facebook

Tekfin Bakal Jadi Pendorong Pertumbuhan Digital Indonesia

Liberty Jemadu
Tekfin Bakal Jadi Pendorong Pertumbuhan Digital Indonesia
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate.[Antara]

Menurut Kominfo, layanan tekfin lending menjangkau 27,2 juta masyarakat pada Agustus lalu atau 10 persen dari populasi.

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika melihat sektor teknologi finansial atau tekfin akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

"Salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia adalah sektor financial technology atau fintech yang ekspansi jangkauannya semakin luas, semakin tersebar," kata Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, dalam keterangan pers, dikutip Kamis (30/9/2021).

Plate menilai pelaku industri teknologi finansial memiliki peluang yang besar karena masih banyak populasi yang belum memiliki akses yang optimal ke layanan perbankan modern.

Mengutip studi Outlook Industri Fintech di Asia Tenggara, Menteri Johnny mengestimasikan masih terdapatnya 50 persen populasi 6 negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam) yang belum memiliki rekening bank (underbanked population).

Baca Juga: Internet Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Pembangunan BTS 4G di Wilayah 3T Turut Dibiayai APBN

Kondisi seperti itu akan menimbulkan tantangan yang semakin besar, apalagi pelaku tekfin di Asia Tenggara juga diprediksi akan mengalami pemulihan ekonomi berupa "K-shaped recovery".

"Di mana perusahaan-perusahaan yang dianggap lebih sehat dan lebih berkualitas akan mampu mencapai valuasi yang lebih tinggi dalam menerima pendanaan lanjutan, sementara perusahaan-perusahaan yang dianggap berada pada spektrum yang berlawanan akan sulit menarik investasi untuk mendorong upaya pemulihan," kata Johnny.

Selain itu, industri tekfin lending menunjukkan prospek yang menjanjikan dari segi jangkauan pendanaan maupun besaran pendanaan.

Menurut Kominfo, layanan tekfin lending menjangkau 27,2 juta masyarakat pada Agustus lalu atau 10 persen dari populasi. Sektor ini menyalurkan pinjaman total mencapai Rp14,95 triliun tahun lalu, menjadikan Indonesia sebagai negara yang berhasil menarik investasi tekfin terbesar kedua diantara enam negara ASEAN.

Investasi tersebut sebesar 178,48 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan 20 persen dari total investasi tekfin di kawasan ASEAN.

Baca Juga: Kominfo Akui Penyediaan Internet 4G di Wilayah 3T Terkendala Covid-19 dan Lahan

Kominfo juga melihat banyak perusahaan tekfin di Indoensia yang semakin kuat dari segi pendanaan, mulai tahap pre-series, early stage hingga late stage.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar