facebook

Efek Krisis Chip, Sensor Kamera Belakang Ponsel Bakal Dikurangi

Bimo Aria Fundrika | Dicky Prastya
Efek Krisis Chip, Sensor Kamera Belakang Ponsel Bakal Dikurangi
Ilustrasi chip. [Слава Вольгин/Pixabay]

Omdia menyebut bahwa original equipment manufacturer (OEM) smartphone mulai beralih ke sensor kamera dengan resolusi tinggi namun membawa lebih sedikit lensa.

Suara.com - Perusahaan riset pasar smartphone, Omdia, mengungkapkan bahwa produsen smartphone bakal mengurangi sensor kamera di bagian belakang. Hal ini terjadi lantaran efek krisis chip yang menyebabkan kekurangan pasokan.

Sebagaimana diwartakan Gizmochina, Minggu (12/12/2021), Omdia menyebut bahwa original equipment manufacturer (OEM) smartphone mulai beralih ke sensor kamera dengan resolusi tinggi namun membawa lebih sedikit lensa.

Jusy Hong selaku Senior Research Manager Omdia mengungkap bahwa tren ini muncul karena perusahaan berupaya mengurangi biaya kamera yang disebabkan kekurangan semikonduktor yang mempengaruhi berbagai industri di dunia.

Ilustrasi smartphone. (Unsplash/rawpixel)
Ilustrasi smartphone. (Unsplash/rawpixel)

Terlebih selama kuartal tiga (Q3) 2021, jumlah pengiriman ponsel dengan modul tiga kamera hampir sama dengan model empat kamera. Segmen ponsel tiga lensa ini naik karena dorongan dari perangkat entry level dengan biaya terjangkau di bawah 150 dolar AS atau Rp 2,1 jutaan.

Baca Juga: Perbedaan Kartu ATM Chip dan Magnetic, Ternyata Sangat Penting

Di sisi lain, pangsa pasar ponsel empat kamera malah mengalami penurunan ketimbang ponsel tiga kamera. Sementara pangsa pasar ponsel dua kamera juga mengalami peningkatan di periode yang sama, padahal beberapa waktu sebelumnya sempat menurun.

Lebih lanjut, Hong menambahkan bahwa smartphone di segmen kelas menengah juga bakal beralih dari empat ke tiga lensa.

Hingga saat ini, lensa 48 MP menyumbang 25 persen dari pangsa pasar smartphone di Q3 2021. Sedangkan sensor kamera 64 MP dan 108 MP masing-masing memiliki pangsa pasar 19 persen dan 5 persen.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar