facebook

Mahasiswa Temukan Celah Kerentanan Apple Mac, Dihadiahi Rp 1,4 Miliar

Dythia Novianty | Dicky Prastya
Mahasiswa Temukan Celah Kerentanan Apple Mac, Dihadiahi Rp 1,4 Miliar
Logo Apple. [Free-Photos/Pixabay]

Seorang mahasiswa keamanan siber menceritakan kisahnya mendapatkan bonus 100.500 dolar AS atau Rp 1,4 miliar dari program bug bounty Apple.

Suara.com - Seorang mahasiswa keamanan siber dari Georgia Institute of Technology menceritakan kisahnya mendapatkan bonus 100.500 dolar AS atau Rp 1,4 miliar dari program "bug bounty Apple".

Mahasiswa bernama Ryan Pickren ini berhasil menemukan celah kerentanan pada perangkat Apple Mac yang memberikan akses kamera secara ilegal.

Menurut Pickren, celah kerentanan itu muncul di komponen webcam Mac dari bug di Safari dan iCloud.

Sebelum diperbaiki Apple, situs web ilegal dapat memanfaatkan celah untuk menyerang pengguna.

Baca Juga: Atasi Bocornya Riwayat Penulusuran Pengguna dan ID Google di Safari, Apple Rilis iOS 15.3

Celah dimulai dari aplikasi berbagi iCloud yang disebut ShareBear.

Fitur ini memungkinkan pengguna memberikan akses satu sama lain untuk berbagai dokumen lebih mudah.

Ilustrasi Mac Apple. [Shutterstock]
Ilustrasi Mac Apple. [Shutterstock]

Setelah pengguna menerima akses itu, Mac otomatis akan mencatat izin ini dan tidak memintanya lagi.
Meskipun terdengar praktis, nyatanya fitur ini memungkinkan celah untuk dieksploitasi.

Dikarenakan file disimpan di cloud, bukan memori internal, file dapat dibagikan kapan saja setelah izin diberikan.

Akibatnya, foto ataupun teks dapat diubah menjadi file yang dapat dieksekusi dengan kode berbahaya.

Baca Juga: Sejumlah Pengguna iPhone 13 Alami Bug, Layar Berubah Jadi Warna Pink

Nah eksploitasi ini bisa mengubah jenis file dan mendapatkan akses penuh ke perangkat Mac yang dimiliki pengguna.

"Meskipun bug ini memang mengharuskan korban untuk mengklik 'open' pada popup di situs web, hal ini menghasilkan lebih dari sekadar pembajakan izin multimedia," kata Pickren, dikutip dari Digital Trends, Jumat (28/1/2022).

Lebih lanjut, bug itu memberikan akses tiap situs yang pernah dikunjungi korban kepada si hacker.
Artinya, bug di Mac bisa menjalankan berbagai akses seperti membuka kamera, meretas akun iCloud, PayPal, Facebook, Gmail, dan lain-lain.

File yang diakses melalui ShareBear ini bisa diakses dari mana saja tanpa perlu konfirmasi.

Nah, dari sana hacker bisa mengakses celah dan berpotensi memiliki akses penuh pada Mac yang ditargetkan.

Untungnya, Apple sudah memperbaiki celah ini pada Oktober 2021 lalu setelah Pickren melaporkannya pada Juli.

Hadiah Rp 1,4 miliar disebut paling tinggi yang pernah diberikan dari Apple.

Ilustrasi hacker atau peretas dan sebuah ponsel. [Shutterstock]
Ilustrasi hacker atau peretas. [Shutterstock]

Ini bukan program pertama Apple yang dijalankan Pickren.

Pada 2019, ia berhasil meretas kamera dan mikrofon iPhone, mengungkap sejumlah celah berbahaya dalam kode Apple.

Apple kemudian memberikan hadiah sebesar 75.000 dolar AS atau Rp 1 miliar sebagai imbalan untuk menemukan dan melaporkan bug.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar