alexametrics

Grab dan EMTEK Gelar Festival Kota Mapan untuk Dorong UMKM Melek Digital

Liberty Jemadu
Grab dan EMTEK Gelar Festival Kota Mapan untuk Dorong UMKM Melek Digital
Country Managing Director of Grab Indonesia, Neneng Goenadi; Managing Director Emtek Group, Sutanto Hartono; Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki; dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meluncurkan festival Kota Mapan pada Senin (26/7/2021). [Suara.com/Dicky Prastya]

Grab dan EMTEK akan bekerja sama dengan menghadirkan Festival Kota Mapan mulai September di Solo.

Suara.com - Grab dan EMTEK mengumumkan kerja sama untuk menciptakan ekosistem UMKM yang melek digital. Kerja sama ini dihadirkan lewat program bertajuk Festival Kota Mapan.

Country Managing Director of Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan, Festival Kota Mapan akan digelar perdana mulai September mendatang. Rencananya, festival ini akan menjangkau lebih dari 1.000 UMKM di Solo.

"Grab dan EMTEK akan bekerja sama dengan menghadirkan Festival Kota Mapan. Festival ini akan dilakukan September di Solo. Kita fokuskan dukungan integrasi yang didukung oleh EMTEK Group dan Grab," jelas Neneng dalam konferensi pers virtual, Senin (26/7/2021).

Ia memaparkan, kemitraan Grab dan EMTEK Group ini akan membawa digitalisasi ke seluruh masyarakat Indonesia hingga ke kabupaten. Neneng juga berharap Festival Kota Mapan ini bisa menjadi langkah awal untuk transformasi digitalisasi UMKM lebih luas.

Baca Juga: Wih! Vaksinasi Kota Solo Sudah Mencapai 60 Persen, Gibran Targetkan Agustus Herd Immunity

"Ini tidak akan berhenti di sini (Solo). Sehingga akan terus berlangsung lebih luas," tambah Neneng.

Managing Director PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek Group), Sutanto Hartono menyampaikan, poin dari penyelenggaraan Festival Kota Mapan adalah agar fokus dalam launching kolaborasi yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari elemen pemerintahan hingga partisipasi pelaku UMKM.

"Tujuannya, bagaimana sebanyak mungkin UMKM bisa berpartisipasi pada ekonomi digital," jelasnya.

Ia mencontohkan, bagaimana UMKM menghadapi berbagai kendala untuk bertransformasi ke platform digital. Misalnya, ketika ada pelaku UMKM yang mau ikut jualan di e-commerce, namun mereka tidak mengetahui caranya.

Kemudian, faktor lainnya adalah terbatasnya jangkauan akses infrastruktur ke daerah pelosok. Sutanto mengatakan, beberapa akses seperti koneksi internet hingga jangkauan pengiriman barang menjadi kendala pelaku UMKM untuk melakukan transformasi ke ranah digital.

Baca Juga: Bantah Dukung Ojol Demo Jokowi, Grab: Logo Kami Dicatut Pihak Tak Bertanggung Jawab!

"Dengan menggabungkan kekuatan bersama Grab. Kami akan memberikan pengetahuan know how agar pelaku UMKM melek digital. EMTEK juga akan memanfaatkan platform yang kami miliki, seperti TV, untuk menjangkau masyarakat berpartisipasi secara optimal," paparnya.