Serangan DDoS Menurun, Pelakunya Banyak Berasal dari Negara Ini

Dythia Novianty Suara.Com
Kamis, 05 Agustus 2021 | 18:27 WIB
Serangan DDoS Menurun, Pelakunya Banyak Berasal dari Negara Ini
Ilustrasi kejahatan siber. [Shutterstock]

Suara.com - Pada paruh kedua 2021, jumlah total serangan DDoS mengalami penurunan sebesar 38,8 persen dibandingkan dengan Q2 2020.

Jumlah ini turun sebesar 6,5 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya pada 2021.

China menjadi pemimpin dalam jumlah perangkat yang melakukan serangan SSH. Pada saat yang sama, negara tersebut terus mengalami penurunan dalam hal jumlah total serangan DDoS (10,2 persen).

Amerika Serikat tetap menjadi pemimpin (36 persen) dalam kategori ini untuk kuartal kedua berturut-turut.

Sementara Polandia dan Brasil menjadi negara baru yang memasuki lima besar.

Baru-baru ini, scammers telah mencari berbagai upaya memperkuat serangan DDoS mereka.

Ilustrasi scam atau penipuan. [Shutterstock]
Ilustrasi scam atau penipuan. [Shutterstock]

Bahkan, jumlah serangan melalui protokol Session Traversal Utilities for NAT (STUN) diketahui telah meningkat.

Tren lain yang terlihat adalah eksploitasi kerentanan TsuNAME di resolver DNS untuk menyerang server DNS.

Secara khusus, ini menyebabkan gangguan dalam kinerja Xbox Live, Microsoft Teams, OneDrive, dan layanan cloud Microsoft lainnya.

Baca Juga: Kelamaan Tatap Laptop, Kaspersky: Mayoritas Anak-Anak Suka Pembelajaran Tatap Muka

Selain itu, penyedia layanan internet juga menjadi korban serangan DDoS.

Situasi keseluruhan di paruh kedua tahun ini terpantau relatif tenang. Rata-rata, jumlah serangan DDoS berfluktuasi antara 500 dan 800 per hari.

Pada hari yang paling tenang, hanya 60 serangan yang tercatat, dan pada hari yang paling intens, ini mencapai 1164.

Serangan brute force SSH sering dilakukan oleh penyerang yang mencoba memasukkan nama pengguna dan kata sandi umum di ribuan server sampai mereka menemukan kecocokan.

Pakar Kaspersky juga menganalisis negara mana yang memiliki bot dan server berbahaya yang menyerang perangkat IoT untuk memperluas botnet. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perangkat yang meluncurkan serangan banyak berada di China (31,8 persen).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI