NASA Yakin Ada Kandungan Air di Bulan, Tanda Kehidupan?

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:15 WIB
NASA Yakin Ada Kandungan Air di Bulan, Tanda Kehidupan?
Ilustrasi Bulan. (Shutterstock)

Suara.com - Bulan tidak memiliki badan air cair seperti di Bumi, tapi para ilmuwan NASA yakin bahwa air Bulan lebih tersebar luas daripada yang diketahui sebelumnya.

Pernyataan yang dikeluarkan NASA pada Senin (26/10/2020) mengatakan bahwa molekul air terperangkap dalam butiran mineral di permukaan Bulan dan lebih banyak air yang mungkin tersembunyi, di lapisan es yang berada dalam area bayangan Bulan.

Penelitian pada 11 tahun lalu menunjukkan air relatif tersebar luas dalam jumlah kecil di Bulan, tetapi tim ilmuwan sekarang melaporkan deteksi pertama molekul air di permukaan Bulan secara jelas.

Pada saat yang sama, tim lain melaporkan bahwa Bulan memiliki sekitar 40.000 km persegi wilayah dengan bayangan permanen yang berpotensi menyimpan kantong air tersembunyi dalam bentuk es.

Jika benar, air di Bulan menjadi dukungan yang penting bagi misi astronot dan robotik di masa depan yang berusaha mengekstraksi dan memanfaatkan air untuk tujuan seperti menyediakan minum atau bahan bakar.

Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Casey Honniball dari Goddard Space Flight Center NASA di Maryland mendeteksi air molekuler di permukaan Bulan.

Pengamatan sebelumnya mengalami ambiguitas antara air dan molekul hidroksil, tetapi deteksi baru menggunakan metode berbeda menghasilkan temuan yang jelas.

Satu-satunya cara agar air dapat bertahan di permukaan Bulan yang diterangi Matahari adalah dengan melindunginya di dalam butiran mineral.

Para ilmuwan menggunakan data dari Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA), pesawat Boeing 747SP yang dimodifikasi untuk membawa teleskop dan berfungsi sebagai observatorium udara.

"Banyak orang berpikir bahwa deteksi yang saya buat adalah air es, padahal itu tidak benar. Itu hanya molekul air karena itu begitu menyebar sehingga tidak berinteraksi satu sama lain untuk membentuk air es atau bahkan air cair," kata Honniball, seperti dikutip Aljazeera, Selasa (27/10/2020).

Penelitian kedua yang diterbitkan dalam jurnal Nature Astronomy, berfokus pada sesuatu yang disebut jebakan dingin di Bulan, sebuah wilayah permukaan yang berada dalam kondisi gelap atau dalam bayangan dengan suhu di bawah minus (-) 163 derajat Celcius. Suhu yang cukup dingin itu dapat membuat air beku bisa tetap stabil selama milyaran tahun.

Dengan menggunakan data dari pesawat luar angkasa Lunar Reconnaissance Orbiter NASA, para ilmuwan yang dipimpin oleh Paul Hayne dari University of Colorado, Boulder, mendeteksi sesuatu seperti puluhan miliar bayangan kecil dengan ukuran bervariasi dan sebagian besar berada di daera kutub Bulan.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa banyak daerah Bulan yang sebelumnya tidak diketahui bisa menampung es air. Hasil kami menunjukkan bahwa air bisa jauh lebih tersebar di daerah kutub Bulan daripada yang diperkirakan sebelumnya, membuatnya lebih mudah untuk diakses, diekstrak, dan dianalisis," ucap Hayne.

Mengingat NASA berencana untuk mengirim kembali manusia ke Bulan dalam misi Artemis, sumber yang dapat diakses di mana air dapat ditemukan di Bulan akan bermanfaat bagi misi tersebut.

Air di Bulan. [NASA]
Air di Bulan. [NASA]

"Air tidak hanya dibatasi di wilayah kutub. Ini lebih tersebar dari yang kami kira," tambah Honniball.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tangkapan Gambar Ini Bikin Bingung Ilmuwan NASA

Tangkapan Gambar Ini Bikin Bingung Ilmuwan NASA

Tekno | Senin, 07 September 2020 | 15:00 WIB

FBI Tangkap Ilmuwan NASA karena Dituduh Afiliasi China

FBI Tangkap Ilmuwan NASA karena Dituduh Afiliasi China

News | Rabu, 26 Agustus 2020 | 17:30 WIB

Begini Cara Ilmuwan NASA Serang Komentar Berbau Seksisme di Aplikasi Kencan

Begini Cara Ilmuwan NASA Serang Komentar Berbau Seksisme di Aplikasi Kencan

Tekno | Selasa, 20 Agustus 2019 | 18:18 WIB

Kata Ilmuwan NASA, Gempa Palu Tergolong dalam Kategori Bencana Langka

Kata Ilmuwan NASA, Gempa Palu Tergolong dalam Kategori Bencana Langka

Tekno | Kamis, 07 Februari 2019 | 08:40 WIB

Ilmuwan NASA Prediksi Kiamat 2019 Bisa Terjadi Karena Ini

Ilmuwan NASA Prediksi Kiamat 2019 Bisa Terjadi Karena Ini

Tekno | Selasa, 01 Januari 2019 | 20:11 WIB

Ilmuwan NASA Klaim Alien Pernah Mengunjungi Bumi

Ilmuwan NASA Klaim Alien Pernah Mengunjungi Bumi

Tekno | Rabu, 05 Desember 2018 | 20:45 WIB

Terkini

Fakta Mengejutkan! Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judol, Menkomdigi Beri Peringatan

Fakta Mengejutkan! Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judol, Menkomdigi Beri Peringatan

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:39 WIB

5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian

5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:30 WIB

Harga MacBook Neo Resmi di Indonesia, Pre-Order Dibuka Hari Ini

Harga MacBook Neo Resmi di Indonesia, Pre-Order Dibuka Hari Ini

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:12 WIB

TSMC Prediksi Industri Chip Global Tembus Rp24 Kuadriliun pada 2030, AI Jadi Mesin Utama Pertumbuhan

TSMC Prediksi Industri Chip Global Tembus Rp24 Kuadriliun pada 2030, AI Jadi Mesin Utama Pertumbuhan

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:51 WIB

Pre-Order MacBook Neo Resmi Dibuka, Ini Jadwal PO dan Bonus Menarik dari Reseller Apple di Indonesia

Pre-Order MacBook Neo Resmi Dibuka, Ini Jadwal PO dan Bonus Menarik dari Reseller Apple di Indonesia

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:37 WIB

Biwin Pamer SSD PCIe Gen5 Super Kencang di COMPUTEX 2026, Kecepatan Tembus 14.000 MB/s

Biwin Pamer SSD PCIe Gen5 Super Kencang di COMPUTEX 2026, Kecepatan Tembus 14.000 MB/s

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:22 WIB

Dell Rilis Laptop Gaming Alienware 15 Terjangkau, Pakai RTX 5060 dan Desain Lebih Ringkas

Dell Rilis Laptop Gaming Alienware 15 Terjangkau, Pakai RTX 5060 dan Desain Lebih Ringkas

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:29 WIB

3 HP Baru Xiaomi Segera Rilis, Bawa Kamera Leica dan Baterai Jumbo

3 HP Baru Xiaomi Segera Rilis, Bawa Kamera Leica dan Baterai Jumbo

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:24 WIB

55 Kode Redeem FF Max Terbaru 15 Mei 2026: Klaim Sky Effect, Incubator, dan Skin Eclipse

55 Kode Redeem FF Max Terbaru 15 Mei 2026: Klaim Sky Effect, Incubator, dan Skin Eclipse

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:22 WIB

Xiaomi Rilis Earphone Jepit Transparan Pertama, Desain Futuristik dengan Finishing Mengkilap

Xiaomi Rilis Earphone Jepit Transparan Pertama, Desain Futuristik dengan Finishing Mengkilap

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:36 WIB