facebook

Sukses Cangkok Jantung Babi ke Manusia, Dr Muhammad Mohiuddin: Jadi Solusi Krisis Organ

Liberty Jemadu
Sukses Cangkok Jantung Babi ke Manusia, Dr Muhammad Mohiuddin: Jadi Solusi Krisis Organ
Dr. Muhammad Mohiuddin, pakar xenotransplantasi yang ikut memimpin operasi cangkok jantung babi ke manusia pertama di dunia. [Dok University of Maryland School of Medicine]

Dr. Muhammad Mohiuddin, pakar xenotransplantasi - transplantasi organ binatang ke manusia - ikut memimpin operasi cangkok jantung babi ke manusia. Yang pertama di dunia.

Suara.com - Dunia kesehatan dan sains pada pekan ini digemparkan oleh kabar gembira suksesnya operasi transplantasi atau cangkok jantung babi ke seorang pasien penyakit jantung akut di Amerika Serikat. Ini merupakan operasi transplantasi jantung babi ke manusia pertama dalam sejarah.

Dr. Muhammad Mohiuddin, pakar xenotransplantasi - transplantasi organ binatang ke manusia - yang ikut memimpin operasi itu mengatakan, jika prosedur itu berhasil, maka akan menjadi solusi krisis donor organ di muka Bumi.

"Jika ini berhasil, maka kita akan memiliki pasokan organ tidak terbatas untuk pasien-pasien (yang membutuhkan donor organ) yang kini sedang menderita," kata Muhammad seperti dilansir dari Newsweek.

Seperti diwartakan sebelumnya, Muhammad bersama rekan-rekannya dari University of Maryland School of Medicine telah mencangkok jantung babi, yang telah disunting secara genetik, kepada David Bennett, pasien berusia 57 tahun. Operasi itu digelar pada 7 Januari 2022 kemarin.

Baca Juga: Pria Ini Jadi Penerima Transplantasi Jantung Babi, Pertama di Dunia!

Muhammad, dalam pernyataannya di situs resmi University of Maryland School of Medicine, juga mengatakan operasi ini adalah puncak dari riset selama bertahun-tahun.

Para dokter mengatakan kini kondisi Bennett stabil dan sedang dalam masa pemulihan, meski pun masih terus diawasi secara ketat. Para dokter juga mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk mengklaim bahwa prosedur itu berhasil.

Bennett merupakan pasien yang membutuhkan donor jantung untuk bisa bertahan hidup. Tetapi hingga operasi itu digelar, ia belum mendapatkan jantung manusia dari donor.

Operasi itu digelar setelah lembaga pengawas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat (FDA) memberikan izin darurat. Sementara Bennett sendiri juga telah sepakat untuk menjalani operasi tersebut, meski tidak ada jaminan prosedur itu akan berhasil.

"FDA menggunakan data-data kami dan data-data dari babi yang telah direkayasa secara genetika untuk memberikan izin transplantasi pada pasien jantung yang sudah tak punya pilihan pengobatan lain," kata Muhammad seperti dilansir dari Reuters.

Baca Juga: Operasi Cangkok Jantung Babi ke Manusia di AS Berhasil, Dokternya Muslim?

"Kesuksesan ini akan memberikan informasi berharga untuk membantu komunitas medis mengembangkan metode untuk menyelamatkan nyawa pasien di masa depan," lanjut Muhammad.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar