Array

Perhatikan! Virus Corona pada Anak-Anak Bisa Bertahan Hingga Tiga Minggu

Senin, 31 Agustus 2020 | 08:00 WIB
Perhatikan! Virus Corona pada Anak-Anak Bisa Bertahan Hingga Tiga Minggu
Ilustrasi anak-anak kembali ke sekolah di tengah pandemi Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona pada anak-anak ternyata bisa bertahan lebih lama di dalam tubuh ketimbang orang dewasa. Penelitian terbaru mengungkap, virus ini sanggup bertahan di dalam hidung anak-anak selama tiga minggu, sebelum akhirnya menyebarkan penyakit ke organ lainnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 91 anak di Korea Selatan, para peneliti menemukan bahwa setidaknya setengah dari mereka yang memiliki gejala, masih tertular Covid-19 tiga minggu setelah pertama kali terinfeksi virus.

Penulis laporan tersebut berpendapat bahwa anak-anak dapat menularkan Covid-19 kepada orang lain, sekaligus menjelaskan bagaimana penyebaran virus yang menyerang secara diam-diam.

Di antara 91 anak yang dilibatkan dalam penelitian ini, 20 di antaranya tidak menunjukkan gejala yang jelas dan tetap asimtomatik selama penelitian.

Siswa belajar di kelas dengan menerapkan protokol kesehatan yang anjurkan Kementerian Kesehatan Malaysia di Bandar Baru Bangi, Selangor, Malaysia pada 15 Juli 2020. [Foto/ Anadolu Agency]
Siswa belajar di kelas dengan menerapkan protokol kesehatan. [Foto/ Anadolu Agency]

18 anak lainnya tidak menunjukkan gejala, artinya mereka tidak terlihat atau merasa sakit pada saat itu tetapi akhirnya mendapatkan gejala kemudian. Sementara 71 di antaranya benar-benar menunjukkan gejala, termasuk demam, batuk, diare, sakit perut, kehilangan penciuman, dan indera pengecap (lidah).

Anak-anak, yang diuji dari 22 rumah sakit di seluruh Korea Selatan, dipantau selama 21 hari, dengan virus terdeteksi selama sekitar dua setengah minggu. Tetapi, setengah dari relawan justru menunjukkan gejala Covid-19 setelah penelitian berlangsung selama tiga minggu.

Para peneliti yang berasal dari Sekolah Tinggi Kedokteran Universitas Nasional Seoul menyarankan untuk mengisolasi anak-anak secepatnya agar tidak menyebarkan virus corona di masyarakat.

Secara terpisah, Dr. Roberta DeBiasi dan Dr. Meghan Delaney dari Children's National Hospital di Washington DC, Amerika Serikat menulis editorial tentang penelitian tersebut.

"Ini menyoroti konsep bahwa anak-anak yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan gejala dan mereka masih bisa beraktivitas seperti biasa. Tapi ini yang mengkhawatirkan, anak-anak justru bisa menjadi penyebar virus dalam komunitas mereka," tutup kedua peneliti seperti dikutip dari Mirror, Senin (31/8/2020).

Baca Juga: 750 Juta Nyamuk Mutan Bakal Dilepaskan, Ini Alasannya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI