Tak Terpengaruh Perubahan Iklim, Wilayah di Bumi Ini Menjadi Lebih Dingin

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Jum'at, 03 Juli 2020 | 16:00 WIB
Tak Terpengaruh Perubahan Iklim, Wilayah di Bumi Ini Menjadi Lebih Dingin
Ilustrasi perubahan iklim. [Shutterstock]

Suara.com - Perubahan iklim yang membuat suhu Bumi menjadi semakin panas, tampaknya tidak berpengaruh pada satu petak air di Atlantik Utara yang justru membuat wilayah itu menjadi lebih dingin.

Disebut "cold blob" atau gumpalan dingin, ini telah menjadi topik yang menarik bagi para klimatologis sejak pertama kali ditemukan pada 2015. Sayangnya, kompleksitas sirkulasi laut membuatnya sulit untuk dijelaskan.

Namun sekarang, penelitian terbaru mengungkapkan penyebab hal tersebut dapat terjadi. Tim ilmuwan dari Max Planck Institute for Meteorology di Jerman menerapkan pemodelan iklim jangka panjang untuk mensimulasikan berbagai konfigurasi untuk menemukan penyebab yang cocok dengan suhu yang diamati.

Dilansir dari Science Alert, Jumat (3/7/2020), salah satu faktor yang telah diidentifikasi tidak mengejutkan karena mendukung penelitian sebelumnya, yang menunjukkan aliran air yang disebut Atlantic meridional overturning circulation (AMOC) telah melemah secara signifikan sejak pertengahan abad ke-20.

Saat bergerak dengan uap penuh, sirkulasi ini mengambil air permukaan yang hangat dan asin dari daerah tropis di dekat Teluk Meksiko di utara menuju pantai Eropa, lalu menukarnya dengan air tawar dingin yang disuplai dari es yang mencair.

Dengan suhu yang lebih hangat membuat air laut lebih ringan. Sementara itu, dosis air tawar yang baik mengalir dari pencairan es Kutub Utara dan curah hujan yang lebih tinggi juga akan menghambat arus sirkulasi dengan membentuk lapisan air yang kurang asin di permukaan.

Untuk mencari tahu hubungan antara iklim Bumi dan gumpalan dingin, para ilmuwan yang melakukan penelitian terbaru ini menggunakan model iklim planet terperinci untuk memasangkan variasi energi, karbon dioksida, dan air melintasi lautan, daratan, dan atmosfer.

Simulasi yang dijalankan melalui model ini memungkinkan para ahli melihat apa yang mungkin terjadi jika mereka memaksa AMOC untuk berputar dengan kecepatan penuh, meninggalkan atmosfer dan bertindak sebagai faktor yang mempengaruhi itu semua.

Atlantik Utara. [Shutterstock]
Atlantik Utara. [Shutterstock]

Hasilnya, ada efek kecil tapi nyata. Saat air hangat yang masuk mendingin, itu menghasilkan awan dataran rendah yang akan memantulkan radiasi masuk dan pada akhirnya mendinginkan permukaan lebih jauh.

Selanjutnya, tim ilmuwan menjalankan skenario lain yang hanya melibatkan pengangkutan panas AMOC dan mendapati bahwa itu tidak hanya membawa lebih sedikit energi, tetapi juga membuang lebih banyak ke dalam arus air yang beredar di Arktik. Dengan kata lain, sirkulasi subpolar ini menambah kecepatan, menarik panas dari AMOC, dan membuat wilayah gumpalan dingin menjadi lebih dingin.

Untuk saat ini, para ilmuwan akan lebih memperhatikan kekuatan AMOC di tahun-tahun mendatang. Dengan mengetahui bagaimana gumpalan dingin ini beroperasi dalam iklim yang berubah, akan membantu manusia lebih memahami tentang berapa derajat suhu akan menghangat di masa mendatang. Penelitian ini telah dipublikasikan di Nature Climate Change.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian Terbaru: Tes Antibodi Covid-19 Tidak Disarankan

Penelitian Terbaru: Tes Antibodi Covid-19 Tidak Disarankan

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2020 | 14:30 WIB

Ilmuwan Temukan Mutasi Baru Virus Corona, Lebih Berbahaya?

Ilmuwan Temukan Mutasi Baru Virus Corona, Lebih Berbahaya?

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2020 | 12:30 WIB

Ilmuwan Sebut Covid-19 Bisa Menginfeksi Sel Jantung

Ilmuwan Sebut Covid-19 Bisa Menginfeksi Sel Jantung

Tekno | Kamis, 02 Juli 2020 | 15:05 WIB

Penelitian Terbaru: Sinar Matahari Bisa Bunuh Virus Corona dalam 34 Menit

Penelitian Terbaru: Sinar Matahari Bisa Bunuh Virus Corona dalam 34 Menit

News | Jum'at, 26 Juni 2020 | 15:57 WIB

Penelilti: Negara Ini Kurang Peduli dengan Perubahan Iklim

Penelilti: Negara Ini Kurang Peduli dengan Perubahan Iklim

Tekno | Rabu, 24 Juni 2020 | 12:40 WIB

Ilmuwan Temukan Harta Karun Tersembunyi di Fosil Ikan

Ilmuwan Temukan Harta Karun Tersembunyi di Fosil Ikan

Tekno | Senin, 22 Juni 2020 | 10:45 WIB

Terkini

Baru Rilis, Subnautica 2 Langsung Terjual 2 Juta Kopi dalam Waktu Setengah Hari

Baru Rilis, Subnautica 2 Langsung Terjual 2 Juta Kopi dalam Waktu Setengah Hari

Tekno | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02 WIB

Cara Ikut Korea Kaja Vol.3 by.U, Ada Hadiah Liburan ke Korea dan Nonton K-Pop Awards

Cara Ikut Korea Kaja Vol.3 by.U, Ada Hadiah Liburan ke Korea dan Nonton K-Pop Awards

Tekno | Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:38 WIB

Forza Horizon 6 Banjir Review Positif: Salah Satu Game Terbaik, Lampaui Resident Evil

Forza Horizon 6 Banjir Review Positif: Salah Satu Game Terbaik, Lampaui Resident Evil

Tekno | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:51 WIB

Tablet iQOO Pad 6 Pro Segera Rilis: Libas Game Berat Resolusi 4K, Skor AnTuTu 4 Juta

Tablet iQOO Pad 6 Pro Segera Rilis: Libas Game Berat Resolusi 4K, Skor AnTuTu 4 Juta

Tekno | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:16 WIB

Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan

Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan

Tekno | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:30 WIB

51 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 16 Mei 2026: Ada Tag 116, TOTS 116-119, dan Gems

51 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 16 Mei 2026: Ada Tag 116, TOTS 116-119, dan Gems

Tekno | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:23 WIB

Vivo S60 Siap Usung Chip Midrange Premium Snapdragon dan Layar Mewah 1.5K

Vivo S60 Siap Usung Chip Midrange Premium Snapdragon dan Layar Mewah 1.5K

Tekno | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:21 WIB

56 Kode Redeem FF Max Terbaru 16 Mei 2026: Ada AUG Eclipse, Kuda, dan Diamond

56 Kode Redeem FF Max Terbaru 16 Mei 2026: Ada AUG Eclipse, Kuda, dan Diamond

Tekno | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:19 WIB

Daftar HP Android yang Segera Bisa Kirim File ke iPhone via AirDrop, Samsung hingga OnePlus Kebagian

Daftar HP Android yang Segera Bisa Kirim File ke iPhone via AirDrop, Samsung hingga OnePlus Kebagian

Tekno | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:25 WIB

Xiaomi Smart Band 10 Pro Segera Meluncur, Bisa Kontrol iPhone dan Sinkron ke Apple Health

Xiaomi Smart Band 10 Pro Segera Meluncur, Bisa Kontrol iPhone dan Sinkron ke Apple Health

Tekno | Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:50 WIB