Ini yang Akan Terjadi pada Mayat di Dasar Laut

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Selasa, 27 April 2021 | 11:00 WIB
Ini yang Akan Terjadi pada Mayat di Dasar Laut
Foto bawah laut yang menunjukkan lambung kapal selam KRI Nanggala 402. (TNI AL via CNA)

Suara.com - Musibah yang menimpa kapal selam KRI Nanggala 402 membuat banyak orang berduka. Ditambah dengan penemuan serpihan yang mengindikasikan bahwa kapal tersebut terbelah di kedalaman laut lebih dari 500 meter.

Tubuh awak kapal hingga saat ini belum ditemukan. Namun, pada kedalaman laut sedalam itu, banyak hal bisa terjadi.

Para ahli sebelumnya telah menguji apa yang akan terjadi jika tubuh hewan atau manusia yang telah meninggal berada di dasar laut dengan kedalaman di bawah 300 meter.

Untuk menemukannya jawabannya, tim peneliti Kanada menenggelamkan dua bangkai babi di Selat Georgia untuk melihat bagaimana mayat hewan itu akan terurai di air dalam.

Bangkai babi hampir sama dengan tubuh manusia yang meninggal, di mana hal ini umum digunakan dalam bidang penelitian ataupun kedokteran untuk pembedahan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bangkai babi dan mungkin tubuh manusia juga dapat terurai jauh lebih cepat di air dalam daripada yang diharapkan.

Percobaan apa yang terjadi pada mayat dalam laut. [Plos One]
Percobaan apa yang terjadi pada mayat dalam laut. [Plos One]

Temuan ini sangat penting bagi penyelam penyelamat untuk menemukan seseorang yang hilang di dalam laut dan mencari tubuh utuh atau tumpukan tulang.

Para ahli melakukan percobaan dua kali, sekali selama musim semi di belahan Bumi utara dan musim gugur, di mana tubuh babi dipantau terus-menerus menggunakan kamera dan instrumen lainnya sekitar 150 hari.

Penelitian sebelumnya yang menggunakan paus dan hewan laut besar lainnya menunjukkan bahwa beberapa bangkai besar melalui empat tahap pembusukan dan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk benar-benar terkikir. Tetapi, berbeda untuk babi dan manusia.

"Studi sebelumnya di Saanich Inlet (100 meter) dan Howe Sound (7-15 meter) menunjukkan bahwa bangkai kemungkinan besar akan bertahan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, tergantung pada tingkat oksigen, musim, kedalaman, dan apakah tetap bersentuhan dengan dasar laut," kata Gail Anderson, kriminolog dari Simon Fraser University.

Namun, Anderson menambahkan jika tubuh berada pada air lebih dalam yang sangat beroksigen, tubuh akan cepat terkikis dalam waktu kurang dari empat hari.

Seberapa cepat tubuh membusuk juga tergantung pada waktu dalam setahun. Saat tim menyelesaikan percobaan di musim semi, bangkai itu tinggal tulang hanya dalam empat hari, tetapi di musim gugur, itu hanya butuh waktu tiga hari.

"Jadi, mengapa bangkai babi atau manusia di perairan dalam membusuk jauh lebih cepat daripada mamalia laut? Itu karena manusia atau babi adalah makanan lezat untuk amphipoda lyssianassid, yang merupakan makhluk kecil seperti udang yang terlihat di seluruh bangkai," jelas Anderson, dikutip dari Live Science,  Selasa (27/4/2021).

Percobaan apa yang terjadi pada mayat dalam laut. [Plos One]
Percobaan apa yang terjadi pada mayat dalam laut. [Plos One]

Hewan-hewan kecil itu tidak hanya kejam karena dapat melahap bangkai seukuran manusia dalam tiga hari, tetapi juga memilih untuk memakan organ dan jaringan dalam terlebih dahulu, alih-alih kulit luarnya.

