facebook

Instrumen Perseverance Rusak, NASA Optimis Lanjutkan Misi

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Instrumen Perseverance Rusak, NASA Optimis Lanjutkan Misi
Ilustrasi Perseverance mendarat di Mars [NASA/JPL-Caltech]

Instrumen pada robot penjelajah baru milik NASA di Mars, Perseverance, mengalami kerusakan.

Suara.com - Instrumen pada robot penjelajah baru milik NASA di Mars, Perseverance, mengalami kerusakan akibat kerikil. Namun, badan antariksa tetap melanjutkan operasi misi.

Perseverance mendarat di Mars pada Februari 2021 dengan membawa beberapa instrumen, seperti stasiun cuaca yang dijuluki Mars Environmental Dynamics Analyzer (MEDA).

Instrumen itu mencakup dua sensor angin yang mengukur kecepatan dan arah, di antara beberapa sensor lain yang menyediakan metrik cuaca seperti kelembaban, radiasi, dan suhu udara.

Kerikil yang terbawa oleh hembusan angin kuat di Mars baru-baru ini merusak salah satu sensor angin tersebut, tetapi MEDA masih dapat melacak angin di Kawah Jezero, meskipun dengan sensitivitas yang menurun.

Baca Juga: Tabrakan Roket Misterius Ciptakan 2 Kawah Baru di Bulan

"Saat ini, sensor berkurang kemampuannya tetapi masih memberikan besaran kecepatan dan arah," kata Rodriguez Manfredi, ilmuwan di Pusat Astrobiologi Spanyol, dikutip dari Space.com, Senin (4/7/2022).

Menurutlnya, seluruh tim misi sedang menyetel ulang prosedur pengambilan untuk mendapatkan lebih banyak akurasi dari pembacaan detektor yang tidak rusak.

Mars Environmental Dynamics Analyzer (Meda). [NASA]
Mars Environmental Dynamics Analyzer (Meda). [NASA]

Dua sensor angin seukuran penggaris di Perseverance dikelilingi oleh enam detektor yang berfungsi untuk memberikan pembacaan yang akurat dari segala arah.

Masing-masing dari dua sensor angin utama terpasang pada bagian robot yang dapat dibuka, untuk memindahkan sensor menjauh dari rover saat melaju karena Perseverance sendiri memang mempengaruhi arus angin dengan pergerakannya.

Sama seperti semua instrumen di Perseverance, sensor angin dirancang dengan mempertimbangkan redundansi dan perlindungan. Tetapi, tentu ada batasan untuk semua teknologi.

Baca Juga: NASA Luncurkan Roket Komersial Pertama dari Pelabuhan Antariksa di Australia

Batasan untuk instrumen seperti MEDA lebih menantang karena sensor harus terpapar pada kondisi lingkungan untuk merekam parameter angin.

Komentar