Inti Bumi Bergoyang, Pengaruhi Panjang Hari Setiap 6 Tahun

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 14 Juni 2022 | 16:56 WIB
Inti Bumi Bergoyang, Pengaruhi Panjang Hari Setiap 6 Tahun
Ilustrasi foto inti bumi [ANTARA]

Suara.com - Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances melaporkan bahwa inti Bumi bergoyang dan berputar-putar dari satu arah ke arah lain.

Kondisi ini mempengaruhi panjang hari di Bumi dalam siklus enam tahun.

Teori baru tentang cara kerja inti bagian dalam Bumi ini bertentangan dengan gagasan sebelumnya, tentang lapisan geologis terdalam Bumi yang berputar bersama bagian planet lainnya, dengan kecepatan yang sedikit lebih cepat daripada permukaan.

Inti Bumi adalah bola merah panas yang terdiri dari besi padat dan dikelilingi oleh inti luar cair, kemudian mantel dan kerak Bumi.

Teori pada 1990-an menunjukkan bahwa inti Bumi mengalami rotasi super, di mana inti dalam berputar sedikit lebih cepat daripada bagian planet lainnya.

Teori tersebut didukung oleh penelitian yang mempelajari gelombang yang dihasilkan, dari uji coba bom nuklir bawah tanah yang dilakukan oleh Uni Soviet antara 1971 dan 1974.

Bom nuklir yang menyebabkan pergesaran waktu. [Science Advances]
Bom nuklir yang menyebabkan pergesaran waktu. [Science Advances]

Namun dalam studi baru, para ilmuwan dari University of Southern California (USC) menggunakan metodologi yang sama untuk mempelajari sepasang tes atom bawah tanah sebelumnya di bawah Pulau Amchitka pada 1969 dan 1971.

Anehnya, hasilnya menunjukkan bahwa inti bagian dalam bergerak perlahan ke arah yang berbeda antara 1969 dan 1971.

Ssub-rotasi setidaknya sepersepuluh derajat per tahun, dibandingkan dengan arah pergerakannya antara 1971 dan 1974.

baca juga

"Pengamatan terbaru kami menunjukkan bahwa inti dalam berputar sedikit lebih lambat dari 1969-1971 dan kemudian bergerak ke arah lain dari 1971-1974," kata John E Vidale, penulis studi dan profesor Ilmu Bumi di USC, dikutip dari IFL Science, Selasa (14/6/2022).

Vidale menambahkan bahwa inti bagian dalam Bumi tidak tetap, di mana itu bergerak maju mundur beberapa kilometer setiap enam tahun.

Tak hanya itu, proses tersebut juga berpengaruh terhadap lamanya hari-hari di Bumi.

Selama ini, banyak orang menganggap hari-hari di Bumi konstan, tetapi faktanya hari-hari di Bumi bervariasi.

Sebagai contoh, sekitar 300 juta tahun yang lalu, satu hari di Bumi berlangsung sekitar 21 jam.

Panjang hari ditentukan oleh kecepatan rotasi planet. Ini dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, tetapi diyakini terkait dengan perubahan medan magnet Bumi yang dihasilkan di inti planet.

Irisan atau penampang inti (core) Bumi dari rendering NASA. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].
Irisan atau penampang inti (core) Bumi dari rendering NASA. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Studi baru mencatat bahwa panjang hari bertambah dan berkurang seperti yang diprediksi, di mana bertambah atau berkurang 0,2 detik selama enam tahun.

Para ilmuwan masih tertarik menggali lebih dalam, mengenai misteri inti Bumi untuk lebih memahami bagaimana dan mengapa inti bagian dalam berperilaku dengan cara yang aneh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gas Helium Langka Dilaporkan Bocor dari Inti Bumi

Gas Helium Langka Dilaporkan Bocor dari Inti Bumi

Tekno | Jum'at, 01 April 2022 | 12:41 WIB

Ilmuwan Deteksi Struktur Tersembunyi di Dalam Inti Bumi

Ilmuwan Deteksi Struktur Tersembunyi di Dalam Inti Bumi

Tekno | Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:30 WIB

Ilmuwan Deteksi Struktur Baru Dekat Inti Bumi

Ilmuwan Deteksi Struktur Baru Dekat Inti Bumi

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2020 | 12:00 WIB

Ilmuwan Jepang Klaim Segera Ungkap Misteri Inti Bumi

Ilmuwan Jepang Klaim Segera Ungkap Misteri Inti Bumi

Tekno | Minggu, 15 Januari 2017 | 20:07 WIB

5 Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Inge Lehmann, Si Penemu Inti Bumi

5 Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Inge Lehmann, Si Penemu Inti Bumi

Tekno | Rabu, 13 Mei 2015 | 14:10 WIB

Terkini

Kapan Marselino Ferdinan Debut Bersama Persija Jakarta? Shin Tae-yong Beri Sinyal

Kapan Marselino Ferdinan Debut Bersama Persija Jakarta? Shin Tae-yong Beri Sinyal

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Cara Memilih Earphone Kabel yang Bagus, Cek 4 Hal Ini Sebelum Membeli

Cara Memilih Earphone Kabel yang Bagus, Cek 4 Hal Ini Sebelum Membeli

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Pendiri Metland Nanda Widya Sabet Penghargaan Filantropi Dunia

Pendiri Metland Nanda Widya Sabet Penghargaan Filantropi Dunia

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Kronologis Aksi Turunkan Foto Gibran di DPRD Sukabumi

Kronologis Aksi Turunkan Foto Gibran di DPRD Sukabumi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Biaya Haji 2027 Tembus Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

Biaya Haji 2027 Tembus Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:35 WIB

Kulit Sawo Matang dan Berminyak? Ini 3 Rekomendasi Bedak Wardah dan Shade yang Pas

Kulit Sawo Matang dan Berminyak? Ini 3 Rekomendasi Bedak Wardah dan Shade yang Pas

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Usia 20-an Bukan Batasan: Kita Boleh Melangkah Lebih Pelan saat Dunia Sibuk Berlari

Usia 20-an Bukan Batasan: Kita Boleh Melangkah Lebih Pelan saat Dunia Sibuk Berlari

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Penderita ISPA di Kuansing Meningkat Drastis Imbas Pekatnya Kabut Asap Karhutla

Penderita ISPA di Kuansing Meningkat Drastis Imbas Pekatnya Kabut Asap Karhutla

Riau | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:29 WIB

×