Setelah hewan kecil itu pergi, udang yang lebih besar (Pandalus platyceros) akan menyelesaikannya. Setiap tulang rawan yang tersisa akan dihancurkan oleh predator ini pada hari ke-10. Setelah itu, bangkai akan benar-benar tinggal tulang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian Terbaru, Kucing Mati Tertular Covid-19 Pemiliknya

Penelitian Terbaru, Kucing Mati Tertular Covid-19 Pemiliknya

Tekno | Senin, 26 April 2021 | 05:30 WIB

Peneliti Oxford Mencari Penyintas Covid-19 untuk Jadi Relawan Penelitian

Peneliti Oxford Mencari Penyintas Covid-19 untuk Jadi Relawan Penelitian

Health | Selasa, 20 April 2021 | 14:31 WIB

Dihentikan Pemerintah, RSPAD Tetap Lanjutkan Penelitian Vaksin Nusantara

Dihentikan Pemerintah, RSPAD Tetap Lanjutkan Penelitian Vaksin Nusantara

News | Senin, 19 April 2021 | 20:39 WIB

Pro Kontra Penelitian Vaksin Nusantara, RSPAD Akhirnya Buka Suara

Pro Kontra Penelitian Vaksin Nusantara, RSPAD Akhirnya Buka Suara

Riau | Senin, 19 April 2021 | 14:59 WIB

Sejarah Islam Masuk ke Uluan Sumsel Jadi Objek Penelitian

Sejarah Islam Masuk ke Uluan Sumsel Jadi Objek Penelitian

Sumsel | Minggu, 18 April 2021 | 09:09 WIB

Penelitian Masih Jalan, Tim Stem Cell Sardjito Target Tuntas September 2021

Penelitian Masih Jalan, Tim Stem Cell Sardjito Target Tuntas September 2021

Jogja | Jum'at, 16 April 2021 | 17:40 WIB

Terkini

68 Kode Redeem FF Max Terbaru 2 Mei 2026: Raih MP40 Cobra dan Winchester Kagura

68 Kode Redeem FF Max Terbaru 2 Mei 2026: Raih MP40 Cobra dan Winchester Kagura

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:15 WIB

10 HP Flagship Android Terkencang AnTuTu April 2026: iQOO 15 Ultra Pemuncak

10 HP Flagship Android Terkencang AnTuTu April 2026: iQOO 15 Ultra Pemuncak

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:35 WIB

51 Kode Redeem FC Mobile Terbaru Aktif 2 Mei 2026: Sikat TOTS 116-119 dan Shards

51 Kode Redeem FC Mobile Terbaru Aktif 2 Mei 2026: Sikat TOTS 116-119 dan Shards

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:10 WIB

Sharp Indonesia Pamer Teknologi Ramah Lingkungan di Hari Bumi 2026

Sharp Indonesia Pamer Teknologi Ramah Lingkungan di Hari Bumi 2026

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:23 WIB

Huawei WiFi Mesh X3 Pro Resmi Dijual di Indonesia, Router Wi-Fi 7 Mewah dengan Kecepatan 3.6 Gbps

Huawei WiFi Mesh X3 Pro Resmi Dijual di Indonesia, Router Wi-Fi 7 Mewah dengan Kecepatan 3.6 Gbps

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:37 WIB

Nubia Neo 5 Series Segera ke Indonesia, Bawa RAM 12 GB dan Kipas Pendingin

Nubia Neo 5 Series Segera ke Indonesia, Bawa RAM 12 GB dan Kipas Pendingin

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:35 WIB

Diwarnai Drama Pemecatan, Game Subnautica 2 Siap Rilis Bulan Ini

Diwarnai Drama Pemecatan, Game Subnautica 2 Siap Rilis Bulan Ini

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 16:10 WIB

iQOO Z11 Siap ke Malaysia dengan RAM 12 GB, Lanjut Masuk ke Indonesia?

iQOO Z11 Siap ke Malaysia dengan RAM 12 GB, Lanjut Masuk ke Indonesia?

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:47 WIB

Oppo Reno 16 Series Mulai Pre-Order: Andalkan Chipset Flagship dan Baterai Jumbo

Oppo Reno 16 Series Mulai Pre-Order: Andalkan Chipset Flagship dan Baterai Jumbo

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:20 WIB

iQIYI Siapkan Gebrakan di Indonesia 2026, Dracin hingga Fan Meeting Artis China Jadi Andalan

iQIYI Siapkan Gebrakan di Indonesia 2026, Dracin hingga Fan Meeting Artis China Jadi Andalan

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:20 WIB