Harga dan Kualitas Jadi Faktor Tumbuhnya Pasar IoT di Indonesia

Rabu, 31 Agustus 2022 | 21:19 WIB
Harga dan Kualitas Jadi Faktor Tumbuhnya Pasar IoT di Indonesia
Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia, Teguh Prasetya (kanan). [Suara.com/Dicky Prastya]

Suara.com - Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia, Teguh Prasetya mengungkap berbagai faktor penentu suksesnya pasar IoT atau internet of things di Indonesia. Setidaknya ada tiga faktor pendukung agar masyarakat tertarik menggunakan produk smart home.

"Pertama harga. Orang Indonesia itu sangat sensitif dengan harga," ungkap Teguh dalam konferensi pers peluncuran produk smart home dari Immersive Tech (IT) di Jakarta, Rabu (31/8/2022).

Ia mengakui produk smart home ini sebenarnya tak mahal. Tetapi lebih ke sensitif soal harga.

"Misalnya ibu-ibu, mereka sangat sensitif. Beda harga Rp 10.000 dengan lapak online pun bisa jadi masalah," katanya.

Kedua adalah kualitas. Teguh menilai kalau orang Indonesia amat memperhatikan kualitas, tak hanya harga.

"Harga bagus kualitas bagus. Jadi perangkat kaya fitur, orang Indonesia sangat senang dengan itu. Contohnya saja HP 5G, banyak kan masyarakat buru-buru beli itu, padahal jaringan 5G di sini belum merata," papar dia.

Faktor ketiga adalah after sales atau purna jual. Menurut Teguh, perangkat IoT dan smart home harus memiliki kedekatan dengan pelanggan.

"Sebab kesan pertama mereka membeli perangkat IoT adalah merasakan solusi. Pembelian pertama itu ibaratnya test the water. Apabila barangnya tak bagus mereka enggak akan mau beli lagi," ujar dia.

Kemudian produsen IoT di Indonesia juga disarankan memiliki layanan customer service yang kapan saja bisa membantu pelanggan.

Baca Juga: Immersive Tech Rilis 20 Produk Smart Home di Indonesia

"Misal CS itu bisa dihubungi konsumen jam 12 malam. Jadi ketika mereka terkunci karena perangkatnya error itu bisa diperbaiki cepat," ujar dia.

Lebih lanjut Teguh memaparkan kalau pasar Smart Home di Indonesia sudah mencapai 7,28 juta. Data itu ia kutip dari We Are Society yang diterbitkan pada Februari 2022 lalu.

Jika dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19 di tahun 2019, pasar IoT di Indonesia hanya mencapai 1,5 juta.

"Awalnya kami underestimate soal pertumbuhan IoT di Indonesia. Tetapi setelah melihat datanya ternyata berpotensi bagus. Ditambah pula dengan 5G, pasar IoT bakal tumbuh lebih besar," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI