Alasan Pesawat Tidak Terbang Melewati Samudra Pasifik dan Gunung Everest

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Selasa, 12 Januari 2021 | 15:30 WIB
Alasan Pesawat Tidak Terbang Melewati Samudra Pasifik dan Gunung Everest
Ilustrasi pesawat. (Pixabay/Binario)

Suara.com - Sebagian besar maskapai penerbangan komersial tidak terbang langsung melewati Samudra Pasifik untuk rute yang menghubungkan Amerika Serikat dan Asia.

Sebaliknya, maskapai penerbangan akan memilih rute "melengkung" yang mencakup daratan.

Beberapa orang mungkin berpikir rute lurus di atas Samudra Pasifik menawarkan jalur terpendek.

Menurut Monroe Aerospace, alasan utama pesawat tidak terbang di atas Samudra Pasifik adalah karena rute melengkung lebih pendek daripada rute lurus.

Ilustrasi Samudera Pasifik. [Shutterstock]
Ilustrasi Samudera Pasifik. [Shutterstock]

Rute lurus tidak menawarkan jarak terpendek antara dua lokasi. Baik maskapai komersial yang terbang dari Amerika Serikat ke Asia atau tempat lain, itu akan memiliki penerbangan tercepat dan paling hemat bahan bakar dengan melakukan penerbangan melengkung.

Selain itu, rute melengkung yang menghubungkan Amerika Serikat ke Asia dan sebaliknya juga lebih aman daripada rute lurus yang menghubungkan kawasan yang sama.

Maskapai komersial biasanya terbang dengan rute melengkung ke utara yang melintasi Kanada dan Alaska. Karena itu, pesawat menghabiskan lebih sedikit waktu di atas Samudra Pasifik dan memungkinkan pendaratan darurat jika diperlukan.

Di sisi lain, pesawat komersial juga sering menghindari penerbangan di atas Gunung Everest.

Dilansir dari India Today pada Selasa (12/1/2021), Himalaya memiliki pegunungan yang lebih tinggi dari 20.000 kaki, termasuk Gunung Everest dengan ketinggian sekitar 29.035 kaki.

Namun, meski sebagian besar pesawat komersial dapat terbang pada ketinggian 30.000 kaki, tetapi penerbangan harus dilakukan di bawah stratosfer.

Udara di stratosfer sangat tipis dengan kadar oksigen yang rendah. Hal itu akan menyebabkan turbulensi udara dan ketidaknyamanan penumpang.

Selain itu, kekuatan angin akan semakin kencang dan adanya pegunungan membuat manuver pesawat semakin sulit.

Risiko kehabisan oksigen juga dapat terjadi karena maskapai penerbangan biasanya hanya memiliki oksigen selama 20 menit.

Dalam situasi di mana persediaan oksigen habis, penerbangan harus turun ke ketinggian setidaknya 10.000 kaki untuk mengisi oksigen, tetapi hal itu tidak dapat dilakukan di wilayah Himalaya.

Gunung Everest. [Kalle Kortelainen/Unsplash]
Gunung Everest. [Kalle Kortelainen/Unsplash]

Alasan lainnya adalah Angkatan Udara India dan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat melakukan sesi pelatihan di wilayah tersebut. Umumnya, pihak berwenang membatasi maskapai penerbangan komersial untuk terbang di atasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menhub Instruksikan Asuransi Korban Sriwijaya Air Harus Cepat Diberikan

