Berumur 50 Juta Tahun, Fosil Kaki Ini Ungkap Burung Terbesar di Dunia

Senin, 02 November 2020 | 13:30 WIB
Berumur 50 Juta Tahun, Fosil Kaki Ini Ungkap Burung Terbesar di Dunia
Burung terbesar di dunia, Pelagornitida. [UC Berkeley]

Suara.com - Ahli paleontologi menemukan fosil salah satu burung terbesar yang pernah ditemukan di antara tumpukan koleksi, yang tersimpan dengan aman di museum tua.

"Saya suka pergi ke koleksi dan menemukan harta karun di sana," kata Peter Kloess, paleontolog Universitas California.

Kebiasaan Kloess membuatnya menemukan kembali fragmen fosil burung purba, yang aslinya diambil dari Pulau Seymour di Semenanjung Antartika pada tahun 1980-an.

Analisis baru dari salah satu situs pulau itu menujukkan bahwa fosil yang dulunya adalah bagian dari kaki burung itu, sebenarnya berusia 10 juta lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya.

Burung terbesar di dunia, Pelagornitida. [UC Berkeley]
Burung terbesar di dunia, Pelagornitida. [UC Berkeley]

Pemilik fosil tersebut merupakan burung raksasa dengan sayap 6 meter dan memiliki paruh tulang yang bergerigi, dengan gigi-gigi yang sangat tajam.

Burung purba ini umumnya ditemukan mencari makan di laut, sejenis pelagornitida dan terbang tinggi di atas samudera selatan. Jika dibandingkan dengan burung modern saat ini, mungkin seperti elang yang mengincar mangsa di atas laut.

Fosil kaki mewakili spesimen pelagornitida terbesar yang pernah diketahui. Kelompok burung ini muncul selama Periode Eosen, saat kehidupan baru berkembang setelah peristiwa kepunahan massal yang melumpuhkan dinosaurus non-unggas.

"Burung berevolusi menjadi ukuran yang benar-benar raksasa relatif cepat setelah kepunahan dinosaurus dan menguasai lautan selama jutaan tahun," kata Kloess, seperti dikutip Science Alert, Senin (2/11/2020).

Kloess dan timnya juga mendeskripsikan fosil berumur 40 juta tahun, dari rahang bawah pelagornitida yang lebih kecil dari situs berbeda di Pulau Seymour. Para ahli menghitung itu milik tengkorak dengan panjang hingga 60 sentimeter.

Baca Juga: Memiliki Sayap, Kemampuan Terbang Dinosaurus Ini Lebih Buruk dari Ayam

Tonjolan pada paruhnya yang seperti gigi membantu pelagornitida menangkap mangsa licin yang menggeliat. Pada periode itu, wilayah Antartika penuh dengan hewan seperti marsupial, nenek moyang kungkang, hingga penguin. Temuan ini telah dipublikasikan di Scientific Reports.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI