NASA Gunakan Satelit Temukan Titik Terpanas Kebakaran Hutan

Dythia Novianty

Sabtu, 31 Juli 2021 | 11:25 WIB
NASA Gunakan Satelit Temukan Titik Terpanas Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan Oregon, AS. [Handout/US Forest Service/AFP]

Suara.com - Sementara para miliarder berlomba untuk menembak diri mereka sendiri ke luar angkasa, NASA mengirimkan citra satelit kembali ke Bumi memberikan bantuan penting bagi petugas pemadam kebakaran, memerangi kebakaran hutan.

Badan antariksa milik Amerika Serikat (AS) itu menggunakan teknologi pencitraan spasial baru dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Mereka menginformasikan kru pemadam kebakaran yang memerangi kebakaran Dixie dan Bootleg di mana mereka berada pada titik terpanas.

Hal ini memungkinkan petugas pemadam kebakaran dari US Forest Service untuk melacak ke arah mana api bergerak, menyebarkan sumber daya secara efektif dan melindungi infrastruktur penting.

Gambar yang diambil oleh satelit dari 7 Juli hingga 22 Juli menunjukkan jalur Bootleg Fire saat melintasi Oregon selatan, memakan 410.000 hektar tanah dan ratusan bangunan dan kendaraan.

Gambar NASA diteruskan ke tim peneliti dari Rapid Analytics for Disaster Response, atau RADR, di Pacific Northwest National Laboratory di Richland, Washington.

Titik panas diambil dari satelit NASA. [NASA]
Titik panas diambil dari satelit NASA. [NASA]

Di sana, para ilmuwan dapat memproses data dari satelit, drone, dan kecerdasan buatan dalam hitungan menit dan meneruskannya ke komandan insiden di lapangan.

“Ini dapat membantu dengan rute evakuasi untuk membantu memahami ke mana pencarian dan penyelamatan harus dilakukan,” Andre Coleman, peneliti utama RADR, mengatakan kepada NBC News.

"Banyak operasi saat ini tidak mendapatkan kesadaran situasional sesering yang mereka inginkan," katanya dilansir dari Independent, Sabtu (31/7/2021).

baca juga

Sebelumnya, petugas pemadam kebakaran akan mengirim pesawat ke langit di atas kebakaran hutan untuk memetakan jalur api, yang akan memakan waktu berjam-jam daripada beberapa menit.

Instrumen pencari panas khusus yang menangkap gambar definisi tinggi ini dikenal sebagai ECOsystem Spaceborne Thermal Radiometer Experiment on Space Station, atau ECOSTRESS.

Ia bekerja dengan mengukur suhu permukaan dua kali sehari dalam resolusi tinggi.

Tujuan utamanya adalah untuk mengukur suhu tanaman, tetapi juga dapat melacak kebakaran hutan, gelombang panas, dan gunung berapi.

“Kemampuan ECOSTRESS unik,” kata Laboratorium Propulsi Jet NASA.

“Satelit yang memperoleh data lebih sering tidak memiliki resolusi yang cukup tinggi untuk melacak garis depan api, dan satelit dengan resolusi lebih tinggi dari ECOSTRESS lebih jarang melintasi area yang sama.”

Teknologi ini membantu memberikan bantuan taktis kepada lebih dari 22.000 petugas pemadam kebakaran yang menangani puluhan kebakaran hutan.

Titik panas diambil dari satelit NASA. [NASA]
Titik panas diambil dari satelit NASA. [NASA]

Ilkay Altintas, seorang ilmuwan komputer di University of California, San Diego, mengatakan kepada NBC News bahwa teknologi itu terbukti sangat penting untuk membantu mengurangi dampak kebakaran hutan, yang dipicu oleh perubahan iklim.

“Semakin banyak ilmu pengetahuan dan data yang dapat kami berikan kepada petugas pemadam kebakaran dan publik, semakin cepat kami memiliki solusi untuk memerangi dan mengurangi kebakaran hutan,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Helikopter NASA di Mars Capai Tonggak Sejarah, Berhasil Terbang 1,6 KM

Helikopter NASA di Mars Capai Tonggak Sejarah, Berhasil Terbang 1,6 KM

Tekno | Senin, 26 Juli 2021 | 15:30 WIB

Penuhi Kebutuhan Astronot, Mainan Seks Akan Dikirim ke Luar Angkasa

Penuhi Kebutuhan Astronot, Mainan Seks Akan Dikirim ke Luar Angkasa

Tekno | Senin, 26 Juli 2021 | 14:00 WIB

Ngeri! Ada Penampakan Tak Terduga saat Gerhana Matahari Cincin

Ngeri! Ada Penampakan Tak Terduga saat Gerhana Matahari Cincin

Tekno | Senin, 26 Juli 2021 | 09:30 WIB

15 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Hujan Bakal Turun Malam Nanti

15 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Hujan Bakal Turun Malam Nanti

Riau | Minggu, 25 Juli 2021 | 10:36 WIB

49 Titik Panas Terpantau di Sumatera Utara, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan

49 Titik Panas Terpantau di Sumatera Utara, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan

Sumut | Selasa, 20 Juli 2021 | 17:38 WIB

34 Titik Panas Terpantau di Riau, Terbanyak di Pelalawan

34 Titik Panas Terpantau di Riau, Terbanyak di Pelalawan

Riau | Senin, 19 Juli 2021 | 11:45 WIB

Terkini

Kisah Jalian Setiarsa Kembangkan UMKM Tembus Pasar Internasional Didukung Ekosistem BRI

Kisah Jalian Setiarsa Kembangkan UMKM Tembus Pasar Internasional Didukung Ekosistem BRI

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:51 WIB

Daftar Mobil Terlaris Segmen LSUV Semester Satu 2026, Seberapa Dominan Rush dan Terios?

Daftar Mobil Terlaris Segmen LSUV Semester Satu 2026, Seberapa Dominan Rush dan Terios?

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:50 WIB

Pasar Eropa Jadi Senjata Utama BYD Geser Toyota Setelah Amerika Serikat Tutup Pintu

Pasar Eropa Jadi Senjata Utama BYD Geser Toyota Setelah Amerika Serikat Tutup Pintu

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:50 WIB

Diduga Korban Bullying, Pelajar di MAN 3 Padang Belajar Merakit Bom dari Media Sosial

Diduga Korban Bullying, Pelajar di MAN 3 Padang Belajar Merakit Bom dari Media Sosial

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:49 WIB

Setelah 28 Tahun Mangkrak, Bahlil: Baru Zaman Prabowo Proyek Masela Jalan

Setelah 28 Tahun Mangkrak, Bahlil: Baru Zaman Prabowo Proyek Masela Jalan

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:47 WIB

Kopdes Merah Putih Boleh Kelola Tambang? Jubir Gerindra: yang Penting Sesuai Aturan

Kopdes Merah Putih Boleh Kelola Tambang? Jubir Gerindra: yang Penting Sesuai Aturan

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:46 WIB

BPDP Ungkap Temuan Riset Sawit, Bisa untuk Suplemen Ibu Hamil hingga Bensin

BPDP Ungkap Temuan Riset Sawit, Bisa untuk Suplemen Ibu Hamil hingga Bensin

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:45 WIB

4 Pelembap Anti-Aging Lokal untuk Usia 25-an, Wajah Awet Muda Bebas Penuaan

4 Pelembap Anti-Aging Lokal untuk Usia 25-an, Wajah Awet Muda Bebas Penuaan

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:45 WIB

Hampir Semua Pelaku Kejahatan SDA-LH Divonis Bersalah, Tapi Tak Jera!

Hampir Semua Pelaku Kejahatan SDA-LH Divonis Bersalah, Tapi Tak Jera!

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:43 WIB

Kisah di Balik Foto Messi Mandikan Lamine Yamal yang Viral Jelang Final Piala Dunia

Kisah di Balik Foto Messi Mandikan Lamine Yamal yang Viral Jelang Final Piala Dunia

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:40 WIB

×