alexametrics

Ngeri... Pedang Bekas Ritual Pembunuhan Berumur 1.600 Tahun Ditemukan

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Ngeri... Pedang Bekas Ritual Pembunuhan Berumur 1.600 Tahun Ditemukan
Pedang kuno digunakan ritual pembunuhan berumur 1.600 tahun. [Ancient Origins/Errico Maniotis]

Pedang tersebut digunakan dalam ritual "pembunuhan".

Suara.com - Para arkeolog Yunani menemukan pedang besi berumur 1.600 tahun, dapat dilipat di dalam kuburan seorang tentara yang bertugas di kekaisaran Romawi.

Menurut para ahli, pedang tersebut digunakan dalam ritual "pembunuhan" dan jenazahnya dimakamkan di gereja.

Penguburan prajurit tersebut adalah temuan terbaru di situs basilika paleochristian bertingkat tiga yang berasal dari abad kelima.

Basilika dibangun di atas tempat pemujaan yang lebih tua, berasal dari abad keempat yang mungkin merupakan gereja Kristen tertua di Thessaloniki.

Baca Juga: Arkeolog Temukan 110 Makam Mesir Kuno di Delta Sungai Nil

Pada abad ketujuh, gereja tersebut rusak dan hanya direnovasi seadanya sebelum akhirnya terabaikan pada abad kedelapan atau kesembilan.

Selama penggalian baru-baru ini, para arkeolog menemukan makam berbentuk lengkungan ini dengan isi senjata, termasuk spatha bengkok, sejenis pedang panjang dan lurus dari periode Romawi akhir (250-450 M).

Temuan terbaru di situs basilika paleochristian. [Ancient Origins/Errico Maniotis]
Temuan terbaru di situs basilika paleochristian. [Ancient Origins/Errico Maniotis]

"Biasanya pedang jenis ini digunakan oleh pasukan bantu kavaleri tentara Romawi, jadi kita dapat berasumsi jasad ini adalah seorang perwira tinggi tentara Romawi," kata Errikos Maniotis, rekan peneliti proyek di Aristotle University of Thessaloniki, Yunani.

Para arkeolog masih harus mempelajari kerangka tersebut untuk mengetahui usia, penyebab kematian, dan kemungkinan luka yang mungkin didapat dari perang.

Pedang yang bengkok adalah petunjuk bahwa tentara itu adalah seorang goth, anggota dari orang-orang Jerman yang menginvasi Kekaisaran Romawi dari timur antara abad ketiga dan kelima.

Baca Juga: Harta Karun Zaman Perunggu Berusia 2.500 Tahun Tak Sengaja Ditemukan

"Senjata prajurit itu akan menjelaskan dampak kehadiran komunitas tentara bayaran asing di kota Thessaloniki, kota terbesar kedua, sejak jatuhnya Roma dan setelah Konstantinopel, di Kekaisaran Romawi Timur," tambah Maniotis, dikutip dari Live Science, Senin (17/5/2021).

Komentar