Hewan Raksasa di Asia Tenggara Punah Bukan Karena Manusia

Liberty Jemadu

Minggu, 01 November 2020 | 05:15 WIB
Hewan Raksasa di Asia Tenggara Punah Bukan Karena Manusia
Ilustrasi gajah raksasa atau mammut. (Pixabay/ Sebastian Ganso)

Sementara, sebagian mengatakan keduanya, manusia dan iklim berpengaruh.
Wawasan tentang lingkungan pada masa lalu

Untuk penelitian ini, kami melihat perubahan lingkungan di Asia Tenggara selama 2,6 juta tahun terakhir untuk menjelaskan dampaknya terhadap kepunahan.

Kami menganalisis isotop yang stabil pada gigi mamalia yang ditemukan di wilayah saat ini, termasuk dari catatan fosil yang tersedia.

Isotop stabil adalah bentuk non-radioaktif dari berbagai elemen.

Isotop yang stabil pada karbon dan oksigen diawetkan dalam gigi mamalia mencatat informasi penting tentang jenis tumbuhan apa yang dimakan hewan tersebut dan seberapa basah lingkungan mereka.

Karbon isotop yang stabil membantu dalam mencatat apakah hewan tersebut sebagian besar memakan daun dan buah-buahan dari hutan atau rumput di tempat yang lebih terbuka.

Ini memungkinkan kami mengidentifikasi perubahan lingkungan dari waktu ke waktu.

Hutan yang berubah-ubah

Selama 1,5 juta tahun pertama atau pada masa Pleistosen (zaman geologi yang berlangsung dari sekitar 2.580.000 hingga 11.700 tahun yang lalu), bagian utara Asia Tenggara sebagian besar adalah hutan dan bagian selatan adalah hutan atau padang rumput.

baca juga

Sekitar 1 juta tahun lalu, hutan mulai menyusut di mana-mana di wilayah tersebut dan padang rumput mulai mendominasi.

Bersamaan dengan perubahan tersebut, hewan-hewan besar yang beradaptasi dengan hutan, seperti Gigantopithecus, dan panda besar relatif menghilang dari wilayah utara Asia Tenggara.

Lalu, 400.000 tahun yang lalu, Paparan Sunda Asia Tenggara mulai tenggelam dan siklus iklim berubah. Akibatnya, kondisi hutan kembali pulih. .

Waktu bersamaan, makhluk yang beradaptasi dengan padang ruput memenuhi wilayah tersebut, termasuk hyena (anjing hutan) raksasa, stegodon, bovid, dan Homo erectus mulai menghilang, – dan punah di pengujung era Pleistosen.

Sisanya, berpindah ke hutan hujan.

Selama belasan ribu tahun terakhir, kami melihat bukti pertama hutan hujan bertingkat dan tertutup di Asia Tenggara. Ini telah mendominasi wilayah tersebut selama 20.000 tahun atau lebih.

Spesies yang beradaptasi dengan hutan hujan seharusnya diuntungkan dengan kembalinya hutan hujan, namun satu penyelundup mengubah semuanya.

Homo sapiens merupakan satu-satunya spesies dalam pohon keluarga manusia yang berhasil beradaptasi dan mengeksploitasi hutan hujan.

Meskipun manusia tinggal di wilayah hutan hujan tropis Asia Tenggara sejak 73.000 tahun lalu, mungkin saja hanya 10.000 tahun terakhir Homo sapiens mulai mengubah habitat dan memanfaatkan mamalia.

Dunia yang menghilang

Asia Tenggara terus melestarikan beberapa megafauna yang terancam punah di Bumi.

Megafauna khas padang rumput merupakan kehilangan terbesar akibat dari hilangnya sabana 400.000 tahun yang lalu. Saat ini, megafauna hutan hujan juga terancam punah.

Untungnya, nasib baik spesies kita sendiri berubah menjadi lebih baik dengan munculnya hutan tropis Asia Tenggara. Namun, kita sekarang menjadi ancaman yang dapat menghancurkan mereka selamanya.

Artikel ini sudah tayang di The Conversation.

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Tanggal Gajian hingga Destinasi Dekat, Ini 5 Tren Liburan Wisatawan Asia Tenggara 2026

Dari Tanggal Gajian hingga Destinasi Dekat, Ini 5 Tren Liburan Wisatawan Asia Tenggara 2026

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:31 WIB

Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 20:00 WIB

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:24 WIB

Epson Asia Tenggara Membuka Pendaftaran untuk The 17th Epson International Pano Awards 2026

Epson Asia Tenggara Membuka Pendaftaran untuk The 17th Epson International Pano Awards 2026

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:20 WIB

K-Pop Mulai Tergeser? Musik Lokal Jadi Raja Baru di Asia Tenggara

K-Pop Mulai Tergeser? Musik Lokal Jadi Raja Baru di Asia Tenggara

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:15 WIB

Geger! Selat Malaka Terancam Sepi? Thailand Nekat Bangun Proyek Rp480 Triliun!

Geger! Selat Malaka Terancam Sepi? Thailand Nekat Bangun Proyek Rp480 Triliun!

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:06 WIB

Bukan Sekadar Main Game, Komunitas dan Kreator Jadi Kunci Besarnya Industri Gaming Asia Tenggara

Bukan Sekadar Main Game, Komunitas dan Kreator Jadi Kunci Besarnya Industri Gaming Asia Tenggara

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 10:07 WIB

Menaklukkan Gunung Malabar: Dari Sabana Indah hingga Tanjakan Mematikan

Menaklukkan Gunung Malabar: Dari Sabana Indah hingga Tanjakan Mematikan

Your Say | Jum'at, 10 April 2026 | 12:51 WIB

Perbandingan Harga BBM di Negara ASEAN, Indonesia Masih Paling Murah?

Perbandingan Harga BBM di Negara ASEAN, Indonesia Masih Paling Murah?

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 15:14 WIB

Epson: Teknologi Digital Dye-Sublimation Percepat Transformasi Industri Cetak Tekstil Asia Tenggara

Epson: Teknologi Digital Dye-Sublimation Percepat Transformasi Industri Cetak Tekstil Asia Tenggara

Tekno | Kamis, 26 Februari 2026 | 10:06 WIB

Terkini

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:01 WIB

×