alexametrics

Pembangunan BTS 4G Rampung, Bakti Fokus Jaringan Komunikasi Jarak Menengah

Liberty Jemadu
Pembangunan BTS 4G Rampung, Bakti Fokus Jaringan Komunikasi Jarak Menengah
HSBC akan ikut membiayai proyek Satelit Satria. [Suara.com/Dicky Prastya]

Jaringan middle mile merupakan jaringan yang menghubungkan jaringan inti operator dengan fasilitas jaringan lokal.

Suara.com - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), Kementerian Komunikasi dan Informatika fokus menguatkan jaringan middle mile atau jaringan komunikasi jarak menengah setelah target pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G di daerah terluar, tertinggal, terdepan (3T) tuntas.

Jaringan middle mile merupakan jaringan yang menghubungkan jaringan inti operator dengan fasilitas jaringan lokal sehingga distribusi dan kecepatan jaringan komunikasi lebih stabil dengan kecepatan yang lebih baik.

“Jadi memang khusus di 2021-2022 kita fokus pada jaringan BTS 4G dan masuk ke dalam klasifikasi last mile. Namun demikian, kita juga sudah menyiapkan jaringan middle mile sebuah kelanjutan dari last mile yang bisa menambah kapasitas jaringan (komunikasi) kita,” kata Direktur Utama Bakti Anang Latif saat ditemui di Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Contoh nyata dari jaringan middle mile adalah persiapan Satelit Republik Indonesia Raya (SATRIA-1) yang kini tengah dalam proses untuk kemudian diluncurkan di 2023.

Baca Juga: Bakti: Pembangunan BTS di Kawasan 3T Manfaatkan Energi Terbarukan

SATRIA-1 nantinya akan mengambil orbit di 146 BT (Bujur Timur) dan bisa menciptakan jaringan internet super cepat serta diklaim bisa memberikan internet bahkan pada kawasan yang tidak terjangkau layanan fiber optik.

Terkait dengan penguatan layanan internet di 3T, nantinya Papua diperkirakan akan mendapatkan layanan middle mile paling dominan karena berdasarkan data 65 persen desa yang tak terjangkau internet di kepulauan paling timur Indonesia itu.

“Papua ini menduduki 65 persen dari seluruh infrastruktur BTS yang kami bangun. Tentunya dengan jumlah paling banyak nantinya Papua akan mengonsumsi bandwith paling banyak. Nantinya dengan satelit yang posisi berdekatan dengan Papua maka jaringan di sana diharapkan akan sangat bagus,” ujar Anang.

SATRIA-1 merupakan proyek satelit multifungsi milik Indonesia yang diharapkan bisa dimanfaatkan untuk menguatkan akses internet berkeadilan secara nasional. Proyek itu berada di bawah tanggung jawab Bakti Kominfo dan rencananya secara resmi bisa beroperasi pada November 2023.

SATRIA-1 dikerjakan dalam skema pembiayaan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Perakitan satelit SATRIA-1 dikerjakan oleh Thales Alenia Space dari Perancis. Sementara untuk peluncurannya akan dilakukan oleh Perusahaan asal Amerika Serikat milik Elon Musk, SpaceX. [Antara]

Baca Juga: Bakti Akan Bangun 7.904 BTS 4G di Wilayah 3T Sampai 2022

Komentar