Menurut dia, pengguna lebih menikmati kecepatan unduh melalui jaringan 4G yang lebih cepat dibandingkan melalui Wifi di setiap wilayah, tetapi dengan perbedaan yang bervariasi.
![Kecepatan download 4G di 12 wilayah Indonesia. [OpenSignal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/10/31/45017-kecepatan-download-4g.jpg)
"Pengguna kami di Papua Barat menunjukkan perbedaan yang paling mencolok, yakni 58 persen peningkatan kecepatan unduh melalui 4G daripada Wifi," jelas Hardik.
Hal tersebut diikuti oleh pengguna di wilayah lainnya, seperti Kalimantan (53 persen) dan Jawa Timur (51 persen).
"Pengguna kami di enam wilayah lainnya melihat perbedaan pengalaman yang lebih besar antara 4G dan Wifi dibandingkan dengan yang terlihat secara nasional," terang dia.
Sulawesi 39 persen, Kepulauan Sunda Kecil (34 persen), Yogyakarta (32 persen), Jawa Tengah (32 persen), Maluku (29 persen), dan Sumatra (28 persen).
Pengguna yang berada di wilayah Kepulauan Sunda Kecil dan DKI Jakarta merasakan kecepatan unduh rata-rata di atas 18 Mbps saat terkoneksi dengan 4G.
Namun, para pengguna yang berada di Jakarta merasakan perbedaan kecil dalam pengalamannya menggunakan 4G dan Wifi (4 persen lebih cepat melalui koneksi 4G), diikuti oleh Banten (6 persen) dan Jawa Barat (10 persen).
"Sementara itu, kecepatan unduh yang dirasakan oleh pengguna kami saat menggunakan 3G lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan Wifi di 12 wilayah," jelasnya.
Para pengguna mengalami kecepatan unduh rata-rata antara 4.2 Mbps sampai 6.5 Mbps.
Dalam analisis ini, dilakukan penilaian waktu yang digunakan untuk dapat terkoneksi dengan Wifi (Time on Wifi) dan layanan data seluler (3G dan 4G).
"Kami menemukan bahwa, secara nasional, para pengguna menghabiskan 92 persen waktu mereka untuk terkoneksi dengan layanan data 4G (4G Availability) dan 96,3 persen waktu mereka terkoneksi dengan layanan data 3G atau 4G (sebagai contoh 3G/4G Availability)," beber Hardik.
![Kecepatan download 3G dan 4G pada smartphone dibanding Wifi. [OpenSignal]](https://media.suara.com/pictures/original/2021/10/31/34289-kecepatan-download-3g-dan-4g-pada-smartphone-dibanding-wifi.jpg)
Meskipun jarinan seluler tersedia hampir sepanjang waktu, pengguna terkoneksi dengan Wifi hanya sekitar sepertiga dari waktu (33,6 persen).
Akibatnya, pengguna di Indonesia menghabiskan 2.9 kali lebih banyak waktu terhubung ke jaringan seluler 3G dan 4G daripada Wifi.
Hal ini turut mencerminkan analisis regional, dengan perbedaan yang beragam antara waktu yang digunakan untuk terkoneksi ke Wifi dan layanan data seluler.
Dengan catatan, ketika pengguna ponsel pintar terkoneksi dengan Wifi, pada umumnya mereka akan tetap melanjutkan untuk terkoneksi dengan jaringan seluler.
Dari 12 wilayah, Time on Wifi tertinggi ada di wilayah Jawa Timur (41,8 persen) dan wilayah terendah adalah Sumatra (26,4 persen).
Sementara itu, di Jakarta, para pengguna merasakan jangkauan 4G tertinggi, yakni sebesar 94,6 persen, diikuti oleh wilayah Jawa barat (94 persen).
Ketersediaan 4G, di enam wilayah lainnya berada di bawah 90 persen, tidak seperti Papua Barat (88,9 persen), Sulawesi (88,9 persen), Maluku (86,6 persen), serta Kalimantan dengan yang paling rendah, yakni 85,8 persen.

Namun, dengan tidak adanya skor jangkauan 4G yang turun hingga di bawah 85 persen, berarti pengguna di Indonesia dapat mengakses layanan data 4G lebih dari 8,5 dari 10 kali terlepas dari wilayah tempat mereka berada.
Di Indonesia, sebagian besar penduduk masih mengandalkan teknologi jaringan 3G yang lama dan para pengguna tersebut, dapat merasakan manfaat besar jika mengubah jaringannya menjadi 4G.
Apabila operator dapat memberikan penawaran pengalaman mobile atau seluler terbaik, seharusnya mereka dapat mempercepat penyebaran layanan 4G.
Hal ini memungkinkan untuk menggunakan kembali spektrum 3G yang lama ke layanan yang lebih modern, seperti 4G atau 5G, sebagai teknologi yang memberikan efisiensi lebih dan dapat membantu meningkatkan pengalaman pengguna dalam mengakses jaringan.
Jika operator menambah kapasitas pada jaringan 4G mereka, maka pengguna ponsel pintar yang
menggunakan jaringan seluler akan semakin mendapatkan pengalaman yang lebih baik daripada
menggunakan Wifi.
Namun, Wifi dan jaringan seluler adalah dua layanan yang saling melengkapi dan akan terus hidup
berdampingan untuk meningkatkan konektivitas.
Saat jaringan tetap berkembang, penggunaan Wifi akan tetap menjadi cara yang sangat berguna untuk membagikan koneksi fiber yang bersifat cepat dan dapat diakses oleh banyak perangkat.

Baik jaringan seluler maupun Wifi akan menjadi penting untuk menyediakan konektifitas yang terjangkau di seluruh Indonesia.
Terutama di lokasi-lokasi yang membutuhkan biaya mahal untuk pemasangan fiber to the premise (FTTP).