Hidup Sejak Zaman Dinosaurus, Bagaimana Kecoak Bertahan dari Hantaman Asteroid?

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 06 April 2022 | 20:40 WIB
Hidup Sejak Zaman Dinosaurus, Bagaimana Kecoak Bertahan dari Hantaman Asteroid?
Ilustrasi kecoak. [Shutterstock]

Suara.com - Kecoak telah hidup sejak 66 juta tahun yang lalu, ketika batu asteroid yang dikenal sebagai penabrak Chicxulub, jatuh dari luar angkasa dan menghantam Bumi.

Dampaknya menyebabkan gempa Bumi besar dan para ilmuwan berpikir itu juga memicu letusan gunung berapi ribuan mil dari lokasi tumbukan.

Sekitar tiga perempat tumbuhan dan hewan di Bumi mati, termasuk semua dinosaurus, kecual beberapa spesies yang merupakan nenek moyang burung masa kini.

Salah satu hewan lain yang bertahan hidup adalah kecoak. Meski hanya memiliki panjang beberapa inci, batuan antariksa tidak memusnahkan spesies tersebut.

Bukan tanpa sebab, itu karena kecoak dilengkapi struktur tubuh yang baik untuk hidup melalui bencana meteor.

Jika diperhatikan, kecoak memiliki tubuh yang sangat rata. Serangga yang lebih datar dapat menekan diri ke tempat yang lebih sempit.

Ilustrasi sebuah asteroid melesat sebelum membentur permukaan Bumi. [Shutterstock]
Ilustrasi sebuah asteroid melesat sebelum membentur permukaan Bumi. [Shutterstock]

Kondisi ini memungkinkan kecoak untuk bersembunyi secara praktis di mana saja.

Saat meteor menghantam, suhu di permukaan Bumi meningkat.

Banyak hewan tidak memiliki tempat untuk melarikan diri, tetapi kecoak bisa berlindung di celah-celah tanah kecil, yang memberikan perlindungan yang sangat baik dari panas.

baca juga

Tabrakan batu luar angkasa memicu berbagai efek, salah satunya menyebabkan banyak debu sehingga langit menjadi gelap.

Itu membuat Matahari meredup, suhu menurun, dan kondisi menjadi dingin.

Dengan sedikit sinar Matahari, tanaman harus bertahan hidup dan banyak organisme lain yang bergantung pada tanaman tersebut.

Namun, hal itu tidak berlaku bagi kecoak. Tidak seperti beberapa serangga yang lebih suka memakan satu tanaman tertentu, kecoak adalah pemakan segalanya.

Dengan kata lain, kecoak akan memakan sebagian besar makanan yang berasal dari hewan atau tumbuhan, kardus, bahkan kotoran.

Memiliki pola makan yang tidak pemilih memungkinkan kecoak untuk bertahan hidup dari peristiwa kepunahan dinosaurus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dinosaurus Berleher Panjang Terbunuh oleh Infeksi Mirip Flu

Dinosaurus Berleher Panjang Terbunuh oleh Infeksi Mirip Flu

Tekno | Senin, 14 Februari 2022 | 06:37 WIB

Ilmuwan Sebut Nuklir Dapat Hindari Bencana Tabrakan Asteroid

Ilmuwan Sebut Nuklir Dapat Hindari Bencana Tabrakan Asteroid

Tekno | Selasa, 08 Februari 2022 | 08:55 WIB

Ilmuwan Temukan Pasangan Asteroid Termuda, Disebut Bayi Kosmik

Ilmuwan Temukan Pasangan Asteroid Termuda, Disebut Bayi Kosmik

Tekno | Sabtu, 05 Februari 2022 | 11:15 WIB

Bumi Diikuti Asteroid Raksasa, Jaraknya Cukup Dekat

Bumi Diikuti Asteroid Raksasa, Jaraknya Cukup Dekat

Tekno | Rabu, 02 Februari 2022 | 16:13 WIB

Asteroid Seukuran 43 Meter Akan Dekati Bumi pada Akhir Pekan Ini

Asteroid Seukuran 43 Meter Akan Dekati Bumi pada Akhir Pekan Ini

Tekno | Senin, 31 Januari 2022 | 13:23 WIB

Debu Emas Asteroid Senilai 10.000 Quadriliun Dolar AS Akan Diselidiki NASA

Debu Emas Asteroid Senilai 10.000 Quadriliun Dolar AS Akan Diselidiki NASA

Tekno | Kamis, 27 Januari 2022 | 09:36 WIB

Terkini

Auto Glowing! 5 Rekomendasi Brightening Ampoule Pembasmi Noda Jerawat

Auto Glowing! 5 Rekomendasi Brightening Ampoule Pembasmi Noda Jerawat

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:30 WIB

Di Prai Ijing, Warga Merawat Tradisi Sambil Menghidupkan Kampung Lewat Pariwisata

Di Prai Ijing, Warga Merawat Tradisi Sambil Menghidupkan Kampung Lewat Pariwisata

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:30 WIB

Rekomendasi Warna Keberuntungan untuk Cat Kamar Berdasarkan Zodiak

Rekomendasi Warna Keberuntungan untuk Cat Kamar Berdasarkan Zodiak

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:29 WIB

Thierry Henry dan Legenda Arsenal Lain Bakal Gegerkan Stadion GBK

Thierry Henry dan Legenda Arsenal Lain Bakal Gegerkan Stadion GBK

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 14:29 WIB

Konten Mindfulness Maudy Ayunda Dikritik Tone Deaf, di Mana Letak Masalahnya?

Konten Mindfulness Maudy Ayunda Dikritik Tone Deaf, di Mana Letak Masalahnya?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:26 WIB

Agustyarsyah Pejabat Eselon I BPN Diperiksa Polisi di Kasus Mafia Tanah Modus 'Bayclin'

Agustyarsyah Pejabat Eselon I BPN Diperiksa Polisi di Kasus Mafia Tanah Modus 'Bayclin'

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:22 WIB

Amanda Rigby Umur Berapa? Disebut-sebut Akan Segera Dinikahi Andre Taulany

Amanda Rigby Umur Berapa? Disebut-sebut Akan Segera Dinikahi Andre Taulany

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 14:21 WIB

Dewa United Dorong Taisei Marukawa Jadi WNI, Punya Modal untuk Perkuat Timnas Indonesia

Dewa United Dorong Taisei Marukawa Jadi WNI, Punya Modal untuk Perkuat Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 14:20 WIB

Kalau Namanya Makan Bergizi Gratis, Mana Jaminan Gizinya?

Kalau Namanya Makan Bergizi Gratis, Mana Jaminan Gizinya?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:20 WIB

Karhutla Melanda 7 Gunung di Jatim, Kemenhut Duga Ada Faktor Manusia

Karhutla Melanda 7 Gunung di Jatim, Kemenhut Duga Ada Faktor Manusia

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:16 WIB

×