Drone Laut Diduga Milik China Menyerbu Indonesia, Ini yang Dicari

Liberty Jemadu

Senin, 04 Januari 2021 | 20:33 WIB
Drone Laut Diduga Milik China Menyerbu Indonesia, Ini yang Dicari
Drone bawah laut atau glider dipamerkan dalam jumpa pers di Pushidrosal, Ancol, Jakarta, Senin (4/1/2021). [Antara/M Risyal Hidayat]

"Dalam fisika, densitas air laut tergantung oleh tekanan, temperatur dan kadar garam. Gelombang akustik yang menjadi andalan sistem deteksi dan navigasi kala selam ini di air laut bisa saja dibelokkan dalam jarak beberapa meter saja ketika densitas air laut berubah dengan cepat," jelas Gentio.

Beberapa area bahkan tidak mampu dideteksi sonar yang dikenal dengan shadow zone. Zona ini bahkan dapat berpindah-pindah lokasi, tergantung dari kondisi atmosfir di atasnya.

"Informasi inilah yang paling dicari glider ini: tempat kapal selam dapat berlindung dari sonar lawan atau daerah persiapan dalam mengadakan serangan," imbuh dia.

Ia melanjutkan bahwa kapal selam terkenal karena keunggulannya melancarkan serangan mendadak dan belum tergantikan. Bahkan hingga sekarang para pakar strategi perang masih menempatkan kapal selam dalam urutan bobot tertinggi saat menghitung kekuatan pertahanan suatu negara.

Berangkat dari analisis ini, Gentio kemudian menduga bahwa selat penting lainnya di Nusantara yang menjadi lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)dan Arus Lintas Indonesia, seperti Selat Lombok dan Selat Ombai juga menjadi titik incaran glider asing.

"Alasan yang masuk akal mengingat selat penting ini juga sering dilewati armada kapal perang rivalnya," tambah dia.

Australia terancam

Penemuan glider yang diduga punya China di Selayar ini jadi bahasan serius di Australia. Media negeri kangguru, ABC menulis bahwa perairan di selatan Sulawesi itu merupakan jalur menuju Australia.

Malcom Davis dari Institut Kebijakan Strategis Australia mengatakan glider itu ditemukan di rute maritim krusial, yang menghubungkan antara Laut China Selatan ke kota paling utara Australia, Darwin.

baca juga

"Ini adalah sinyal bahwa angkatan laut China sedang bersiap untuk mengerahkan kapal-kapal selamnya mendekati lautan kita, mendekati utara Darwin dan karenanya kita harus bersiap untuk menghadapi peningkatan aktivitas kapal selam di pesisir utara Australia," jelas Davis.

"Mereka ingin memahami kondisi oseanografi dan batimetri dari kawasan tersebut, itulah alasan glider-glider tersebut dikerahkan," imbuh Davis.

Pada awal 2020, ABC juga pernah mewartakan tentang aktivitas sebuah kapal riset berteknologi tinggi China yang tertangkap basah sedang memetakan perairan strategis di sebelah barat Australia. Lokasi itu merupakan area yang ramai dilintasi kapal selam.

Australia, sekutu Amerika Serikat di Pasifik, memang dinilai sebagai ancaman terhadap ambisi dominasi China di timur. Australia merupakan salah satu kekuatan di Pasifik yang kerap menantang klaim Beijing atas Laut China Selatan.

Pada November 2020 kemarin, Australia, AS, India, dan Jepang menggelar latihan militer bersama di Teluk Malabar. Latihan tempur di laut ini sempat membuat Tiongkok berang.

Rahasia glider Tiongkok

Menurut Gentio, glider sekilas memang mirip roket, dilengkapi sirip di kanan kirinya, pada bagian ujungnya terdapat sensor perekam data elektronik, sementara bagian ekornya terdapat antena. Fungsi antena ini untuk mengirim data ke satelit, saat glider muncul ke permukaan.

Pergerakan glider adalah arah vertikal menggunakan sistem hidrolik umumnya pompa minyak yang dapat mengatur ruang udara sehingga mampu mengapung dan tenggelam. Karena dibekali sirip, maka saat tenggelam dan mengapung, glider ini akan bergerak ke depan.

Sementara baterai yang ada digunakan sebagai sumber energi saat glider mengirim data ke satelit.

Ini berbeda dengan drone yang pergerakannya oleh baterai yang dibawanya. Saat posisi mengapung, glider memancarkan data ke satelit penerima seperti posisi, parameter insitu seperti arah dan kecepatan arus, temperatur, kadar garam, tekanan, kandungan oksigen, visibilitas pada level kedalaman tertentu.

Memanfaatkan gravitasi, glider akan tenggelam perlahan merekam profil data hingga kedalaman yang diinginkan dan selanjutnya bergerak ke atas hingga timbul ke permukaan, sekali lagi glider memancarkan data yang sudah direkam dan begitu seterusnya.

Dengan sumber tenaga baterai kering, glider dapat bertahan hingga dua tahun.

HI Sutton - analis sistem persenjataan bawah laut - dalam artikelnya di Forbes pada Maret 2020 lalu menjelaskan bahwa Sea Wing UVV kemungkinan dikembangkan Tiongkok sejak 2016 lalu.

Meski demikian desain dan teknologinya sangat mirip dengan Littoral Battlespace Sensing-Glider (LBS-G) milik Angkatan Laut Amerika Serikat.

Angkatan Laut China pernah merampas sebuah LBS-G milik militer AS di Laut China Selatan pada Desember 2016 dan mengembalikannya, setelah diprotes oleh Washington. Diduga ketika itulah Tiongkok menyontek glider AS tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usia 41 Tahun, Kapal Induk Garibaldi Bakal Diretrofit Agar Bisa Beroperasi 2 Dekade Lagi

Usia 41 Tahun, Kapal Induk Garibaldi Bakal Diretrofit Agar Bisa Beroperasi 2 Dekade Lagi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:58 WIB

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:43 WIB

Prabowo Perintahkan KSAL Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Anak Krakatau

Prabowo Perintahkan KSAL Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Anak Krakatau

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:54 WIB

Bunyi Hukum Archimedes dan Contoh Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Bunyi Hukum Archimedes dan Contoh Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 15:05 WIB

Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!

Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:08 WIB

TNI AL Siapkan Pangkalan untuk Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Target Tiba Sebelum HUT TNI

TNI AL Siapkan Pangkalan untuk Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Target Tiba Sebelum HUT TNI

News | Senin, 11 Mei 2026 | 17:24 WIB

Misteri Kapal Selam Tanpa Awak di Lombok, TNI AL Selidiki Asal-usulnya

Misteri Kapal Selam Tanpa Awak di Lombok, TNI AL Selidiki Asal-usulnya

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:19 WIB

Latihan Gabungan, Kapal Selam Rusia hingga Korvet Gromky bersandar di Jakarta

Latihan Gabungan, Kapal Selam Rusia hingga Korvet Gromky bersandar di Jakarta

Foto | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:54 WIB

Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III

Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:14 WIB

Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia

Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 21:54 WIB

Terkini

Fabio Calonego Tertarik Dinaturalisasi Demi Bela Timnas Indonesia, Tapi..

Fabio Calonego Tertarik Dinaturalisasi Demi Bela Timnas Indonesia, Tapi..

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Tom Cruise Apes! Film Digger Terancam Jadi Proyek Paling Rugi Sejarah Masa

Tom Cruise Apes! Film Digger Terancam Jadi Proyek Paling Rugi Sejarah Masa

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Nasib Elkan Baggott di Millwall Memprihatinkan, Padahal Baru Bawa Timnas Indonesia Juara

Nasib Elkan Baggott di Millwall Memprihatinkan, Padahal Baru Bawa Timnas Indonesia Juara

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:06 WIB

Serena Francis Nahkodai Garudayaksa Women, Siap Buat Kejutan di IWL 2026/2027

Serena Francis Nahkodai Garudayaksa Women, Siap Buat Kejutan di IWL 2026/2027

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:05 WIB

5 Rekomendasi Pembersih Udara untuk Mengurangi Asap Masuk Rumah

5 Rekomendasi Pembersih Udara untuk Mengurangi Asap Masuk Rumah

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Raja Juli Didemo, Nginap di Hotel Mewah Palangka Raya saat Warga Sesak Napas Akibat Asap

Raja Juli Didemo, Nginap di Hotel Mewah Palangka Raya saat Warga Sesak Napas Akibat Asap

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Nasib Chery Omoda 5 usai Ban Copot: Dilarang Dijual hingga Recall 8.878 Unit di Malaysia

Nasib Chery Omoda 5 usai Ban Copot: Dilarang Dijual hingga Recall 8.878 Unit di Malaysia

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Ulasan Telepon Pohon: Kisah Kehilangan, Persahabatan, dan Belajar Merelakan

Ulasan Telepon Pohon: Kisah Kehilangan, Persahabatan, dan Belajar Merelakan

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Bukan Cuma Peradilan Militer, MK Juga Bakal Putuskan Uji Materiil UU Pemilu, Ciptaker, dan KUHP

Bukan Cuma Peradilan Militer, MK Juga Bakal Putuskan Uji Materiil UU Pemilu, Ciptaker, dan KUHP

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:58 WIB

Viral Langit Palangka Raya Memerah Bak Pasca Ledakan Bom Nuklir Akibat Asap Tebal

Viral Langit Palangka Raya Memerah Bak Pasca Ledakan Bom Nuklir Akibat Asap Tebal

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:53 WIB

×