Menhub Instruksikan Asuransi Korban Sriwijaya Air Harus Cepat Diberikan

News | Selasa, 12 Januari 2021 | 12:44 WIB

Hitungan Menit, DVI Polri Ungkap Cara Identifikasi Pramugara Sriwijaya Air

Hitungan Menit, DVI Polri Ungkap Cara Identifikasi Pramugara Sriwijaya Air

Jabar | Selasa, 12 Januari 2021 | 12:30 WIB

Lapan Sebut Cuaca Saat Sriwijaya Air Hilang Kontak Tak Ada Indikasi Ekstrem

Lapan Sebut Cuaca Saat Sriwijaya Air Hilang Kontak Tak Ada Indikasi Ekstrem

Riau | Selasa, 12 Januari 2021 | 12:22 WIB

Istri Pramugara Okky Bisma: Surga Tempatmu Sayang, I Love You

Istri Pramugara Okky Bisma: Surga Tempatmu Sayang, I Love You

Kalbar | Selasa, 12 Januari 2021 | 12:21 WIB

Mayat Pramugara Okky Bisma Teridentifikasi, DVI Polri: Cuma Hitungan Menit

Mayat Pramugara Okky Bisma Teridentifikasi, DVI Polri: Cuma Hitungan Menit

News | Selasa, 12 Januari 2021 | 12:16 WIB

Menhub Pastikan 62 Sampel DNA Keluarga Korban Sriwijaya Lengkap Hari Ini

Menhub Pastikan 62 Sampel DNA Keluarga Korban Sriwijaya Lengkap Hari Ini

News | Selasa, 12 Januari 2021 | 11:56 WIB

Terkini

5 HP Snapdragon 8 Gen 3 Terbaik dengan Layar AMOLED untuk Game Terbaru

5 HP Snapdragon 8 Gen 3 Terbaik dengan Layar AMOLED untuk Game Terbaru

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 19:45 WIB

7 HP Oppo Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Kamera dan Performa Bagus

7 HP Oppo Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Kamera dan Performa Bagus

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 18:45 WIB

Ilmuwan AS Tewas dan Hilang Beruntun, dari Peneliti Nuklir hingga Pengamat UFO

Ilmuwan AS Tewas dan Hilang Beruntun, dari Peneliti Nuklir hingga Pengamat UFO

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 18:41 WIB

Redmi Note 13 RAM 8 Harganya Berapa? Cek Daftar Harga HP Xiaomi Tipe Ini 2026

Redmi Note 13 RAM 8 Harganya Berapa? Cek Daftar Harga HP Xiaomi Tipe Ini 2026

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 18:03 WIB

5 HP OPPO Reno Termurah April 2026, Kamera Paling Jernih untuk Tipe Mid-Range

5 HP OPPO Reno Termurah April 2026, Kamera Paling Jernih untuk Tipe Mid-Range

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 15:42 WIB

Bocoran Xiaomi 17 Fold: Pakai Chipset Xring O3, Siap Jadi HP Lipat Paling Canggih 2026?

Bocoran Xiaomi 17 Fold: Pakai Chipset Xring O3, Siap Jadi HP Lipat Paling Canggih 2026?

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 15:27 WIB

Acer Edu Summit 2026: Inovasi AI Ubah Cara Belajar, Ini Teknologi dan Strategi Pendidikan Masa Depan

Acer Edu Summit 2026: Inovasi AI Ubah Cara Belajar, Ini Teknologi dan Strategi Pendidikan Masa Depan

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 14:56 WIB

Penyebab Kode 3E Mesin Cuci Samsung dan Panduan Perbaikan Mandiri di Rumah

Penyebab Kode 3E Mesin Cuci Samsung dan Panduan Perbaikan Mandiri di Rumah

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 14:43 WIB

Cara Aktifkan Roaming Data Saat Haji 2026, XLSMART Rilis Paket Murah Mulai Rp355 Ribu

Cara Aktifkan Roaming Data Saat Haji 2026, XLSMART Rilis Paket Murah Mulai Rp355 Ribu

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 14:09 WIB

4 Rekomendasi HP Xiaomi dengan Kamera OIS Terbaik: Warna Tajam, Video Stabil

4 Rekomendasi HP Xiaomi dengan Kamera OIS Terbaik: Warna Tajam, Video Stabil

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 13:58 WIB