Astronom Melihat Asteroid Beberapa Jam Sebelum Menabrak Bumi

Dythia Novianty Suara.Com
Rabu, 16 Maret 2022 | 06:15 WIB
Astronom Melihat Asteroid Beberapa Jam Sebelum Menabrak Bumi
Ilustrasi asteroid tabrak bumi. (Shutterstock)

Tidak ada video atau gambar yang diambil dari bola api yang sesuai, tetapi detektor infrasonik pasti melihat anomali.

Lokasi tumbukan Asteroid 2022 EB5. [ESA]
Lokasi tumbukan Asteroid 2022 EB5. [ESA]

“Sinyal dari tumbukan terdeteksi dari Islandia dan Greenland, menunjukkan pelepasan energi yang setara dengan 2 hingga 3 [kiloton] TNT,” menurut NEOCC.

Itu lebih dari apa yang diharapkan dari objek sepanjang 3 kaki, dan tanda bahwa itu kemungkinan berdiameter sekitar 9,8 hingga 13 kaki (3 hingga 4 meter).

"Perbedaan ini kemungkinan merupakan hasil dari ketidakpastian pengukuran baik dalam pengamatan optik maupun deteksi infrasonik," tambah NEOCC.

2 hingga 3 kiloton energi yang dilepaskan bukanlah apa-apa untuk batuk. Itu hampir seperlima dari energi yang dilepaskan oleh bom atom yang diledakkan di Hiroshima.

Namun, itu tidak sebanding dengan meteor yang hancur di Chelyabinsk, Rusia, pada 2013. Superbolida itu dilepaskan di suatu tempat sekitar setara dengan 460 kiloton TNT.

MPC mengganti nama objek tersebut menjadi 2022 EB5, karena telah mendapatkan perbedaan sebagai asteroid kelima yang diketahui yang diamati di luar angkasa sebelum menabrak planet kita.

Mendeteksi objek yang lebih besar dari satu mil jelas jauh lebih mudah daripada melihat objek seukuran ini, tetapi insiden ini menunjukkan bahwa kita semakin baik dalam melakukan hal itu, karena kelima deteksi ini dilakukan dalam 14 tahun terakhir.

Lebih banyak alat untuk mendeteksi objek semacam ini jelas diperlukan, apakah untuk memperingatkan terhadap ledakan yang dapat menghancurkan jendela atau dampak skala eksistensial.

Baca Juga: Asteroid Paling Berbahaya dalam 1 Dekade Akan Lewati Bumi Tahun Depan

Untuk itu, NASA baru-baru ini menggunakan versi yang ditingkatkan dari sistem pemantauan dampaknya, sementara juga meluncurkan Uji Pengalihan Asteroid Ganda (DART).

ESA juga melakukan bagiannya, karena badan tersebut akan membangun teleskop Flyeye di Italia.

Badan Antariksa Eropa. [Yann Schreiber/AFP]
Badan Antariksa Eropa. [Yann Schreiber/AFP]

Teleskop yang akan datang akan memungkinkan para astronom untuk menutupi lebih banyak langit di malam hari dan “mengurangi kemungkinan kita kehilangan objek menarik,” seperti yang dijelaskan Detlef Koschny, penjabat Kepala Pertahanan Planet ESA dalam pernyataan ESA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI