Urutan Gen Virus Covid-19 Dihapus Diam-diam di Wuhan

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 24 Juni 2021 | 16:00 WIB
Urutan Gen Virus Covid-19 Dihapus Diam-diam di Wuhan
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Suara.com - Seorang peneliti di Seattle, mencoba mendapatkan file yang dihapus dari Google Cloud.

File ini mengungkapkan 13 urutan genetik parsial untuk beberapa kasus awal Covid-19 di Wuhan.

Menemukan kisah asal-usul Covid-19 masih menjadi perhatian para ilmuwan di seluruh dunia karena sebagian besar terhambat oleh kurangnya akses ke informasi dari China, tempat kasus pertama kali muncul.

Dilaporkan oleh New York Times, urutan gen tidak menunjukkan bukti mengenai teori tentang bagaimana Covid-19 muncul.

Ilmuwan tidak menyebutkan bahwa virus bocor dari laboratorium di Wuhan dan tidak juga muncul karena penyebab alami.

Namun, ahli menegaskan gagasan bahwa virus Corona baru beredar lebih awal dari wabah besar pertama di pasar makanan laut.

Pasar Wuhan, China. [Hector Retamal/AFP]
Pasar Wuhan, China. [Hector Retamal/AFP]

Untuk menentukan dengan tepat bagaimana dan dari mana virus itu berasal, para ilmuwan perlu menemukan virus progenitor, di mana darinya semua strain lain diturunkan.

Hingga saat ini, urutan paling awal adalah sampel dari kasus di Pasar Makanan Laut Huanan di Wuhan.

Awalnya, dianggap sebagai tempat pertama kali virus Corona muncul pada akhir Desember 2019.

baca juga

Namun, kasus yang ditemukan pada awal Desember dan November 2019 tidak memiliki hubungan dengan pasar makanan laut tersebut, menunjukkan di awal pandemi bahwa virus muncul dari tempat lain.

Para ahli memiliki kesulitan untuk menentukan urutan genetik pertama karena adanya virus yang kehilangan tiga mutasi.

Virus yang kehilangan ketiga mutasi itu lebih cocok dengan virus Corona yang ditemukan pada kelelawar tapal kuda.

Para ilmuwan cukup yakin bahwa Covid-19 entah bagaimana muncul dari kelelawar, sehingga masuk akal untuk berasumsi bahwa nenek moyang virus juga akan kehilangan mutasi tersebut.

Sekarang, Jesse Bloom dari Howard Hughes Medical Institute di Seattle telah menemukan urutan yang dihapus juga tidak memiliki mutasi tersebut.

"Mereka tiga langkah lebih mirip dengan virus Corona kelelawar daripada pasar ikan Huanan," kata Bloom, dikutip dari Live Science, Kamis (24/6/2021).

Fakta ini menunjukkan bahwa urutan gen virus yang ditemukan di pasar tidak mewakili virus beredar di Wuhan pada akhir Desember 2019 dan awal Januari 2020.

Laboratorium P4 di Wuhan, China. [Hector RETAMAL/AFP]
Laboratorium P4 di Wuhan, China. [Hector RETAMAL/AFP]

Dilaporkan sekitar setahun lalu, 241 urutan genetik dari pasien virus Corona telah hilang dari database online, bernama Sequence Read Archive yang dikelola oleh National Institutes of Health (NIH).

Bloom memperhatikan, urutan yang hilang ketika dia menemukan spreadsheet dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada Mei 2020.

Penulisnya mencantumkan 241 urutan genetik Covid-19 hingga akhir Maret 2020.

Penyelidikan Bloom mengungkapkan bahwa urutan yang dihapus telah dikumpulkan oleh Aisu Fu dan Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan.

Pracetak penelitian yang diterbitkan dari urutan tersebut, menunjukkan bahwa itu berasal dari sampel usap hidung pasien rawat jalan, yang diduga Covid-19 di awal pandemi.

