Akankah Covid-19 Jadi Alat Seleksi Alam seperti Pes dan Malaria?

Liberty Jemadu

Sabtu, 24 Juli 2021 | 07:05 WIB
Akankah Covid-19 Jadi Alat Seleksi Alam seperti Pes dan Malaria?
Akankah Covid-19 menjadi alat seleksi alam seperti malaria dan pes? Foto: Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan awal kepada anak usia 12-18 tahun yang akan menjalani vaksinasi COVID-19 di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (10/7/2021). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Suara.com - Sekitar enam abad lalu, wabah pes yang dikenal sebagai Black death menelan korban puluhan juta jiwa dalam waktu singkat di Eropa dan Afrika Utara. Wabah besar ini menyapu habis hingga 60 persen dari populasi Eropa di abad 14.

Pada masa itu teknologi kedokteran masih sederhana. Hanya orang-orang yang dapat beradaptasi yang mampu bertahan hidup di tengah wabah yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis itu. Hal ini meninggalkan jejak seleksi alam yang dapat diamati oleh para ilmuwan saat ini pada populasi manusia.

Riset tentang kasus malaria di Afrika juga menunjukkan proses seleksi alam. Sebagian populasi bertahan terhadap serangan penyakit ini, sebagian lagi mati dan tergantikan.

Apakah kisah seleksi alam serupa akan terjadi pada pandemi COVID-19 yang dalam satu setengah tahun terakhir menelan korban lebih dari 4,1 juta orang di seluruh dunia? Apakah COVID-19 bisa menjadi faktor pemicu seleksi alam pada manusia? Mungkin saja.

Sebuah studi terbaru terbitan awal Mei lalu, yang melibatkan hampir 50.000 pasien COVID-19 dari sembilan belas negara, berhasil memetakan asosiasi signifikan antara keparahan gejala klinis dengan sekelompok varian genetik yang terkait dengan setidaknya delapan gen pada genom manusia.

Hasil riset ini menyatakan variasi tertentu pada gen-gen itu yang dapat membuat kita rentan untuk sakit parah atau kita dapat bertahan.

Wabah dan seleksi alam

Dari sekitar 192 juta orang yang kini terinfeksi COVID-19, mayoritas kasus bergejala ringan. Hanya sekitar 15 persen yang bergejala berat yang menyebabkan sindrom pernafasan akut dengan respons imun yang tidak teratur.

Proporsi kematian terbesar terkait COVID-19 memang pada pasien berumur lanjut atau pasien yang memiliki kondisi penyakit penyerta. Namun banyak juga kematian terjadi pada orang-orang yang dewasa dan anak-anak tanpa penyakit penyerta.

baca juga

Meski mekanisme kerentanan terhadap COVID-19 belum diketahui secara pasti, faktor imun dan genetik inang (manusia) dapat memiliki peran yang menyebabkan perbedaan level keparahan penyakit COVID-19. Sebagai contoh, orang-orang yang memiliki respons imun Interferon tipe I lebih kuat, dapat bertahan lebih baik terhadap infeksi akut.

Seperti halnya wabah influenza pada 1918, faktor genetik inang memainkan peran penting dalam pertahanan terhadap virus flu yang saat ini dapat diamati pada populasi Eropa. Varian genetik tertentu yang ditemukan banyak di populasi Eropa Barat pada gen IFITM3 membantu ketahanan terhadap infeksi virus influenza A, yang patologinya sangat mirip dengan infeksi virus H1N1 pada wabah 1918.

Sementara itu, suatu studi genomik pada populasi gipsi Rroma di Eropa menjabarkan tentang bukti adaptasi genetik terhadap wabah pes. Para peneliti membandingkan genetik autosom pada populasi gipsi Rroma di Romania yang terisolasi dari populasi Eropa pada umumnya, dengan populasi Romania Eropa (non-gipsi). Bakteri yang menyebabkan wabah pes juga menginfeksi populasi Rroma di Eropa saat itu, namun tidak di daerah asalnya di India.

Populasi gipsi Rroma diperkirakan berasal dari Asia Selatan, tepatnya di bagian utara India, pada sekira 1.500 tahun lalu. Mereka bermigrasi ke Eropa sekitar lima abad setelahnya.

Populasi gipsi Rroma memiliki latar belakang genetik yang berbeda dengan populasi Romania Eropa, namun memiliki paparan yang sama terhadap wabah pes.

Menariknya, studi genetik menunjukkan terdapat bukti seleksi alam pada empat gen dalam genom populasi Rroma yang memiliki kemiripan dengan populasi Romania Eropa saat ini. Namun bukti seleksi alam tersebut tidak teramati pada populasi asalnya di India bagian utara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wabah Pes Rusia Bikin Was-was, Pakar Kesehatan Ingatkan Munculnya Bakteri yang Kebal Antibiotik

Wabah Pes Rusia Bikin Was-was, Pakar Kesehatan Ingatkan Munculnya Bakteri yang Kebal Antibiotik

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia Picu Alarm Wabah Black Death Sesi 2, WHO Buka Suara

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia Picu Alarm Wabah Black Death Sesi 2, WHO Buka Suara

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia: Diduga Kebocoran Bakteri Pes, Bakal Ada Wabah Baru?

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia: Diduga Kebocoran Bakteri Pes, Bakal Ada Wabah Baru?

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Peneliti Meninggal Diduga Akibat Bakteri Wabah Mematikan, AS Minta Rusia Transparan

Peneliti Meninggal Diduga Akibat Bakteri Wabah Mematikan, AS Minta Rusia Transparan

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Harga Minyak Dunia Bak Malaria, ICP 2027 Diusulkan USD75/Barel

Harga Minyak Dunia Bak Malaria, ICP 2027 Diusulkan USD75/Barel

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Terkini

Jadi Satu-satunya di Asia Tenggara, Konser Kanye West di Jakarta Dipadati Bule

Jadi Satu-satunya di Asia Tenggara, Konser Kanye West di Jakarta Dipadati Bule

Entertainment | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027

Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Isu Tokoh Oposisi Temui Dubes Singapura Viral, Gerindra Turun Tangan

Isu Tokoh Oposisi Temui Dubes Singapura Viral, Gerindra Turun Tangan

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah

Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah

Jakarta | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:49 WIB

PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR

PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Indonesia dan Tiga Krisis: BBM, Air Bersih, dan Integritas

Indonesia dan Tiga Krisis: BBM, Air Bersih, dan Integritas

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Titik Api Tak Terdeteksi, Petugas Fokus Dinginkan Tiga Blok Gunung Ciremai

Titik Api Tak Terdeteksi, Petugas Fokus Dinginkan Tiga Blok Gunung Ciremai

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Kredit Baru Diprediksi Naik, Industri Pengolahan Jadi Sektor Prioritas Perbankan

Kredit Baru Diprediksi Naik, Industri Pengolahan Jadi Sektor Prioritas Perbankan

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Delegasi ARLI ke China, Bahas Masa Depan Industri Rumput Laut Indonesia

Delegasi ARLI ke China, Bahas Masa Depan Industri Rumput Laut Indonesia

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:30 WIB

'Cheat Code' Beli Motor Baru: Hanya Main Aplikasi, Harga Vario 125 Street Berubah Jadi Rp5 Jutaan

'Cheat Code' Beli Motor Baru: Hanya Main Aplikasi, Harga Vario 125 Street Berubah Jadi Rp5 Jutaan

Otomotif | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:18 WIB

×