Waduh, Garis Pantai Berubah Gegara Pencairan Es Greenland

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 04 November 2020 | 12:05 WIB
Waduh, Garis Pantai Berubah Gegara Pencairan Es Greenland
Ilustrasi Greenland (Pixabay/Lurens)

Suara.com - Pencairan es yang terjadi di Greenland perlahan mengubah bentuk garis pantainya, berpotensi mengubah ekosistem manusia dan hewan di sepanjang pantai negara itu.

Penelitian terbaru diterbitkan di Journal of Geophysical Research: Earth Surface pada 27 Oktober menemukan bahwa penyusutan es di Greenland telah mengubah cara gletser mengalir dan tempat pembuangannya ke laut. Perubahan ini juga dapat berdampak pada hilangnya es dari Greenland di masa depan.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Greenland kehilangan 500 gigaton es setiap tahun, lebih dari yang dapat diisi ulang oleh hujan salju baru. Angka kehilangan es tahunan sebanyak 14 persen lebih besar saat ini dibandingkan antara 1985 dan 1999.

Studi baru yang dipimpin oleh Twila Moon, ilmuwan riset di National Snow and Ice Data Center, menganalisis perubahan lebih detail. Moon dan timnya menggabungkan dua jenis dari citra satelit untuk mengetahui seberapa cepat lapisan es bergerak dan di mana gletser berhenti di jalur menurun.

Perubahan garis pantai Greenland. [Journal of Geophysical Research: Earth Surface]
Perubahan garis pantai Greenland. [Journal of Geophysical Research: Earth Surface]

Moon menemukan bahwa pencairan gletser sekarang menjadi norma di Greenland. Sebesar 89 persen gletser telah menyusut secara substansial dalam dekade terakhir.

Pembentukan kembali gletser ini ditunjukkan para ahli ke dalam berbagai perubahan pada pergerakan gletser. Beberapa gletser semakin cepat mengalir ke arah laut, sementara yang lainnya mengalir lebih lambat dan selama beberapa tahun, satu gletser dapat melakukan keduanya, tergantung pada topografi di sekitarnya.

"Saat lautan Arktik dan atmosfer menghangat, kita dapat dengan jelas melihat aliran es ke laut semakin cepat dan tepi es menyusut," kata Alex Gardner, rekan penulis penelitian dan ilmuwan di JPL NASA, seperti dikutip Live Science, Rabu (4/11/2020).

Gardner menambahkan, jika dianalisis lebih dekat para ahli dapat melihat kompleksitas bagaimana masing-masing gletser merespons karena perbedaan sifat air laut, yang mencapai bagian depan gletser.

Kompleksitas respons tersebut juga dapat meningkatkan prediksi seberapa cepat es Greenland akan menghilang di masa depan. Perubahan itu juga kemungkinan besar akan mempengaruhi bagaimana dan di mana nutrisi masuk ke dalam air.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masker Cegah 23 Kali Lipat Tetesan Batuk yang Keluar di Udara

Masker Cegah 23 Kali Lipat Tetesan Batuk yang Keluar di Udara

Tekno | Kamis, 22 Oktober 2020 | 10:30 WIB

Waspada! Burung-burung Australia Bawa Bakteri Berbahaya

Waspada! Burung-burung Australia Bawa Bakteri Berbahaya

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2020 | 08:05 WIB

Penelitian Terbaru: Orang Berdarah O dan B Lebih Tahan Covid-19?

Penelitian Terbaru: Orang Berdarah O dan B Lebih Tahan Covid-19?

Tekno | Minggu, 18 Oktober 2020 | 09:30 WIB

Penelitian Terbaru: Antibodi Covid-19 Mampu Bertahan 4 Bulan

Penelitian Terbaru: Antibodi Covid-19 Mampu Bertahan 4 Bulan

Tekno | Kamis, 15 Oktober 2020 | 07:15 WIB

Penelitian Terbaru: 86 Persen Orang Positif Covid-19, Tanpa Gejala

Penelitian Terbaru: 86 Persen Orang Positif Covid-19, Tanpa Gejala

Tekno | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 09:30 WIB

Penelitian Terbaru: Covid-19 Bisa Bertahan di Kulit Manusia Hingga 9 Jam

Penelitian Terbaru: Covid-19 Bisa Bertahan di Kulit Manusia Hingga 9 Jam

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2020 | 10:00 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×