Ilmuwan Mengklaim Bisa Menghentikan Naiknya Permukaan Laut dengan Peretasan

Dythia Novianty

Minggu, 28 Maret 2021 | 06:30 WIB
Ilmuwan Mengklaim Bisa Menghentikan Naiknya Permukaan Laut dengan Peretasan
Ilustrasi gletser (Shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan tengah berusaha mencari cara menekan dampak perubahan iklim global, salah satunya menghambat naiknya permukaan laut secara dramatis dengan "meretas" gletser untuk mengurangi jumlah air yang mereka pompakan ke lautan kita.

Dalam sebuah studi terbaru, tim ilmuwan internasional yang dipimpin oleh University College London, menguraikan sembilan teknik yang dapat digunakan untuk memperlambat pencairan glasial di lapisan es Greenland dan Antartika.

Skema tersebut akan menggunakan "rekayasa geo", teknologi kontroversial berskala luas yang secara artifisial mengubah iklim bumi.

Salah satu pendekatan yang dikedepankan oleh tim adalah dengan mencerahkan permukaan es, mengurangi pencairan permukaan.

Cara lainnya adalah memompa karbon dioksida cair ke dasar gletser yang berbatu.

Diterapkan bersamaan untuk mengurangi emisi karbon, intervensi dapat membantu mencegah bencana perubahan iklim, menurut penulis utama studi Andrew Lockley.

Proses peretasan gletser. [Advances in Climate Change Research]
Proses peretasan gletser. [Advances in Climate Change Research]

"Kenaikan permukaan laut mungkin merupakan ancaman yang paling merugikan dari perubahan iklim," katanya dilansir laman The Sun, Minggu (28/3/2021).

Menurutnya, ini dapat menyebabkan banyak kota besar di dunia serta kerusakan lain seperti banjir badai dan hilangnya lahan pertanian.

"Kami ingin menemukan cara untuk mengontrol proses tersebut," ungkap dia.

baca juga

Suhu global rata-rata sudah 1,2C di atas tingkat pra-industri dan diperkirakan akan melewati patokan 2C antara 2050 dan 2100.

Suhu yang melonjak, menyebabkan lapisan es yang menutupi Antartika dan Greenland menumpahkan triliunan ton air ke lautan kita setiap tahun, yang menyebabkan kenaikan permukaan laut di seluruh planet ini.

Penelitian yang diterbitkan bulan lalu menunjukkan bahwa, pada kecepatan saat ini, permukaan laut global rata-rata bisa naik sebanyak 1,35m (4,1 kaki) pada 2100.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa kenaikan di atas satu meter akan menjadi berita buruk bagi kota-kota pesisir, seperti New York dan Shanghai.

Sekitar 770 juta orang, 10 persen dari populasi dunia, hidup kurang dari lima meter (16 kaki) di atas permukaan laut.

"Sebagian besar kenaikan permukaan laut yang diharapkan berasal dari gletser yang mencair," Lockley menjelaskan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perangi Perubahan Iklim, ABB Terbitkan Buku Putih

Perangi Perubahan Iklim, ABB Terbitkan Buku Putih

News | Rabu, 03 Maret 2021 | 14:08 WIB

Gunung Es Seukuran London Pecah di Stasiun Penelitian Inggris

Gunung Es Seukuran London Pecah di Stasiun Penelitian Inggris

Tekno | Selasa, 02 Maret 2021 | 10:07 WIB

Para Peneliti Ungkap Penyebab Perubahan Iklim di Kutub Utara

Para Peneliti Ungkap Penyebab Perubahan Iklim di Kutub Utara

Video | Kamis, 25 Februari 2021 | 10:00 WIB

Cara Unik Bill Gates Perangi Perubahan Iklim

Cara Unik Bill Gates Perangi Perubahan Iklim

Tekno | Kamis, 18 Februari 2021 | 05:30 WIB

Makhluk Aneh, Kehidupan Tak Terduga di Antartika

Makhluk Aneh, Kehidupan Tak Terduga di Antartika

News | Selasa, 16 Februari 2021 | 14:35 WIB

Ilmuan Temukan Makhluk Hidup di Bawah Lapisan Es Antartika, Dalamnya 900 M

Ilmuan Temukan Makhluk Hidup di Bawah Lapisan Es Antartika, Dalamnya 900 M

News | Selasa, 16 Februari 2021 | 14:34 WIB

Terkini

Mimpi Jadi Raksasa Semikonduktor: Mampukah Indonesia Lepas dari Candu Batu Bara?

Mimpi Jadi Raksasa Semikonduktor: Mampukah Indonesia Lepas dari Candu Batu Bara?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:18 WIB

ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, AI Lokal yang Pangkas Penetration Testing Jadi Hitungan Jam

ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, AI Lokal yang Pangkas Penetration Testing Jadi Hitungan Jam

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:16 WIB

Kenapa Moisturizer Bikin Wajah Kusam? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Moisturizer Bikin Wajah Kusam? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:14 WIB

Dari Atas Kursi Roda, Yuda Tak Lelah Berburu Mimpi di Job Fair Yogyakarta

Dari Atas Kursi Roda, Yuda Tak Lelah Berburu Mimpi di Job Fair Yogyakarta

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:14 WIB

Pemuda Standing Motor Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai Kampar

Pemuda Standing Motor Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai Kampar

Riau | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:14 WIB

Respons Lonjakan Trafik Data, Indosat Targetkan 1.100 Titik 5G di Bali-Nusra pada Akhir 2026

Respons Lonjakan Trafik Data, Indosat Targetkan 1.100 Titik 5G di Bali-Nusra pada Akhir 2026

Bali | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:12 WIB

Sampai Kapan Pun Iran Tolak Tunduk ke Amerika, Selat Hormuz Tetap Ditutup

Sampai Kapan Pun Iran Tolak Tunduk ke Amerika, Selat Hormuz Tetap Ditutup

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:09 WIB

Appi: Saya Masih Tetap Kader Partai Golkar

Appi: Saya Masih Tetap Kader Partai Golkar

Sulsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:05 WIB

Final Piala Dunia 2026: Foto Lionel Messi Mandikan Lamine Yamal Kembali Viral

Final Piala Dunia 2026: Foto Lionel Messi Mandikan Lamine Yamal Kembali Viral

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:04 WIB

Jembatan KA Matraman Aman, Tak Ada Kerusakan Struktur Usai Truk Molen Tersangkut

Jembatan KA Matraman Aman, Tak Ada Kerusakan Struktur Usai Truk Molen Tersangkut

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:03 WIB

×