Kepala BNPT: Teroris Aktif Rekrut Anggota via Internet selama Pandemi Covid-19

Liberty Jemadu Suara.Com
Kamis, 01 Juli 2021 | 21:54 WIB
Kepala BNPT: Teroris Aktif Rekrut Anggota via Internet selama Pandemi Covid-19
Kepala BNPT, Boy Rafli Amar, mengatakan internet menjadi tantangan utama pemberantasan terorisme selama pandemi Covid-19. [Antara]

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan tantangan utama penanggulangan terorisme di masa pandemi COVID-19 kini muncul di media internet.

"Selama masa pandemi grup teroris memaksimalkan aktivitas daring. Mereka aktif melakukan propaganda dan proses rekrutmen anggota bahkan soal pendanaan," kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (1/7/2021).

Pandemi COVID-19 tidak hanya mengancam aspek kesehatan tetapi juga bagi keamanan dan ketertiban dunia. Kelompok teroris justru menciptakan tantangan baru misalnya lewat aktivitas teroris di dunia maya yang semakin masif.

Menurut Boy, aktivitas di internet yang dilakukan teroris sangat mudah dilakukan dan malah lebih efektif dalam mendoktrin generasi muda untuk mendukung ideologi mereka dan kemudian ikut melakukan aksi teror.

Sebagai contoh kasus wanita muda yang menyerang Mabes Polri beberapa waktu lalu. Ia diduga terpapar ideologi ISIS dari internet. Kini, teroris juga menggunakan internet dalam melakukan pendanaan untuk mendukung aksi terorisme.

"Selama pandemi berlangsung terdapat kenaikan 101 persen transaksi keuangan mencurigakan," kata dia.

Saat ini, kata dia, ada kecenderungan perempuan menjadi teroris. Studi dari Soufan Center menyebut angka dukungan kepada teroris yang dilakukan kaum perempuan bertambah di wilayah Asia Tenggara.

Secara statistik pada 2015 ada tiga perempuan yang ditangkap karena kasus terorisme. Jumlah itu naik drastis kurun waktu 2016 hingga 2020 yang mencapai 40 orang.

Dalam tiga tahun terakhir Indonesia telah menyaksikan aksi terorisme yang dilakukan perempuan yakni di Surabaya, Sibolga dan baru-baru ini di Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Terorisme Bukan Jihad Demi Kebaikan, Wapres Ma'ruf: Dasarnya Merusak!

Selain itu, tantangan di masa pandemi COVID-19 ialah radikalisme serta adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi teroris asing atau Foreign Terorist Fighters (FTF). Untuk FTF diperkirakan 600 hingga 700 WNI ditahan di sejumlah kamp di Suriah. Lebih miris lagi mayoritas dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI