Data Pribadi Kian Terancam, Mayoritas Pengguna 2FA Orang Berpenghasilan Tinggi

Liberty Jemadu

Minggu, 05 September 2021 | 00:46 WIB
Data Pribadi Kian Terancam, Mayoritas Pengguna 2FA Orang Berpenghasilan Tinggi
Ilustrasi peretas atau hacker (Shutterstock).

Fenomena ini juga dikenal dengan loss aversion bias yang dibahas lebih lanjut dalam Prospect Theory, salah satu teori penting dari bidang ilmu ekonomi perilaku (Behavioral Economics).

Berdasarkan teori ini, manusia cenderung lebih memilih untuk mencegah terjadinya kehilangan atau kerugian ketimbang mendapatkan manfaat atau keuntungan dengan nilai atau nominal yang sama.

Ini karena manusia cenderung menilai bahwa rasa sakit yang terjadi akibat suatu kehilangan jauh lebih besar dibanding rasa puas yang didapat atas sesuatu meski untuk nilai atau nominal yang sama.

Dengan analogi sederhana: bagi manusia, rasa puas memperoleh uang Rp 100 ribu itu tidak sebanding dengan rasa kesal saat kehilangan uang Rp 100 ribu.

Terlepas dari manfaat dari sisi keamanan, penggunaan 2FA juga dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan dalam penggunaan aplikasi atau akun digital.

Memang, dalam dunia keamanan terdapat sebuah ironi bahwa pada umumnya keamanan berbanding terbalik dengan kenyamanan. Protokol keamanan yang lebih baik biasanya menimbulkan ketidaknyamanan di sisi pengguna.

Teknologi 2FA yang memaksa seseorang untuk juga memiliki sesuatu benda tertentu (nomor telepon atau aplikasi di smartphone) sebagai penyedia informasi tambahan yang biasanya dalam bentuk kode sekali pakai atau one-time-passcode (OTP) sebelum mereka dapat mengakses aplikasi atau akun digital miliknya sendiri.

Faktanya, tidak semua orang siap untuk menerima ketidaknyamanan ini.

Kembali ke loss aversion bias, kelompok dari tingkat ekonomi yang berbeda memiliki penilaian yang tidak sama terhadap nilai akses ke aplikasi atau akun-akun digital yang mereka miliki.

baca juga

Mereka dari kalangan ekonomi lemah tidak merasa memiliki sesuatu yang berharga, terutama dalam bentuk finansial yang perlu mereka takutkan hilang.

Singkat kata, mereka cuek atau nothing to lose. Maka wajar jika rasa tidak nyaman untuk mengaktifkan fitur 2FA yang mereka rasakan lebih besar dibandingkan potensi manfaat yang didapatkan.

Sebaliknya, mereka yang berpenghasilan tinggi merasa memiliki sesuatu yang berharga (something to lose) pada aplikasi dan akun-akun digitalnya. Oleh karena itu, rasa tidak nyaman dari penggunaan 2FA itu tidak seberapa besar dibandingkan potensi kerugian finansial jika akun-akun digital mereka sampai diretas.

Dari sisi latar belakang pendidikan, secara umum lulusan perguruan tinggi memiliki tingkat kesadaran dan penggunaan 2FA yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak mengenyam pendidikan tinggi.

Namun, walau berpendidikan tinggi, orang-orang dengan penghasilan rendah tetap enggan menggunakan 2FA.

Artinya, pendidikan tinggi saja tidak menjamin seseorang untuk menerapkan protokol keamanan siber yang lebih baik selama potensi kehilangan (terutama dalam bentuk finansial) belum sebanding dengan rasa nyaman yang ditimbulkan.

Dari sisi faktor demografis, riset kami juga menunjukkan bahwa generasi muda, utamanya dari kalangan milenial, lebih mungkin untuk menggunakan 2FA dibandingkan generasi yang lebih tua.

Dari jenis kelamin, kami menemukan laki-laki lebih berpotensi untuk menggunakan 2FA dibandingkan perempuan.

Dengan demikian, kalangan perempuan lanjut usia adalah salah satu kelompok masyarakat paling rentan menjadi korban peretasan akun karena rendahnya kesadaran akan penggunaan 2FA di kalangan ini.

Perilaku lebih baik

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan penggunaan 2FA di segala kalangan masyarakat Indonesia?

Di berbagai belahan dunia, berbagai pihak telah banyak berupaya lewat pemberian insentif atau penerapan aturan yang lebih ketat untuk mendorong penggunaan 2FA, utamanya dalam konteks organisasi.

Sayangnya, hal serupa tidak bisa dilakukan begitu saja untuk masyarakat awam yang tidak terikat suatu organisasi atau perusahaan, terutama untuk akun-akun pribadinya.

Alih-alih memberikan iming-iming atau pemaksaan, yang perlu kita lakukan adalah intervensi sederhana dalam bentuk pengingat adanya potensi kehilangan yang akan terjadi jika seseorang abai dalam menggunakan 2FA di akun-akun digitalnya.

Ketika seseorang telah memiliki something to lose yang bernilai lebih besar dibandingkan ketidaknyamanan penggunaan 2FA, maka orang tersebut akan memiliki motivasi dari dalam diri untuk menggunakan 2FA untuk melindungi akun-akun digitalnya.

Artikel ini sebelumnya tayang di The Conversation. 

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo: Ujian bagi UU Perlindungan Data di Tengah Abuse of Power

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo: Ujian bagi UU Perlindungan Data di Tengah Abuse of Power

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:09 WIB

Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?

Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:04 WIB

Kerugian Serangan Siber di Indonesia Diproyeksi Tembus Rp111 Triliun pada 2026

Kerugian Serangan Siber di Indonesia Diproyeksi Tembus Rp111 Triliun pada 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 12:37 WIB

Modus Baru Kejahatan Siber Internasional: Tak Lagi Retas Sistem, tapi Manipulasi Korban

Modus Baru Kejahatan Siber Internasional: Tak Lagi Retas Sistem, tapi Manipulasi Korban

News | Minggu, 06 September 2026 | 16:24 WIB

Bareskrim Sita Rp51,99 Miliar dari Jaringan Judi Online

Bareskrim Sita Rp51,99 Miliar dari Jaringan Judi Online

Foto | Kamis, 03 September 2026 | 19:30 WIB

BNI dan BI Edukasi Pengunjung wondrX 2026 Waspadai Kejahatan Siber

BNI dan BI Edukasi Pengunjung wondrX 2026 Waspadai Kejahatan Siber

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:09 WIB

Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan

Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:49 WIB

Serangan Siber Terus Meningkat, Perlindungan Data Pribadi Tak Bisa Lagi Hanya Andalkan Teknologi

Serangan Siber Terus Meningkat, Perlindungan Data Pribadi Tak Bisa Lagi Hanya Andalkan Teknologi

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Sindikat Scam Myanmar Jerat Ribuan WNI, Modus Kerja Ilegal Lewat Thailand

Sindikat Scam Myanmar Jerat Ribuan WNI, Modus Kerja Ilegal Lewat Thailand

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:27 WIB

ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, AI Lokal yang Pangkas Penetration Testing Jadi Hitungan Jam

ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, AI Lokal yang Pangkas Penetration Testing Jadi Hitungan Jam

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:16 WIB

Terkini

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

×