lebih banyak pengamatan yang dapat dilakukan.
Menurut siklus 425 hari, siklus ketika cahaya Betelgeuse berfluktuasi, Betelgeuse diprediksi akan redup kembali pada April 2021.

Tapi selain siklus yang diketahui, bintang ini bisa sangat tidak terduga dan memiliki variasi cahaya yang kompleks yang tidak bisa dimengerti dengan baik.

Di sisi lain, peredupan dini ini dapat membantu manusia memahami proses yang terjadi di akhir kehidupan bintang masif di tahun-tahun sekaratnya. Menurut para ilmuwan, sangat penting untuk terus memantau Betelgeuse hingga 2021.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berhasil, NASA Nyalakan Helikopter Mars di Luar Angkasa Pertama Kali

Berhasil, NASA Nyalakan Helikopter Mars di Luar Angkasa Pertama Kali

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2020 | 11:00 WIB

Rayakan Ulang Tahun Pengorbit Mars, NASA Bagikan Penampakan Cantik

Rayakan Ulang Tahun Pengorbit Mars, NASA Bagikan Penampakan Cantik

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2020 | 07:00 WIB

NASA Perpanjang Misi Teleskop Pemburu Planet

NASA Perpanjang Misi Teleskop Pemburu Planet

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2020 | 13:30 WIB

Pernah Kirim Sinyal ke Pengorbit Bulan, Ilmuwan Akhirnya Mendapat Balasan

Pernah Kirim Sinyal ke Pengorbit Bulan, Ilmuwan Akhirnya Mendapat Balasan

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2020 | 18:30 WIB

Pengamatan Pertama Gerhana Bulan Hubble Bantu Astronom Cari Kehidupan Alien

Pengamatan Pertama Gerhana Bulan Hubble Bantu Astronom Cari Kehidupan Alien

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2020 | 15:30 WIB

Ilmuwan Temukan Bekas Benturan Terbesar di Tata Surya pada Bulan Jupiter

Ilmuwan Temukan Bekas Benturan Terbesar di Tata Surya pada Bulan Jupiter

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2020 | 14:45 WIB

Terkini

Buka Situs Muncul Logo Chrome, Segera Tutup!

Buka Situs Muncul Logo Chrome, Segera Tutup!

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:11 WIB

Heboh 247 Kepsek di Inhu Dilantik Belum Dapat SK, Ini Kata Dewan Pendidikan

Heboh 247 Kepsek di Inhu Dilantik Belum Dapat SK, Ini Kata Dewan Pendidikan

Riau | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Tidak Ada New York Hari Ini: Saat Tempat Jauh Mengukir Nama yang Tertinggal

Tidak Ada New York Hari Ini: Saat Tempat Jauh Mengukir Nama yang Tertinggal

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Menilik Bukit Jaddih, Pesona Tebing Kapur dan Kolam Bekas Galian di Bangkalan

Menilik Bukit Jaddih, Pesona Tebing Kapur dan Kolam Bekas Galian di Bangkalan

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:00 WIB

68 Ribu UMKM Sudah Pasok Bahan Pangan MBG, Pemerintah Ingin Perluas Keterlibatan

68 Ribu UMKM Sudah Pasok Bahan Pangan MBG, Pemerintah Ingin Perluas Keterlibatan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Beda Viva Sunscreen Foundation dan Special Day Cream: Skincare Under Rp10 Ribu, Ini Review-nya

Beda Viva Sunscreen Foundation dan Special Day Cream: Skincare Under Rp10 Ribu, Ini Review-nya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Rupiah Diramal Jadi Penguhuni Tetap di Level Rp18.000

Rupiah Diramal Jadi Penguhuni Tetap di Level Rp18.000

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:46 WIB

Baru Rilis, iPhone Duo Sudah Potong Harga, Ini Alasannya!

Baru Rilis, iPhone Duo Sudah Potong Harga, Ini Alasannya!

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:32 WIB

Matinya Tukang Dongeng: Tiga Belas Cerita tentang Kematian dan Rahasia di Baliknya

Matinya Tukang Dongeng: Tiga Belas Cerita tentang Kematian dan Rahasia di Baliknya

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:30 WIB

4 Zodiak Beruntung Hari Ini 26 Oktober 2026: Karier Melesat dan Keuangan Makin Cuan

4 Zodiak Beruntung Hari Ini 26 Oktober 2026: Karier Melesat dan Keuangan Makin Cuan

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:19 WIB

×