Bloom tidak mengetahui alasan mengapa urutan gen telah dihapus dan emailnya yang dikirim kepada penulis penelitian, terkait untuk menanyakan urutan tersebut tidak mendapat tanggapan.

Di sisi lain, Bloom menegaskan bahwa penelitiannya juga memiliki keterbatasan.

Ilustrasi ilmuwan. [ThisisEngineering RAEng/Unsplash]
Ilustrasi ilmuwan. [ThisisEngineering RAEng/Unsplash]

Ia mencatat jika para ilmuwan menganalisis lebih dalam pada data yang diarsipkan NIH dan organisasi lain, lalu menyatukan urutannya.

Langkah ini dapat membantu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang asal-usul dan penyebaran awal Covid-19 tanpa perlu studi lapangan di China.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes: Covid-19 Varian Wuhan Mulai Turun Tapi Kasus Mutasinya Naik

Kemenkes: Covid-19 Varian Wuhan Mulai Turun Tapi Kasus Mutasinya Naik

News | Senin, 31 Mei 2021 | 15:01 WIB

Waspada! Asal-usul Covid-19 Tidak Terungkap, Bisa Munculkan Covid-32

Waspada! Asal-usul Covid-19 Tidak Terungkap, Bisa Munculkan Covid-32

Tekno | Senin, 31 Mei 2021 | 06:30 WIB

Biden Selidiki Lab Wuhan, Trump Bersorak: Sekarang Kalian Setuju Denganku!

Biden Selidiki Lab Wuhan, Trump Bersorak: Sekarang Kalian Setuju Denganku!

News | Minggu, 30 Mei 2021 | 15:48 WIB

Kontroversi Asal-usul Virus Corona, AS Percaya dengan Teori Kebocoran Laboratorium Wuhan

Kontroversi Asal-usul Virus Corona, AS Percaya dengan Teori Kebocoran Laboratorium Wuhan

Health | Sabtu, 29 Mei 2021 | 20:25 WIB

Balas Amerika, Beijing Tuding Covid-19 Berasal dari Maryland

Balas Amerika, Beijing Tuding Covid-19 Berasal dari Maryland

Tekno | Selasa, 25 Mei 2021 | 21:21 WIB

Isu Covid-19 Bocor dari Lab di Wuhan, Begini Kata Gedung Putih

Isu Covid-19 Bocor dari Lab di Wuhan, Begini Kata Gedung Putih

Tekno | Selasa, 25 Mei 2021 | 20:34 WIB

Terkini

Kritik Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Pakar UGM: Sudahlah, Jangan Tambah Masalah!

Kritik Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Pakar UGM: Sudahlah, Jangan Tambah Masalah!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:58 WIB

Makanan Tak Boleh Terbuang! BGN Atur Distribusi MBG di Tengah PJJ Akibat Karhutla

Makanan Tak Boleh Terbuang! BGN Atur Distribusi MBG di Tengah PJJ Akibat Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Panglima TNI Pimpin Sertijab: Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Resmi Bertukar Jabatan

Panglima TNI Pimpin Sertijab: Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Resmi Bertukar Jabatan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Daftar dan Peran 5 Tersangka Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB

Daftar dan Peran 5 Tersangka Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jadi Bos Dony Oskaria

Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jadi Bos Dony Oskaria

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Street Food Tetap Menjadi Salah Satu Segmen Kuliner yang Menjanjikan?

Mengapa Street Food Tetap Menjadi Salah Satu Segmen Kuliner yang Menjanjikan?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Balita Kena ISPA, Petani Terjebak Asap: Karhutla Berdampak ke Semua Lini!

Balita Kena ISPA, Petani Terjebak Asap: Karhutla Berdampak ke Semua Lini!

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Udara Jakarta Memburuk, Kasus ISPA Berpotensi Menanjak

Udara Jakarta Memburuk, Kasus ISPA Berpotensi Menanjak

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Penangguhan Penahanan Richard Lee Dikabulkan, eks Hakim Agung Jadi Penjamin

Penangguhan Penahanan Richard Lee Dikabulkan, eks Hakim Agung Jadi Penjamin

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:24 WIB

×